Minggu, 20 April 2014 | 08:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Syamsul Maarif: Tai Kucing Kamu!
Headline
Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif - IST
Oleh:
nasional - Selasa, 20 September 2011 | 18:05 WIB

INILAH.COM, Jember - Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif melontarkan umpatan kepada wartawan Harian Seputar Indonesia, Purcahyono Juliatmoko, dalam jumpa pers di Universitas Jember, Selasa (20/9/2011).

Jumpa pers digelar di sela-sela seminar nasional mengenai bencana dan hubungan internasional. Mulanya, acara jumpa pers berjalan lancar. Syamsul memberikan penjelasan terhadap pertanyaan wartawan, seputar masalah bencana.

Dalam kesempatan itu, Syamsul mengkritik model pemberitaan bencana yang dilakukan pers Indonesia. Berbeda dengan pers di Jepang yang tidak mengambil gambar orang yang menjadi korban bencana, pers di Indonesia dinilai Syamsul lebih menitikberatkan pada gambar korban.

"Kalau sini tidak, kalau bisa (korban yang terkapar, Red) disorot berulang-ulang. Saya ingin tahu, sekolah wartawan, apa ada pelajaran seperti itu," ujar Syamsul.

Syamsul juga menyesalkan model wawancara wartawan kepada korban bencana, yang selalu menanyakan soal sudah datangnya bantuan. Menurut dia, ini membuat warga memiliki ketergantungan kepada bantuan pemerintah. "Semestinya pertanyaan dibalik, bagaimana bapak bisa survive (bertahan)," katanya.

Syamsul berang saat dicecar pertanyaan mengenai program hujan buatan. Mulanya, ia menjelaskan, BNPB menyediakan anggaran Rp 10,3 miliar untuk pembuatan hujan buatan selama tiga bulan di daerah yang mengalami kekeringan, seperti di Sumatra dan Kalimantan.

Purcahyono Juliatmoko menanyakan berapa biaya setiap kali ada hujan buatan tersebut. Syamsul pun berang.

"Saya mau tanya informasi itu apa penting betul? Saya mau tanya sama kamulah. Golek pertanyaan kok angel-angel (cari pertanyaan kok sulit)."

"Gak ah, gak kamu muat. Tai kucing kalau kamu muat itu, gak percaya saya. Coba tanya yang intelek, (soal) kebijakan (Jabatan Ketua BNPB setingkat) menteri. Masa menanyakan sampai hal sekecil begitu. Gak bisa begitu!"

Mendapat jawaban seperti itu, wartawan terkejut. Juliatmoko pun memilih keluar ruangan, diikuti beberapa wartawan yang kecewa dengan sikap Syamsul. Tak lama setelah itu, jumpa pers pun diakhiri. [beritajatim.com]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
11 Komentar
Farid
Sabtu, 4 Februari 2012 | 12:25 WIB
saya setuju dengan jawaban Pak Syamsul, jadi wartawan tanya yg smart dong. Wartawan nanya kayak anak SD :D
Anton nie
Minggu, 25 September 2011 | 15:03 WIB
Mantab jawabannya. Sesuai dengan kondisi bangsa saat ini. Makanya semua urusan di negri ini makin semrawut (lucu) wek...wek...wek....
ra duwe udel
Sabtu, 24 September 2011 | 12:56 WIB
bener pak, wartawan juga biar cerdas dikit, apalagi kalau ada wartawan bodrek,
iwan hernawan
Jumat, 23 September 2011 | 09:25 WIB
apa tidak ada lagi kata2 yang lebih beradab berbudi pekerti, lebih2 lagi pak SM sudah masuk golongan orang terkemuka di negeri ini baik intelektualnya dan agamanya.
miko
Kamis, 22 September 2011 | 20:49 WIB
dua dua nya salah, dikritik malah dibalas kritik, semuanya gak ada yang mau nerima kritik, gw sih ketawa aja.. indonesia banget yang kayak gini.
pandu
Kamis, 22 September 2011 | 10:36 WIB
harus dilihat dari dua sisi, mau yg jelek ato yg baek.semua tergantung wartawan koq,jgn selalu ngerasa paling hebat itu kuncinya.
Chong Gbl.
Rabu, 21 September 2011 | 14:49 WIB
Setiap kata yang kita ucapkan, memberikan kesempatan kpd org lain untuk menilai berapa banyak ilmu/pengetahuan yang kita miliki. Hati2lah dlm berucap, mulutmu harimaumu.
hermansyah
Rabu, 21 September 2011 | 13:49 WIB
klo udah bencana, pasti ditanyakan apa sdh ada bantuan? di kasi BLT lain lagi komennya, itulah Indonesia
indra ASRIL
Rabu, 21 September 2011 | 10:38 WIB
oh, tai kucing tho...untung bukan tai kebo heheheh
adtya nugraha
Selasa, 20 September 2011 | 21:19 WIB
Jadi pejabat harus hati-hati bila berbicara. Bila tidak ingin menjawab secara pasti, cukup katakan "No comment!"
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER