Rabu, 23 April 2014 | 17:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sisi Gelap Kekerasan di Ambon
Headline
inilah.com/Syamsuddin Nasution
Oleh: Herdi Sahrasad
nasional - Selasa, 13 September 2011 | 14:41 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Siapakah yang menyulut api kerusuhan di Ambon? Adakah situasi ekonomi lokal yang timpang dan tidak adil sebagai penyebab kerusuhan? Ataukah ada rekayasa pihak tertentu untuk mengail di air keruh?

Di Ambon, akar-akar kekerasan dengan mudah mencuat. Hal itu terutama muncul sejak jatuhnya rezim otoriter Soeharto, dimana kekerasan seperti menjadi ritualitas masyarakatlokal yang diproduksi dan direproduksi kembali.

Dalam kasus Ambon kemarin, adanya rilis provokator menggunakan SMS, jelas merangsang dan memicu kerusuhan. Hal itu mempertegas adanya pihak-pihak yang ingin memprovokasi. Adanya indikasi seperti itu menunjukkan masih ada elemen sosial yang ingin mengail di air keruh.

Kita mencatat, jumlah korban tewas dalam bentrokan massa di Ambon, Maluku, Minggu (11/9/2011), bertambah menjadi tiga orang. Dan satu korban mengembuskan napas terakhir di RSU Al Falah, Ambon.

Korban yang diidentifikasi bernama Sahrun Ely (22) itu tewas dengan luka tembakan di dagu. Dengan tewasnya Sahrun, jumlah korban tewas dalam kerusuhan yang dipicu kabar burung tentang dibunuhnya seorang tukang ojek itu bertambah menjadi tiga orang.

Pengamat Intelijen Rico Marbun menyatakan ada oknum yang diduga sengaja memancing kerusuhan di Ambon, Maluku. Ambon merupakan daerah yang mudah disulut dan digosok api. Sungguh penting dilakukan adalah komunikasi antarkelompok, penting pula kewaspadaan warga dan sikap percaya kepada aparat.

“Saya kira kuncinya begitu. Jangan percaya berita palsu," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, seraya menegaskan, konflik di Ambon terlalu dini dikaitkan dengan Pilpres 2014.

Mantan Pangkostrad itu mendukung langkah pemerintah dalam mengantisipasi, mencegah segala kemungkinan yang bakal terjadi pasca kerusuhan di Ambon, Minggu (11/09/2011) kemarin. Kebijakan penambahan pasukan di Ambon, kata Prabowo, sudahlah tepat.

Kini di Ambon, semua unsur masyarakat dan Negara, baik itu ulama, rohaniwan, mahasiswa, intelektual, Polri/TNI, aparat dan politisi harus mendinginkan suasana, sebagai langkah awal menuju perdamaian agar bara tak lagi murka. Cukup sudah korban, jangan lagi ada tambahan. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER