Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Desember 2014 | 06:00 WIB
Hide Ads

Sisi Gelap Kekerasan di Ambon

Oleh : Herdi Sahrasad | Selasa, 13 September 2011 | 14:41 WIB
Sisi Gelap Kekerasan di Ambon
inilah.com/Syamsuddin Nasution

INILAH.COM, Jakarta - Siapakah yang menyulut api kerusuhan di Ambon? Adakah situasi ekonomi lokal yang timpang dan tidak adil sebagai penyebab kerusuhan? Ataukah ada rekayasa pihak tertentu untuk mengail di air keruh?

Di Ambon, akar-akar kekerasan dengan mudah mencuat. Hal itu terutama muncul sejak jatuhnya rezim otoriter Soeharto, dimana kekerasan seperti menjadi ritualitas masyarakatlokal yang diproduksi dan direproduksi kembali.

Dalam kasus Ambon kemarin, adanya rilis provokator menggunakan SMS, jelas merangsang dan memicu kerusuhan. Hal itu mempertegas adanya pihak-pihak yang ingin memprovokasi. Adanya indikasi seperti itu menunjukkan masih ada elemen sosial yang ingin mengail di air keruh.

Kita mencatat, jumlah korban tewas dalam bentrokan massa di Ambon, Maluku, Minggu (11/9/2011), bertambah menjadi tiga orang. Dan satu korban mengembuskan napas terakhir di RSU Al Falah, Ambon.

Korban yang diidentifikasi bernama Sahrun Ely (22) itu tewas dengan luka tembakan di dagu. Dengan tewasnya Sahrun, jumlah korban tewas dalam kerusuhan yang dipicu kabar burung tentang dibunuhnya seorang tukang ojek itu bertambah menjadi tiga orang.

Pengamat Intelijen Rico Marbun menyatakan ada oknum yang diduga sengaja memancing kerusuhan di Ambon, Maluku. Ambon merupakan daerah yang mudah disulut dan digosok api. Sungguh penting dilakukan adalah komunikasi antarkelompok, penting pula kewaspadaan warga dan sikap percaya kepada aparat.

"Saya kira kuncinya begitu. Jangan percaya berita palsu," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, seraya menegaskan, konflik di Ambon terlalu dini dikaitkan dengan Pilpres 2014.

Mantan Pangkostrad itu mendukung langkah pemerintah dalam mengantisipasi, mencegah segala kemungkinan yang bakal terjadi pasca kerusuhan di Ambon, Minggu (11/09/2011) kemarin. Kebijakan penambahan pasukan di Ambon, kata Prabowo, sudahlah tepat.

Kini di Ambon, semua unsur masyarakat dan Negara, baik itu ulama, rohaniwan, mahasiswa, intelektual, Polri/TNI, aparat dan politisi harus mendinginkan suasana, sebagai langkah awal menuju perdamaian agar bara tak lagi murka. Cukup sudah korban, jangan lagi ada tambahan. [mdr]

Tag :

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Login with