Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 23:30 WIB

Hari Raya Tak Perlu Ada Remisi

Oleh : Windi Widia Ningsih | Jumat, 2 September 2011 | 23:08 WIB
Hari Raya Tak Perlu Ada Remisi
Jimly Asshiddiqie - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Momentum Pemberian Remisi kepada narapidana dinilai tidak perlu diberikan pada hari raya keagamaan. Pemberian remisi cukup dilakukan pada hari kemerdekaan negara.

Hai itu diungkapkan mantna Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie di kediamannya, di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2011).

Dia menginginkan agar pemberian remisi, grasi, maupun amnesti kepada narapidana harus diperketat. Dengan cara hanya diberikan pada hari kemerdekaan 17 Agustus.

"Momentumnya kita batasi hanya pada peristiwa kenegaraan, toh aslinya sejak zaman Belanda dulu adalah peristiwa kenegaraan jadi bukan dikaitkan dengan hari-hari besar keagamaan. Jadi kalau mau memberi cukup 17 Agustus, sedangkan Natalan, dan Lebaran tidak usah, kan tidak ada kaitannya," ujar Jimly.

Tak hanya membatasi momen saja, kata Jimly, jumlah penerima remisi, grasi maupin amnesti jangan terlalu royal jadi harus diperketat.

Sementara, sambung Jimly, terkait pemberian remisi kepada koruptor tak perlu diberikan. Pasalnya, masyarakat belum siap untuk menerima para koruptor diberikan remisi.

"Mestinya jangan dulu, saya rasa ini tidak bijaksana pemberian remisi yang tidak bijak sana. Kurang mempertimbangkan perasaan publik," ujarnya.

Menurut Jimly ada empat kasus yang tidak boleh diberikan remisi, grasi ataupun amnesti yakni koruptor, teroris, pelanggaran HAM dan Ilegallogging. [lal]

Komentar

x