Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 08:36 WIB

MA Tak Selayaknya Abaikan KY

Oleh : Windi Widya Ningsih | Jumat, 2 September 2011 | 21:08 WIB
MA Tak Selayaknya Abaikan KY
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Ashidiqqie - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Ashidiqqie menyayangkan sikap Mahkamah Agung (MA) yang menolak menjalankan rekomendasi Komisi Yudisial (KY) untuk membentuk majelis kehormatan Hakim dan menjatuhkan hukuman selama enam bulan bagi hakim yang pernah menyidangkan perkara mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar.

"Saya kira tidak bisa begitu kalau sudah diputus oleh lembaga negara seperti KY harus dihormati. Soal ada yang keliru biarlah sejarah memberikan kita pelajaran. Tapi saling menghormati keputusan yang sifatnya resmi itu penting, tidak terkecuali MA harus hormati KY," ujar Jimly di kediamannya di Pondok Labu, Jakarta, Jumat (2/9/2011).

Menurut Jimly, lembaga peradilan juga tidak terlepas dari kesalahan. "Sama saja pengadilan bisa keliru, memangnya pengadilan itu malaikat. Jadi rekomendasi KY itu harus dihormati," paparnya.

Perilaku MA itu bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. Rekomendasi yang diabaikan itu akan menjadi alasan bagi lembaga lain untuk bersikap sama seperti MA, menolak rekomendasi KY. [tjs]

Sebagaimana diberitakan, rapat pleno KY Selasa (9/8/2011) memutuskan hakim PN Jakarta Selatan, yaitu Hery Swantoro, Nugroho Setiadji, dan Prasetyo Ibnu Asmara melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim saat menangani perkara Antasari.

KY merekomendasikan hakim-hakim itu diberi sanksi dengan menjadikannya sebagai Hakim Nonpalu selama enam bulan. Sehingga selama enam bulan, mereka tidak bisa menjalankan aktivitas kehakimannya, seperti memeriksa perkara.

Sebaliknya, MA malah mempromosikan mereka naik jabatan. Hery Swantoro dipromosikan menjadi hakim anggota di Pengadilan Tinggi (PT) Bali. Sedangkan Nugroho Setiadji menjadi hakim pengawas MA, sedangkan Prasetyo Ibnu Asmara menjadi hakim anggota di PT Jawa Tengah. [tjs]

Komentar

x