Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 12:31 WIB

Gus Dur Tiada, Ponpes Ciganjur Sepi

Selasa, 30 Agustus 2011 | 20:00 WIB
Gus Dur Tiada, Ponpes Ciganjur Sepi
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Semarak menyambut malam takbir yang mulai menggeliat di Jakarta. Namun tampaknya tidak demikian di Pondok Pesantren Yayasan Wakhid Hasyim, di Jalan Warungsila, Ciganjur kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2011) malam.

Lengang adalah satu kata yang pas untuk menggambarkan kondisi ponpes dan Masjid Jami Al Bayinnah. Di sekitar masjid itu terletak rumah mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan sapaan Gus Dur. Keturunan pahlawan nasional, KH Wahid Hasyim, ini memang telah tiada pada tahun lalu namun "tinggalan"-nya masih sangat menyisa bagi para pengagumnya, para nahdliyin.

Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1432 Hijriah kali ini adalah Rabu besok (31/8) dan itu bersesuaian dengan perhitungan Nahdlatul Ulama tentang penentuan Hari Raya Idul Fitri itu. Malam menjelang Idul Fitri, berdasarkan tradisi lazim disambut dengan takbir keliling oleh para muslimin. Namun kali ini tidak begitu di Masjid Jami Al Bayinnah, sepi di sana.

Padahal, dulu pelataran dan tempat di sekitar masjid itu pernah menjadi satu "kutub" penting dalam percaturan Indonesia karena para ulama Nahdlatul Ulama dan lain-lain kerap bersilaturahmi di sana. Gus Dur dan keluarganya, menurut satu sumber, telah bermukim di Ciganjur sejak 1991.

Pelataran luas di belakang rumah Gus Dur pernah menjadi saksi deklarasi para tokoh politik nasional menuntut pelaksanaan agenda besar reformasi. Jadi, reformasi yang kita semua kecap sejak 1998 turut diwarnai dari pelataran itu. Sebaliknya, beberapa masjid lain yang ada di kawasan itu, yaitu Masjid Jami Mahallul Ghufron dan Masjid Jami Nurul Jihad, jamaahnya tengah bersiap melewatkan malam takbir dengan menyiapkan bedug dan pengeras suara.

"Semenjak almarhum Gus Dur tiada, suasana ponpes di sini sepi," kata seorang warga di sekitar Masjid Jami Al Bayinnah, yang malas diketahui identitasnya. "Tempat ini biasanya hanya digunakan sholat Ied saja besok. Paling hanya takbir biasa saja nanti malam dan bagi bagi zakat keesokan harinya," kata lelaki itu.

Memang, garis-garis untuk baris dan saf umat bershalat Ied telah disiapkan di sana. Pondok pesantren itu kini, katanya, memiliki sedikit santri. "Mereka mudik semua sekarang," kata sumber itu lagi. Menurut dia, kini warga NU memilih lebih berkunjung ke makam Gus Dur di Jombang ketimbang ke Ciganjur. Di sanalah Gus Dur beristirahat selamanya dalam lingkungan Sang Khalik. [ant]

Komentar

x