Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 08:35 WIB

Politik Pascalebaran Bakal Memanas (1)

Intrik Internal Demokrat Kian Sengkarut

Oleh : R Ferdian Andi R | Selasa, 30 Agustus 2011 | 19:19 WIB
Intrik Internal Demokrat Kian Sengkarut
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Menjelang Lebaran masih ada kejutan kasus hukum yakni penangkapan Nazaruddin. Pascalebaran diprediksikan kasus ini kian mengundang perhatian publik. Selain memiliki dimensi hukum, kasus ini tak lekang oleh gesekan politik internal Demokrat.

Yang paling menarik dari kasus Nazaruddin ini selain mencengangkan publik karena praktik korupsi politik ini melibatkan uang triliunan rupiah, perkara ini juga menyeret sejumlah elit Partai Demokrat, partai penguasa di republik ini.
Risikonya, setiap perkembangan dalam kasus ini, mau tidak mau bakal memiliki dampak penting khususnya bagi Partai Demokrat maupun politik nasional secara keseluruhan. Haru-birunya Partai Demokrat, sedikit-banyak berdampak dalam pemetaan politik Tanah Air, khususnya menyongsong Pemilu 2014, tiga tahun mendatang.
Dalam perkembangan kasus Nazaruddin ini, sejumlah pihak yang semula disebut-sebut saat pelariannya, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor juga disebut oleh sejumlah saksi. Sebut saja nama Angelina Sondakh yang pernah disebut Nazaruddin juga disebut oleh Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis dan Direktur Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang di Pengadilan Tipikor.
Kasus yang bermuara dari suap Wisma Atlit ini juga diprediksikan akan terus membuat kejutan. Seiring perkembangan terhadap bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin yang belakangan terus melakukan manuver. Dari enggan berbicara secara terbuka hingga berkorespondensi dengan Presiden SBY untuk meminta perlindungan anak dan istrinya.
Suasana internal Partai Demokrat sejatinya pernah memanas saat momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrat pada 23-24 Juli 2011 lalu. Gagasan Kongres Luar Biasa (KLB) sempat mengemuka. Ide ini dipantik dengan 'nyanyian' Nazaruddin yang menyebut beberapa elit Partai Demokrat tak terkecuali Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Namun, ide KLB ini pupus di tengah jalan. Rakornas hanya menyepakati pembentukan kode etik baru bagi kader. Di antara yang cenderung monumental dari hasil Rakornas tersebut yakni pemecatan kader dari keanggotaan partai sudah bisa bisa dilakukaan saat menjadi tersangka dalam kasus hukum besar seperti kasus korupsi.
Sumber-sumber di internal Partai Demokrat mengkonfirmasikan tentang rumor di internal tentang penyelesaian kasus Nazaruddin yang menyeret sejumlah nama kader inti. "Paling akhir, Desember kasus ini selesai. Artinya ada penyelesaian secara politik dan hukum secara simultan. Agar di 2012 Partai Demokrat segera konsolidasi," ucap sumber tersebut.
Formulasi penyelesaian secara politik dan hukum tersebut, kata sumber tersebut menyebutkan akan diiringi dengan penetapan status tersangka sejumlah nama yang disebut-sebut Nazaruddin terlibat dalam berbagai proyek penggunaan APBN. "Beberapa nama yang disebut Nazaruddin akan ditetapkan sebagai tersangka. Ini juga karena fakta hukum yang berbicara," tambahnya.
Ketika dikonfirmasi perihal rumor demikian, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa membantah rumor tersebut. Menurut dia, tidak ada skenario politik apapun terkait politik internal Partai Demokrat. "Tidak ada skenario itu," bantahnya dalam sebuah kesempatan.
Hal senada juga ditegaskan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan. Dia juga membantah bila pascalebaran suasan internal Partai Demokrat bakal memanas. "Nggak ada yang panas. Terus terang damai saja," ujarnya melalui BlackBerry Messenger (BBM) kepadaINILAH.COMbaru-baru ini. Dia mengaku baru saja bersama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menghadiri Musyawarah Daerah Partai Demokrat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Ketika ditanya apakah Partai Demokrat mengantisipasi perkembangan kasus Nazaruddin yang bisa saja menyeret sejumlah nama kadernya, Ramadhan dengan diplomatis menjawab bahwa Partai Demokrat konsisten dalam penegakan hukum. "Buktinya Nazaruddin saja dipecat. Terus kader-kader kami siap diperiksa oleh KPK," tegasnya.
Hal yang sama juga ditegaskan Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin yang juga menilai tidak ada skenario politik pascalebaran. Dia menilai Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bakal terus melawan Nazaruddin.
Jika membaca isi surat Presiden SBY kepada Nazaruddin tersirat dukungan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu kepada Nazaruddin untuk berbicara apa adanya tekait perilaku kader Partai Demokrat dalam kasus korupsi. Setidaknya, korespondensi SBY dan Nazaruddin dapat dibaca sebagai isyarat bakal terjadi kejutan di internal Partai Demokrat. Kita lihat saja. [mdr]

Komentar

x