Kamis, 17 Mei 2012 | 10:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Maruf Amien
Hilal Tentukan Kapan Lebaran
Headline
Maruf Amien - wordpress.com
Oleh: Billy A Banggawan
nasional - Senin, 29 Agustus 2011 | 00:59 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Sejak dulu, penentuan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal selalu ditentukan menggunakan Hilal. Diperkirakan, tahun ini akan ada perbedaaan Lebaran.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amien saat diwawancara via telepon, tahun ini akan ada perbedaan Lebaran lagi seperti tahun lalu. “Karena Hilal berada di bawah dua derajat, kemungkinan besar akan ada perbedaan Lebaran,” ujarnya.

Berikut wawancara lengkapnya dengan INILAH.COM.

Cara apa saja yang digunakan menentukan Lebaran?

Sejak masuknya Islam pada abad ke-13, umat Muslim selalu menggunakan perhitungan Hilal guna menentukan kapan tepatnya Lebaran dirayakan dan cara ini telah digunakan sejak dulu kala. Seiring berjalannya waktu, metode ini terus mengalami penyempurnaan.

Selain Hilal, adakah cara lain menentukan Lebaran?

Selain perhitungan hilal, perhitungan juga menggunakan kitab-kitab. Namun, karena perkembangan teknologi saat ini telah maju, kitab-kitab juga perlu mengalami penyesuaian. Penentuan juga bisa melalui ilmu modern. Ilmu modern LAPAN juga bisa digunakan.

Yakni, melalui peneropongan bintang serta perhitungan-perhitungan baru lain yang bisa dilakukan guna mencari keakuratan kapan Lebaran bisa dirayakan.

Teknis metode tersebut?

Metode penentuan Lebaran ini mengandalkan kemunculan bulan di ufuk. Jika kumunculan bulan tepat dua derajat, maka dipastikan keesokan harinya merupakan bulan Syawal.

Menurut perkiraan MUI, kapan Lebaran nasional bisa dirayakan?

MUI memprediksi Lebaran nasional akan jatuh pada hari Rabu 31 Agustus. Untuk kasus semacam ini, puasa akan genap 30 hari atau biasa disebut Istigmal. Penentuan melalui sidang Isbat hanya prosedural saja di mana sebenarnya sudah bisa diprediksi.

Jika ada perbedaan dan pergolakan?

Jika ada pergolakan dalam penentuan Lebaran, memang harus ada toleransi dan legowo. Hingga saat ini, kasus-kasus perbedaan perhitungan ini memang belum menemukan penyelesaian sejak lama. Berpuasalah karena merugyah (melihat) Hilal dan berhari rayalah karena merugyah Hilal. Untuk penentuan kapan pastinya Lebaran akan dilaksanakan pada 29 Agustus di Kementerian Keagamaan. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
17 Komentar
john
Selasa, 30 Agustus 2011 | 16:55 WIB
kenapa penentuan metodenya harus tepat dua derajat???? apakah ada aturan yang lebih rinci tentang metode tersebut???? ada yang bisa menjelaskan???
farid
Selasa, 30 Agustus 2011 | 10:47 WIB
Beda waktu lebaran bukan masalah, yang penting ditentukan sesuai hadist dan metode yang tepat sehingga umat dapat menjadikannya sebagai pegangan. asal jangan ditentukan dengan dasar tampil beda.
farid
Selasa, 30 Agustus 2011 | 10:13 WIB
Berbeda waktu hari raya idulfitri g ada masalah yang penting ditentukan sesuai hadist Nabi dan metode yang tepat. Yang masalah klo ditentukan dgn dasar "Tampil Beda".
imel
Senin, 29 Agustus 2011 | 23:31 WIB
-â??Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Syaâban menjadi tiga puluh hari.â?? (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (III/122)) -â??Janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal (bulan Ramadhan) dan jangan pula kalian berbuka (tidak berpuasa) sampai kalian melihatnya (bulan Syawwal). Jika awan menyelimuti kalian maka perkirakanlah untuknya.â?? pertanyaannya mengapa kita melihat hilal(bulan) herus pakai teropong bintang...... padahal dlm hadist di atas beliau tdk membahas ttng teropong bintang.... dan mengapa harus ada penyesuaian kitab-kitab dan perkembangan teknologi......dalam hal tsb.... mohon penjelasannya ya.....
nanang
Senin, 29 Agustus 2011 | 20:50 WIB
kapan lbrnya yg pasti
malika
Senin, 29 Agustus 2011 | 20:37 WIB
dan jawaban anda di sebelah mana
adel
Senin, 29 Agustus 2011 | 20:35 WIB
kapan dan hari apa lebaran bukannya hari selasa
dwi anggun
Senin, 29 Agustus 2011 | 18:08 WIB
mengapa begitu,, bukan kita mengikuti tanggal islam, tanggal 30 agustus 2011(bsk) kan udh 1 syawal,, klw hari raya na 31 berarti tgl 2 syawal dong,, acem nie
irfan
Senin, 29 Agustus 2011 | 16:51 WIB
aku maunya besok lebaranya
vina
Senin, 29 Agustus 2011 | 16:26 WIB
kapan jadi nya pak kita lebaran???? besok apakah har rabu tgl 31 agustus???
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.