Kamis, 30 Oktober 2014 | 22:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kuli Angkut Dolog Curi Raskin di Atas Truk
Headline
beritajatim.com
Oleh:
nasional - Kamis, 25 Agustus 2011 | 16:53 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Sumenep - Keluhan masyarakat miskin penerima raskin tentang berkurangnya timbangan raskin per-sak, akhirnya terbukti.

Satreskrim Polres Sumenep berhasil menangkap basah para kuli angkut yang sengaja melubangi karung raskin dan memindahkan sebagian isinya ke karung lain.

Kabag Ops Polres Sumenep, Komisaris Polisi Edy Purwanto mengungkapkan pihaknya beberapa kali mendapat laporan jika timbangan raskin per-sak nya selalu kurang.

"Mestinya per sak itu kan 15 kg. Tapi ini ketika ditimbang, tidak pernah pas 15 kg. Selalu kurang," katanya, Kamis (25/8/2011).

Setelah melakukan penyelidikan dibantu informasi dari masyarakat, lanjut Edy, pihaknya berhasil memergoki aksi pencurian raskin di atas truk oleh kuli angkut gudang Dolog sendiri.

"Jadi modusnya itu, para kuli angkut yang naik di atas trus berisi raskin, melubangi karung raskin dengan gancu. Kemudian beras yang keluar dari lobang itu dipindah ke karung lain yang sudah disiapkan," ujarnya.

Edy memaparkan, pencurian raskin di atas truk itu melibatkan empat kuli angkut gudang Dolog, masing-masing bernama Sukur (30), warga Desa Kalianget Timur, kemudian Hasan (52), warga Desa Kalianget Barat, Burawi (35) warga Desa Kalianget Timur, dan Sugondo (42), warga Desa Kalianget Barat.

"Saat ditangkap, mereka ada di atas truk nopol M 9714 VA yang dikemudikan Amirudin (46), Desa Kalianget Barat, muat raskin dari gudang Dolog Kalimo'ok menuju Desa saronggi," terangnya.

Edy menjelaskan, saat mengangkut raskin itu, truk dikawal satgas raskin, Supartono (34), warga Desa Kalimo'ok. "Jadi posisinya, satgas raskin ini duduk di depan di sebelah sopir. Empat kuli angkut di bak belakang. Jadi mereka sudah kerja sama," katanya.

Lebih lanjut Edy mengatakan, dari hasil melobangi karung dengan gancu, berhasil terkumpul 10 sak beras masing-masing 15 kg, yang dimasukan dalam sak raskin yang sudah disiapkan, kemudian dijual ke Masrawi, warga Dusun Pasar Kayu Desa Pabian.

"Raskin curian ini per sak dijual Rp 57 ribu. Berarti Masrawi harus membayar Rp 570 ribu, yang sedianya akan dibagi berenam," imbuh Edy.

Edy menambahkan, Masrawi juga ditetapkan sebagai tersangka, karena dianggap sebagai penadah barang curian. Selain Masrawi, yang juga ditetapkan sebagai tersangka adalah empat kuli angkut, sopir dan satgas raskin.

"Saat ini para tersangka diperiksa intensif dan ditahan di Polres Sumenep. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," pungkasnya. [beritajatim.com]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER