Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 07:07 WIB

Ketum PB HMI: HMI Tetap Independen

Oleh : Harian Haluan Padang | Senin, 22 Agustus 2011 | 01:45 WIB
Ketum PB HMI: HMI Tetap Independen
Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam(PB-HMI) Indonesia Noer Fajriensyah - ucanews.com
facebook twitter

INILAH.COM, Padang - Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam(PB-HMI) Indonesia Noer Fajriensyah menegaskan, hingga kini HMI adalah organisasi independen yang sama sekali tidak boleh memihak ke kelompok manapun.

"Apapun gonjang-ganjing yang terjadi di negeri ini sekarang, HMI harus tetap independen, harus tetap berjalan lurus, tidak boleh terbawa oleh tarikan apapun ke kiri dan ke kanan, ke kelompok yang berkuasa ataupun tidak," kata Noer Fajriensyah dalam sambutannya usai melantik kepengurusan Badan Koordinasi(Badko) HMI Provinsi Sumbar 2011-2012, di auditorium Gubernuran Sumbar, Jalan Sudirman Padang, Minggu (21/8) sore.

Noer Fajriensyah melantik kepengurusan Badko HMI Sumbar di bawah kepemimpinan Reno Fernandes sebagai ketua umum didampingi Sekretaris Umum Syahrul Ramadhan, menggantikan kepemimpinan ketum lama Evaldi Bahar dengan sekum lama Rahmadani, Badko HMI Sumbar beserta HMI cabang dan komisariat serta seluruh anggota,

Selanjutnya ia mengemukakan, Badko HMI Sumbar khususnya, ke depan haruslah melihat secara jeli tentang kondisi sosial kemasyarakatan daerah ini dalam bentuk kekinian.

"Sumbar yang dahulu pernah menjadi ibu kota negara, yakni Bukittinggi, jangan sampai hanya jadi kenangan semata, yang dalam kondisi ke depan jauh dari zaman keemasaannya dulu itu. Artinya, Sumbar harus bisa lebih berkembang, maju pesat dalam segala hal di masa datang, karena dulu pernah jadi titik sentral Indonesia sebagai sebuah ibu kota negara," katanya.

Sementara Gubernur Sumbar Prof Irwan Prayitno yang juga alumnys HMI dalam penyampaian stadium general antara lain menekankan agar HMI mampu menjadikan aktivitasnya di organisasi sebagai wadah untuk melatih diri.

"Diharapkan setelah tiba di tengah-tengah masyarakat setamat kuliah nanti tidak canggung, dan mampu hidup mandiri dan yakin usaha yang dilakukannya akan sampai atau ada rasa percaya diri," katanya.

Sebagai aktivis, diakui Irwan Prayitno, aktivis HMI idealis, punya komitmen teguh terhadap kepentingan masyarakat banyak. Namun satu hal yang perlu dijaga pula, katanya, prinsip ini harus bisa kelak sampai ke tengah-tengah masyarakat.

Sebab saat ini banyak terjadi, tambah Irwan, dulunya semasa menjadi mahasiswa bukan main idealisnya, garang melakukan demo menuntut keadilan dll, namun dalam kenyataan di lapangan, setelah memegang kekuasaan bertolak belakang apa yang ia lakukan dengan yang dulu ia elu-elukan.

Karena itulah Irwan berharap kepada segenap aktivis HMI agar selalu menempa diri, melatih diri dan mengasah kepekaan selagi berada di bangku pendidikan sekarang ini. Dengan harapan agar tidak canggung nanti di tengah masyarakat.

Pada kesempatan yang dihadiri para tokoh Korp Alumni HMI (Kahmi) Sumbar dan KAHMI Kota Padang, yang cukup banyak bergelar profesor, pejabat negara seperti anggota DPRD Sumbar, Zulkenedi Said, Jonimar Boer dan anggota DPD-RI Ema Yohana, Prof. Asnil Sahim, DR. Masrul dan sejumlah pejabat eksekutif lainnya, dilakukan pula pelantikan pengurus Korp HMI wati(Kohati) Badko HMI Sumbar. [mor]

Komentar

x