Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 06:23 WIB

Semen Langka di Sumsel, Kontraktor Menjerit

Oleh : Harian BeritaPagi Palembang | Kamis, 18 Agustus 2011 | 01:45 WIB
Semen Langka di Sumsel, Kontraktor Menjerit
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Palembang - Semen di pasaran langka dan berakibat harga melonjak hingga Rp95.000/zak. Kondisi ini membuat para kontraktor skala kecil dan menengah menjerit karena terancam merugi.

Ketua Sekretariat Bersama Asosiasi Kontraktor Sumsel Kesyar, mengatakan itu saat diwawancara, Selasa (16/8), di Sekretariat Bersama Asosiasi Kontraktor Sumsel di Jalan Demang Lebar Daun.

Ia menjelaskan, Sekretariat Bersama Asosiasi Kontraktor Sumsel menaungi lima asosiasi kontraktor, seperti Asosiasi Kontraktor Jalan dan Jembatan Indonesia (AKJI), Asosiasi Kontraktor Gedung dan Pemukiman Indonesia (Akgepi), Asosiasi Kontraktor Mekanika Elektrikal Indonesia (AKMI), dan Asosiasi Kontraktor Sumber Daya Air Indonesia (AKSDAI).

"Para kontraktor yang dinaungi lima asosiasi ini semua menjerit, karena saat kita akan memulai pekerjaan/kontrak kerja dengan pihak pemerintah, bahan baku yang paling dibutuhkan yaitu semen, khususnya Semen Baturaja, mulai sulit didapat. Bahkan bisa dikatakan hilang di pasar, kalaupun ada, harganya dipermainkan oleh para pedagang material dan distributor, hingga harga semen melambung dan dinilai sangat tidak wajar lagi," keluh Kesyar didampingi beberapa kontraktor.

Kelangkaan semen dan meningkatnya harga semen, sambung dia, sangat berdampak terhadap kerja para kontraktor kecil dan menengah. Pasalnya para kontraktor terancam merugi.

"Masalah ini tidak hanya terjadi pada tahun ini, dan bukan hanya saat Sumsel tengah mengerjakan proyek SEA Games, tapi sudah tradisi tahunan yang dimulai pertengahan tahun hingga akhir tahun. Karena, kalau proyek venues SEA Games itu tidak menggunakan semen bungkusan zak, tapi semen cair," ujar dia.

Pihaknya menilai, ada indikasi permainan harga semen di Sumsel, antara PT Semen Baturaja dan para distributornya, dan jika itu memang ada maka pihaknya berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera bertindak tegas.

"Jangan biarkan para pengusaha jasa konstruksi kelas kecil dan menengah ini terus menerus tergerus oleh permainan harga semen, jika terus menerus terjadi maka kita akan kalah dengan para kontraktor luar. Jangan sampai para kontraktor kita menjadi penonton di rumahnya sendiri," ujar dia.

Sekretaris Sekber Asosiasi Kontraktor Sumsel M Azhari Zein menambahkan, tradisi semen langka dan harga naik setiap tahunnya, hanya terjadi di Provinsi Sumsel, yang dinilainya memang sudah direncanakan untuk meraup untung untuk saat pekerjaan proyek dimulai.

"Menurut pantauan kami, termasuk informasi langsung dari anggota kami dari daerah, masalah kelangkaan semen ini sudah menjadi agenda tetap para pemasok semen yang berpredikat sebagai distributor maupun pedagang material bangunan. Anehnya lagi, di Kota Baturaja, di mana pusat produksi semen kita itu berada, ternyata tidak ada stok semen sama sekali," kata dia.

Dia berharap, semua pihak terkait baik pemerintah, pihak perusahaan semen termasuk pihak kontraktor, dapat urun rembuk mencari solusi terbaik bagi kelangsungan pembangunan infrastruktur di Sumsel.

"Sehingga, untuk mewujudkan Sumsel gemilang dan terdepan itu benar-benar akan terealisasi," harap dia. [mor]

Komentar

Embed Widget
x