Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 11:50 WIB

Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan Sabu

Oleh : Harian Media Kalimantan | Selasa, 16 Agustus 2011 | 02:16 WIB
Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan Sabu
inilah.com
facebook twitter


INILAH.COM, Banjarmasin- Untuk kedua kalinya selama bulan Ramadhan ini jajaran Polda Kalsel berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba di daerah ini.

Seperti diberitakan Harian Media Kalimantan, Subdit II Reserse Narkoba Polda Kalsel yang berhasil mengendus pengiriman barang haram yang sama dari Jakarta ke Banjarmasin bernilai ratusan juta rupiah.

Beberapa waktu lalu, Subdit I Reserse Narkoba Polda Kalsel bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menggagalkan penyelundupan zat adiktif itu sebanyak 4 kilogram.

Senin (15/8) siang, polisi menggerebek Indra (23), warga Komplek Malkon Temon II RT 23 Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin Utara di rumahnya. Polisi yang menggeledah kamarnya menemukan sabu-sabu sebanyak 2,49 ons atau 249 gram dengan nilai Rp 400 juta.

"Anggota kami sudah sejak tiga hari lalu mengintai tersangka saat ia menerima kiriman barang haram ini melalui jasa pengiriman," terang Kasubdit II Reserse Narkoba Polda Kalsel AKBP Jimmy A Anes melalui Kabid Humas AKBP Edi Ciptianto, Senin (15/8), usai penangkapan tersangka.

Indra sendiri diduga hanya kurir yang disuruh seorang bandar besar untuk mengambil narkoba itu dari jasa pengiriman. "Kami masih melakukan pengembangan penyidikan, termasuk mengejar dugaan adanya bandar besar dibalik keterlibatan Indra. Kami mengira ia buron. Barang bukti sabu-sabu yang disita dari Indra sudah dalam bentuk paketan-paketan kecil siap edar. Diduga sudah ada sebagian yang dijual," tambah Edi.

Sementara itu, Beny, buron 4 kilogram narkoba di awal Ramadhan lalu, masih terus dikejar polisi. Owner Dunfee Exsekutive Club yang diduga kuat Bandar besar narkoba pemilik 4 kilogram sabu-sabu tersebut dikabarkan kabur ke Pulau Jawa.

Menurut Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs Syafruddin Msi, keberadaan Beny sudah terdeteksi dan hampir saja tertangkap beberapa waktu oleh petugas. "Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar Beny cepat tertangkap. Insya Allah, saya optimis ia pasti berhasil kita tangkap," ujar Kapolda.

Jenderal Bintang Satu ini mengungkapkan, bahwa peredaran sabu-sabu di Banjarmasin sebenarnya sempat turun drastis, sejak terbongkarnya kasus 4 kilogram sabu ini.

"Seluruh aset Beny kita amankan sembari menunggu hasil audit PPATK (Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan). Kalau terbukti harta yang dimilikinya hasil kejahatan narkoba, asetnya kita sita. Ia juga diduga melakukan pencucian uang," ujar Kapolda.(ndr)

Komentar

x