Find and Follow Us

Minggu, 15 Desember 2019 | 18:48 WIB

Nazaruddin Tonggak Perburuan Buronan Koruptor

Oleh : Santi Andriani | Kamis, 11 Agustus 2011 | 02:05 WIB
Nazaruddin Tonggak Perburuan Buronan Koruptor
Repro metro tv
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Keberhasilan penangkapan buronan Muhammad Nazaruddin diharapkan menjadi tonggak perburuan koruptor yang kabur ke luar negeri.

Nazaruddin saat ini menjadi satu-satunya buronan korupsi yang dapat ditangkap di luar negeri, oleh karena itu KPK berharap hal ini menjadi babak baru dalam perburuan koruptor di luar negeri.

"Ini tonggak untuk memaksimalkan penangkapan buron-buron lainnya," ucap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mochamad Jasin di Gedung KPK, Rabu (10/8/2011).

Jasin menilai, tertangkapnya Nazaruddin tidak lepas dari kerja sama yang sangat baik antara pihak-pihak yang terkait. Baik penegak hukum di dalam negeri maupun Kepolisian Internasional atau Interpol karena berhasil menangkap kurang dari tiga bulan.

"Bisa saja, mekanisme semacam ini dipakai untuk mencari buronan lain. Konteksnya kan buronan siapa pun itu. Baik itu buronan Kejaksaan, KPK dan Kepolisian," ujarnya.

Lebih jauh, Jasin berharap, barang-barang yang ikut disita dari penangkapan Nazaruddin dapat dijadikan alat bukti yang bisa memperterang kasus. Termasuk tas kecil yang dibawa Nazaruddin saat ditangkap.

"Semua yang dimiliki, yang bisa dipakai pembuktian, apa pun tasnya mau kecil, sedang besar yang menyangkut bukti-bukti yang dibutuhkan komite etik atau tim penyidik, itu perlu bagi KPK maupun komite etik," jelas Jasin.

Karenanya dia meminta Interpol juga menjaga keberadaan barang-barang itu agar tetap utuh sampai dibawa ke Indonesia.

"Dari pihak penegak hukum di sana sudah tahu proses bagaimana mengamankan barang yang dimiliki yang ikut serta bersama Nazar. Saya rasa akan diamankan oleh keamanan di sana," kata Jasin.

Seperti diketahui, saat ditangkap kepolisian Kolombia, M Nazaruddin diketahui membawa sebuah tas kecil. Tas tersebut kini ada di tangan Duta Besar Republik Indonesia di Kolombia Michael Manufandu.[bay]

Komentar

x