Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 06:54 WIB

Diduga Akibat Kelalaian Dokter, Pasien Meninggal

Oleh : Harian Aceh | Kamis, 11 Agustus 2011 | 00:45 WIB
Diduga Akibat Kelalaian Dokter, Pasien Meninggal
Foto: Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Lhokseumawe - M Jafar, 48, warga Alue Bili, Kecamatan Baktya, Aceh Utara, meninggal dunia di ruang ICU Rumah Sakit Umum Cut Mutia Lhokseumawe, Rabu (10/8) pagi. Keluarga menuding tenaga medis lalai menangani pasien Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) ini.

Angkasah, 33, adik kandung M Jafar menyebutkan, M Jafar dibawa ke RSUCM milik Pemkab Aceh Utara, Sabtu (6/8) dalam kondisi kritis. Selama dua hari diinapkan di ruang Kupula Dua, Jafar harus diberikan oksigen.

"Ini kali kedua kami bawa beliau ke RSUCM. Pada Juni lalu, ditangani dokter spesialis penyakit dalam, Faisal, yang hasil diagnosanya Bang Jafar mengalami pembengkakan hati dan diduga juga ada typhus. Karena kondisinya mulai membaik, waktu itu kami bawa pulang," katanya.

Saat dibawa ke rumah sakit Sabtu (6/8) lalu, kata Angkasah, abang kandungnya ditangani dokter spesialis penyakit dalam, Darmadi, yang langsung memvonis adanya penyakit tumor. Setelah dua hari dirawat, ia melihat tenaga medis tidak memberikan serum vitamin untuk pasien yang sedang kritis ini.

"Dulu saat ditangani dr Faisal ada diberikan serum vitamin. Karena kali ini tidak diberikan, maka tadi malam berulang kali saya hubungi dr Darmadi untuk konsultasi masalah tersebut. Tapi dokter itu tidak mengangkat telpon, saya SMS juga tidak direspon," katanya.

Angkasah mengaku juga melaporkan kepada petugas piket RSUCM untuk menghubungi dr Darmadi karena pasien atas nama Jafar dalam kondisi kritis. Namun tidak membuahkan hasil. Kemudian, Angkasah berkonsultasi dengan dokter umum yang bertugas piket jaga pada Selasa malam.

"Tapi dokter umum itu mengaku tidak berani mendahului dokter spesialis. Ini membuat saya semakin geram. Lalu, tadi pagi (Rabu), abang saya baru dipindahkan ke ruang ICU, belum sampai lima menit di ruangan itu, beliau pun meninggal dunia," kata warga asal Seunuddon Aceh Utara ini.

Ia meminta pimpinan RSUCM Lhokseumawe menindak tegas oknum dokter maupun perawat yang lalai menangani pasien dalam kondisi kritis.

"Jangan sampai kasus yang dialami abang saya menimpa pasien lainnya terutama dari keluarga miskin. Ini yang harus dievaluasi oleh manajemen rumah sakit milik Pemkab Aceh Utara ini," kata Angkasah.

Direktur Rumah Sakit Umum Cut Mutia Lhokseumawe dr Anita melalui Kasi Pelayanan Medik Abdul Mukti, mengakui ada miskomunikasi antara dokter yang menangani pasien bernama Jafar dengan keluarga pasien ini, karena dokter tidak mengangkat telepon saat dihubungi keluarga pasien, Selasa malam.

"Kami sudah dengar keluhan keluarga pasien dan sudah kita panggil dokter yang menangani pasien Jafar. Menurut dokter, pasien tidak dikasih aminoleban atau suplemen, bukan serum vitamin, karena pasien lagi sesak. Kalau diberi suplemen malah tambah sesak," kata Mukti.

Begitupun, Mukti menyatakan bahwa dengan adanya kejadian tersebut pihaknya akan melakukan sejumlah pembenahan ke depan guna memaksimalkan pelayanan kepada pasien. [mor]

Komentar

x