Jumat, 19 Desember 2014 | 07:33 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Balada Darsem, TKI yang Kini Bergelimang Harta
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Herdi Sahrasad
nasional - Sabtu, 6 Agustus 2011 | 19:02 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Masih ingat Darsem? Sang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lolos dari hukuman pancung itu kini menjadi sorotan setelah menjadi miliarder. Siapa yang keliru kali ini?

Darsem binti Dawud Tawar yang lolos dari hukuman pancung di Arab Saudi menerima uang sumbangan Rp1,2 miliar dari masyarakat. Darsem dinilai lupa diri. Asyik menikmati sumbangannya sendiri, di tengah derita banyak orang papa dan TKW di negeri ini.

Seharusnya, Darsem tak dilepas menerima uang tunai sebanyak itu. Darsem butuh didampingi dan diarahkan agar tak konsumtif. Bahkan dananya bisa berguna buat masyarakat sekitar atau TKI yang senasib.

Darsem 'hanya' membagi Rp 20 juta dari Rp1,2 miliar yang diterimanya dari pemirsa TVOne untuk keluarga Ruyati. Padahal sebelumnya, Darsem berjanji akan membagi sebagian uang bantuan tersebut dengan Een, anak Ruyati. Sementara Darsem kini hidup bergelimang harta.

Publik bisa memberikan penyadaran pada Darsem agar tidak disalahgunakan. Masyarakat bisa berpikir kalau begitu tak ada gunanya menyumbang untuk tenaga kerja. Tiap ada kasus begitu kan masyarakat turun tangan, seharusnya kemudian diarahkan pada kegiatan atau usaha sosial atau membuat yayasan untuk kemajuan para pahlawan devisa.

Untuk itu, Komisi IX DPR mendesak pengelola sumbangan sosial untuk lebih berhati-hati. Penyaluran sumbangan sosial harus konkret dan tidak hanya diserahkan dalam bentuk uang karena dapat memicu kecemburuan sosial.

"Darsem itu TKI paling beruntung, dia harusnya membantu TKI lain yang kurang beruntung. Waktu dikasih TVOne saya sudah duga jadinya begitu. Seharusnya tidak semuanya dikasih ke Darsem, kan Darsem janji mau ngasih Ruyati. Uangnya kan bisa digunakan untuk mendirikan yayasan bagi TKI yang kurang beruntung, Darsem juga kan sudah dibantu dengan uang negara," ujar Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning.

Ke depan pihak penyelenggara kegiatan seperti ini harus tahu betul kondisi psikologis orang yang ingin dibantu. Harus betul-betul hati-hati mengarahkan sumbangan sosial seperti yang diberikan ke Darsem ini.

“Karena mereka mendapatkan dana yang begitu besar dan bisa membuat siapa saja lupa diri dan ditolak masyarakat. Ini malah menimbulkan masalah sosial baru," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chaerul Mahfiz.

Kegiatan sumbangan sosial yang tidak tepat sasaran dipandang Irgan justru kontraproduktif. Ia menyarankan sumbangan sosial disalurkan secara cermat dalam bentuk benda atau hal yang konkret dapat diterima orang yang tepat tanpa menimbulkan kecemburuan sosial. Tentu bukan apa yang dialami bukan salah Darsem semata. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
17 Komentar
No Name
Jumat, 7 Oktober 2011 | 20:23 WIB
sampah!! ga tau diri
trungtum
Rabu, 5 Oktober 2011 | 11:57 WIB
darsem wong picek tembe melet.. sing ingat bengen nok..aja mentang2 wing sugi sombong ning wong..harta ora di waga mati..ingat nok allah ora turu
Frenky Utomo
Senin, 3 Oktober 2011 | 21:45 WIB
Darsem kaya turuke wong ngemis bangsat bajingan brengsek di tulung malah mentung
none
Selasa, 20 September 2011 | 20:22 WIB
ingat darsem! azab ALLah cepat atau lambat akan datang, sadarlah
wong deso juga
Minggu, 18 September 2011 | 13:08 WIB
jangan gitu, anda ini seperti orang iri yang nggak bisa lihat orang dapat rejeki, emangnya anda nyumbang berapa?gini ya, kalau beli rumah kecil itu wajar, emang uang segitu mau buat apa? kenapa anda seperti orang putus asa yang nggak bakal kebagian rejeki, rejeki itu akan diberikan Yang Diatas kalau kita pantas terima, ingat, kalau ada pengacara meninggal mewariskan 50 milyar ke anak nya yg masih SMP, kira -kira duitnya habis nggak? tidak ada yang membuat kita terima rejeki lebih kecuali Yang Maha Kaya melihat kapasitas yang kita bangun sesuai untuk jumlah tersebut. jangan berkomentar seperti orang yang depresi gitu, ngagak baik, udah nyumbang ya udah, TVone itu juga kayaknya wartawan tampangnya pintar tapi miski, hadistnya, kalau nyumbang itu tangan kanan yg tangan kiri nggak perlu tahu, jangan diungkit -ungkit lagi, tidak baik. apalagi kalau anda merasa orang yang berpandidikan...
agung
Senin, 22 Agustus 2011 | 15:24 WIB
makanya klo nyumbang jangan asal nyumbang. orang pinter digobloki jadinya. payah tv one. ga mikir. bikin orang kapok untuk menyumbang
riyadi
Senin, 22 Agustus 2011 | 12:07 WIB
bu darsem masih untung ga jadi di pancung, selamat di dunia di aherat ga tau deh?
cepy
Minggu, 14 Agustus 2011 | 12:30 WIB
sem, darsem! jangan seperti pribahasa kacang lupa kulitnya. Lg butuh aja nangis2,klo kaya aja lupa semuanya.
JULIASAN SAHPUTRA
Minggu, 14 Agustus 2011 | 09:11 WIB
Darse,darsem dan darsem, manusia yg tdk merasa berterima kasih, uang titipan yg dipegangnya bukanlah untuk hidup berpoya-poya namun untuk membantu sesamanyanya ( TKI ), itulah masyarakat, kalau dianggap endak respon pemerintah lagi yg disalahkan, namaun kalau dah begini tdk ingat dengan pemerintah,dunia...dunia.
mirza
Rabu, 10 Agustus 2011 | 10:00 WIB
khas KERE....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER