Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 07:20 WIB

Dolly Libur, Prostitusi Geser ke Rumah Kos

Senin, 1 Agustus 2011 | 01:36 WIB
Dolly Libur, Prostitusi Geser ke Rumah Kos
beritajatim.com
facebook twitter

INILAH.COM, Surabaya - Sejak Minggu (31/7/2011), lokalisasi prostitusi Dolly ditutup selama Bulan Ramadhan. Penutupan dilakukan untuk menghormati Umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Lantas apakah para Pekerja Seks Komersial (PSK) turut libur? Dari pantauan beritajatim di kawasan Dolly malam ini, kawasan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut nampak sepi dan gelap. Tidak ada kelap-kelip lampu, dentuman musik, serta gelak tawa gadis akuarium alias PSK.

Seluruh wisma nampak gelap dan pintu terkunci dari luar. Tak hanya itu, Gang Dolly yang biasanya penuh sesak pengunjung pun nampak sangat sepi. Hanya beberapa pengendara motor nampak melintas.

Jarwo, seorang pedagang kopi yang berada di depan salah satu wisma mengatakan, semenjak pagi tadi semua PSK berbondong-bondong meninggalkan wismanya. Mereka mengaku pulang kampung selama bulan Ramadhan.

"Wes moleh kabeh. Mau isuk rombongan terakhir (sudah pulang semua mas. Pagi tadi rombongan terakhir)," ujarnya

Ketika beritajatim mencoba menanyakan, apakah PSK benar-benar libur dan pulang kampung, Jarwo menuturkan, meski tidak bertransaksi secara resmi di Dolly, bisnis prostitusi tidak hanya berhenti sampai disitu. Menurut Jarwo, banyak PSK yang sebenarnya tidak pulang kampung. Mereka memutuskan untuk menempati rumah-rumah sewa atau kos-kosan.

"Yo gak moleh kabeh, roto-roto akeh sing nang kos-kosan (ya ndak pulang semua mas, rata-rata tinggal di rumah kos)," terangnya.

Jarwo menjelaskan, para hidung belang masih dapat menyalurkan hasrat seksualnya kepada para PSK, namun cara bertransaksinya yang berbeda. Jika pada hari biasa, pelanggan bisa langsung memilih gadis akuarium tersebut di wisma. Namun pada bulan Ramadhan, pelanggan langsung order kepada PSK langgananya melalui telpon. Tempat 'ritual nikmatnya' pun bervariasi, yakni di hotel atau langsung 'eksekusi' di tempat kos.

"Jare sopo posoan gak isok mboking, gampang mas, telpon ae langsung nang wedok'e, (kata siapa bulan puasa tidak bisa boking, telfon saja langsung pada perempuannya)," ujarnya.

Untuk pria hidung belang yang tidak mempunyai nomor telpon PSK, para pelanggan bisa berjalan-jalan di kawasan Dolly. Menurut Jarwo, disana banyak orang yang menawarkan wanita dengan cara terselubung.

"Gampang, akeh kok makelar'e nang kene (gampang mas, banyak kok makelarnya di sini)," pungkas Jarwo. [beritajatim/lal]

Komentar

x