Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 06:24 WIB

Pembebasan Bupati Pasuruan Diprotes Kyai Kampung

Minggu, 31 Juli 2011 | 23:30 WIB
Pembebasan Bupati Pasuruan Diprotes Kyai Kampung
Foto : ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Pasuruan - Pembebasan Bupati Pasuruan Dade Angga dari perkara hukum yang membelitnya oleh Mahkamah Agung (MA), menuai protes.

Para ulama di Pasuruan mengecam pembebasan hukum terhadap Dade yang dituding mengorupsi uang kas pemerintah daerah tersebut.

"Kita mengecam para birokrat yang berkunjung ke rumah Dade Angga tersebut. Karena mereka tak ubahnya seperti para penjilat. Padahal, vonis bebas Dade Angga sampai kini belum ada salinan putusan resminya," ujar KH Fahrurrozi, Koordinator Kyai Kampung Pasuruan, Minggu (31/7/2011).

Pengasuh Pondok Pesantren Canga'an Bangil ini mengungkapkan, sejumlah kyai kampung yang turut menyatakan sikap diantaranya adalah Gus Amirudin dari Rembang, Ust Imron Rosyadi asal Purwosari, Gus Nidhom asal Sukorejo, Gus Islahul Dayat asal Pandaan, KH Abdurrahman Jaini dari Prigen.

Gus Fakhrurrozi menambahkan, tak hanya mengecam namun pihaknya juga sangat menyesalkan putusan MA, yang telah membebaskan Bupati Pasuruan non-aktif Dade Angga dari jerat hukum, terkait kasus korupsi dana Kas Daerah Pemkab Pasuruan senilai Rp 74 miliar itu.

"Kita akan menggalang tanda tangan sedikitnya 100 ulama, yang akan dikirim ke MA dan tembusannya ke Presiden RI. Sebab, kita tak rela jika Dade Angga dibebaskan begitu saja. Dengan bebasnya dia, terus siapa yang akan bertanggung jawab atas bocornya kasda Rp 74 miliar itu," imbuhnya. [beritajatim/lal]

Komentar

Embed Widget
x