Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 07:03 WIB

KPK Bantah Jual Diri Soal Century

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 21 Juli 2011 | 07:13 WIB
KPK Bantah Jual Diri Soal Century
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Keraguan publik terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Century sulit untuk ditampik. Dalam rapat Tim Pengawas Century Rabu (20/7/2011) juga muncul keraguan tersebut. Namun, KPK dengan tegas menepis angggapan itu.

Ketua KPK Busyro Muqoddas membantah bila institusi KPK tunduk dengan kepentingan pemerintahan SBY-Boediono dalam kasus Century. "Kami tidak menjual institusi kami ke pemerintah, itu tidak mungkin. Janganlah mencurigai kami. Kami juga tidak pernah curiga dengan DPR," bantah Busyro saat rapat Timwas Century dengan KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung di gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/7/2011).

Pernyataan ini merespon ungkapan anggota Timwas Century dari Fraksi Partai Hanura Akbar Faisal yang kecewa dengan penjelasan KPK terkait kesimpulan yang diserahkan ke DPR. "Apa yang disampaikan KPK ini suara pemerintah, ini jelas," kritiknya.

Dia berujar, jika memang kondisi penanganan kasus Century seperti ini, lebih baik DPR tidak lagi mengawal kasus Century dalam ranah hukum namun membawa perkara Century ini ke ranah politik. "Lebih baik kita bawa kasus ini ke ranah politik," cetus Akbar.

Perdebatan di rapat Timwas Century ini bermula saat membicarakan teknis rapat. Saat KPK akan menyampaikan pendapatnya terkait penanganan kasus Century, anggota Timwas Century meminta agar setiap poin yang berjumlah delapan direspon Timwas. "Kami minta poin per poin kemudian disimpulkan," kata anggota Timwas Century dari Fraksi PKS Fahri Hamzah.

Delapan poin yang dimaksud yakni permohonan repo aset Bank Century ditindaklanjuti dengan proses pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) oleh BI, Bank Century terindikasi menyampaikan informasi rasio kecukupan modal (CAR) yang manipulatof kepada BI, indikasi rekayasa perubahan Peraturan Bank Indonesia (PBI) serta poin tentang rekayasa BI agar FPJP kepada Bank Century dapat dicairkan pada 14 November 2008.

Selain itu, juga tentang persetujuan BI terhadap permohonan Bank Century untuk mendapatkan FPJP, BI tetap memberikan fasilitas FPJP meski CAR Bank Century negatif, pencairan FPJP senilai Rp689.394 juta yang tidak sah, serta pengawasan BI kepada Bank Century yang tidak berjalan karena terjadi pembayaran kepada dana pihak terkait setelah FPJP diberikan.

Dalam kesimpulan KPK disebutkan sampai saat ini, tim penyelidik belum menemukan bukti adanya tujuan lain seperti menguntungkan atau memperkaya diri sendiri dan orang lain. "KPK hanya kasus korupsi saja. Kan pelanggaran banyak ada administrasi, perdata, tata negara kami tidak punya kewenangan, kami hanya pada pidana korupsi. Kalau DPR melihat ada kesalahan administrasi, silakan saja berpendapat," cetus Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah. [mdr]

Komentar

x