Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 07:07 WIB

POM-AL Gadungan Peras Pedagang untuk Makan Gratis

Oleh : Suriani | Senin, 18 Juli 2011 | 04:10 WIB
POM-AL Gadungan Peras Pedagang untuk Makan Gratis
Foto : ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Makassar - Harianto (31) akhirnya ditangkap polisi setelah beberapa bulan memeras para pedagang Sarilaut di Jalan Gunung Bulusaraung. Warga Katangka, Kabupaten Gowa ini dilaporkan para pedagang yang gerah dengan kelakuannya.

Dalam menjalankan aksinya, Harianto mengaku sebagai Polisi Militer Angkatan Laut (POM-AL). Perawakannya yang tinggi dengan badan berotot ini sangat mendukung. Ia meminta uang dan makan kepada sejumlah pedagang sarilaut di sepanjang Jalan Bulusaraung, Kecamatan Bontoala Makassar.

Aksinya ini hampir dilakukan tiap malam. Selain memalaki, dia juga minta makan gratis kepada pedagang secara bergiliran. Para pedagang yang tak terima diperas terus menerus kemudian melaporkan Hari ke kantor polisi sektor Botoala.

Panit I Polsek Bontoala, Iptu Misbakhul mengatakan, pelaku ditangkap karena adanya informasi dari sejumlah pedagang sari laut yang merasa dirugikan, pasalnya sering dipalaki oleh seorang yang mengaku anggota Pamol.

Ia menambahkan dari informasi itu, pihaknya lalu menurunkan anggota polisi berpakaian preman dan berpakai dinas untuk meringkus pelaku. betul saja, pada Minggu malam, Harianto datang lagi. Saat dibekuk, pelaku sedang makan.

" Berdasarkan laporan pedagang, mengaku mereka sering diperas oleh orang yang mengaku anggota POM-AL, lalu kami menindak dengan menebar polisi berpakaian preman," kata Misbakhul, Minggu (17/7/2011).

Pelaku kemudian digelandang ke Kantor Polsek Bontoala untuk diperiksa. Setelah digeledah, polisi mengamankan barang-barang atribut seorang aggota Marinir berup dompet Marinir, lambang POM-AL, foto tersangka berpakaian dinas, kartu nama POM-AL bersama foto tersangka sebagai barang bukti.

Saat diinterogasi petugas, ia mengaku sebagai POM-A gadungan hanya untuk numpang makan gratis. Pelaku mengaku sudah makan gratis lima kali. Ia mengaku menipu karena tidak punya uang untuk makan. Selama menjalankan aksinya, pelaku memperlihatkan kartu anggota POM-AL yang sudah discan komputer kepada sejumlah pedagan sari laut.

" Saya mengaku anggota POM-AL supaya mereka takut," kata pria pengangguran ini.

Komentar

x