INILAH.COM, Jakarta - Apa yang dikatakan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam wawancaranya di Bloomberg TV, mengenai tiga partai besar di Indonesia memanipulasi pemerintah menjadi kontroversi.
Pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya menyatakan, meski mengatahui banyak rahasia alias 'daleman' pemerintah, namun pernyataan Sri Mulyani tidak bisa dijadikan fakta hukum.
”Ini temuan yang menarik ketika keluar dari mulut Sri Mulyani yang kaitan mengetahui seluruh anggaran departemen dan anggaran yang dipegang oleh DPR,“ ucap Yunarto usai diskusi polemik Trijaya dengan tema ' Ironi negeri ini' di Warung daun Cikini, Jakarta, Sabtu (16/7/2011).
Menurutnya, semua masyarakat tahu bahwa Sri mulyani adalah korban politik dan korban kartel politik sehingga ia terlempar tidak berada di pemerintahan lagi.
”Ini hanya sharing saja karena dia sudah berada di luar pemerintahan dan kekuasan politik dan itu sesuai dengan apa yang dipersepsikan selama ini walaupun tidak melalui fakta hukum,“ ucap Yunarto.
Seperti diketahui dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi Bloomberg dan dikutip situs srimulyani.net, mantan Menteri Ketuangan Sri Mulyani mengatakan tiga partai besar di Indonesia memanipulasi pemerintah.
Tiga partai ini memiliki pengaruh besar di Indonesia, bisa mempengaruhi kebijakan, memanipulasi pemerintah, menguntungkan diri sendiri dan mengatur dunia politik di Indonesia. [mah]