Kamis, 17 Mei 2012 | 10:37 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Apa Urgensi Pemerintah Kontrol Twitter?
Headline
dailymail.co.uk
Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Jumat, 15 Juli 2011 | 07:32 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Bagi Anda pemilik akun Twitter atau Facebook mulailah menulis status atau timeline dengan hati-hati. Karena tak lama lagi pemerintah bakal melakukan pengontrolan. Ini ditujukan untuk menghindari pergolakan massa seperti di negeri Timur Tengah. Sedemikian ekstremnya keadaan di Tanah Air?

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menyebutkan pemerintah berkewajiban melakukan kontrol terhadap media sosial (social media) yang ada di internet seperti Twitter dan Facebook. "Jangan sampai seperti Tunisia dan Libya yang gagal mengontrol media sosial seperti Facebook dan Twitter, sehingga terjadi pergolakan," kata Tifatul seusai pembukaan Roadshow Sosialisasi Internet Sehat dan Aman di Jakarya, Kamis (14/7/2011).

Dia menyebutkan kontrol terhadap media sosial seperi Facebook dan Twitter dimaksudkan agar masyarakat memiliki tanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya. "Mereka memang bebas mengeluarkan pendapat, tapi harus bertanggungjawab," ujarnya.

Dia menuturkan kritik terhadap pemerintah saat ini tak hanya dilakukan oleh lembaga perwakilan. Namun peran masyarakat melalui mikro blogging cukup kritis dalam menyampaikan kontrol terhadap pemerintah. Oleh karenanya kritik melalui media sosial harus dilandasi tanggungjawab.

Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan ketidaksetujuannya atas rencana pemerintah mengontrol sosial media seperti Facebook dan Twitter. Menurut dia, rencana tersebut berlebihan karena media sosial justru menjadi ajang ekspresi bagi masyarakat.

"Saya kira ini berlebihan dan dipastikan akan ditolak dan tidak disetujui oleh DPR. Karena kebebasan berekspresi benar-benar dijamin oleh UU dan UUD 1945," tegasnya di gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/7/2011).

Pengamat komunikasi politik Tjipta Lesmana menilai mustahil bagi pemerintah mengkontrol media sosial seperti Twitter dan Facebook. "Selama ada internet, komputer dan hand phone, tidak akan bisa melakukan kontrol terhadap new media," ujarnya.

Dia meminta pemerintah tidak perlu takut seperti yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah dengan pergolakan revolusi oleh masyarakat. Dia menuturkan, aksi pergolakan massa akan terjadi jika pemerintah berbuat korup dan lalim kepada warganya. "Tapi saya kira pemerintah SBY belum masuk kategori korup dan lalim, jadi tidak perlu takut," tuturnya.

Justru Tjipa memgingatkan, ide yang dimunculkan Kominfo memunculkan dugaan negatif dari publik. Dia menegasakan pemerintah tidak perlu ketakutan dengan kehadiran media baru yang belakangan menjadi tren. "Kalau mau kontrol, justru akan menimbulkan kecurigaan publik," ingatnya.

Perkembangan pengguna mikroblogging di Tanah Air memang memgalami pertumbuhan signfikan. Pada 2011 ini saja, Indonesia mendapat peringkat kedua untuk pengguna Facebook se-dunia, sedangkan untuk Twitter, Indonesia menduduki rangking ketiga.

Tak jarang, di mikroblogging Twitter persoalan di Tanah Air kerap menjadi trending topic di jejaring sosial itu. Seperti kasus Ariel Peterpan dan Tifatul Sembiring pernah menjadi topik yang ramai diperbincangkan. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.