Sabtu, 19 April 2014 | 04:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Beda Menteri Era Soeharto dan SBY
Headline
Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com/Wirasatria
Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Sabtu, 17 Oktober 2009 | 11:31 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta Publik saat ini menanti siapa yang dipanggil oleh presiden terpilih SBY untuk diminta menjadi menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Namun selama satu dasawarsa era reformasi ini, publik sama sekali tak mendapati menteri yang melegenda.

Menteri datang dan pergi nyaris tak dikenang oleh publik. Inikah akibat salah rekrutmen atau pola kepemimpinan tak tepat?
Kepemimpinan Soeharto selama era Orde Baru, semua bersepakat harus dikoreksi. Namun di era Soeharto, banyak bermunculan menteri yang melegenda di masanya. Sebut saja Ali Wardhana (menteri keuangan dan menteri kooordinator perekonomian), Bustanul Arifin (kepala Bulog dan menteri koperasi), Ali Moertopo (Menteri Penerangan), Jop Ave (menteri pariwisata, pos, dan telekomunikasi), Sudharmono (menteri sekeretaris negara yang ahli hukum), Ali Alatas (menteri luar negeri), Ismail Saleh (menteri kehakiman), dan beberapa nama lainnya.
Mereka besar dan disegani di eranya, termasuk hingga era berikutnya. Tak jarang mereka dijuluki 'begawan' di bidangnya. "Saya suka dengan cara Soeharto dalam membentuk kabinetnya yang cukup profesional kala itu. Ini bukan soal super power yang Pak Harto miliki," jelas Yayat Supriyatna salah seroang pelaku usaha ketika berbincang soal Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (16/10).
Ia mencontohkan, berbicara koperasi dan bulog, publik sulit melepaskan dari figur Bustanul Arifin, menteri Koperasi dan Kabulog era Orde Baru. Yayat membandingkan dengan figur di bidang yang sama di era saat ini seperti Widjanarko Puspoyo, Beddu Amang dan lain sebagainya. Pak Harto unggul dalam penunjukkan para pembantunya, cetusnya. Meski demikian, Yayat mencatat di akhir-akhir periode, Soeharto juga tak begitu cakap dalam memilih para pembantunya.
Yayat menuturkan, meski Pak Harto memiliki super power namun ia menjadikan para pembantunya menjadi bintang di masing-masing bidangnya. "Pak Harto menjadikan menteri-menterinya sebagai lurah di masing-masing pos dan departemennya," ujarnya seraya menyebut di era terakhir ini memang muncul beberapa nama seperti Dorodjatun Kuntorojakti (Menko Perekonomian era Megawati) yang mendekati kadar legendaries di bidang perekonomian.
Sementara Sejarawan LIPI Asviwarman Adam menegaskan, kiprah para menteri yang melegenda di era orde baru tidak terlepas dari masa jabatan Soeharto yang tidak terbatas. Sedangkan era reformasi, presiden hanya dibatasi dua kali periode. "Waktu Orde Baru berkuasa lebih lama. Sedangkan saat ini dibatasi. Jadi sulit berharap menteri bertahan dari presiden satu ke presiden berikutnya, ujarnya.
Apalagi, menurut Asvi, baru era SBY yang penuh lima tahun dalam menjabat.
Meski tesis Asvi tidaklah sepenuhnya tepat. Contoh menteri yang menjabat dari era Presiden KH Abdurrahman Wahid hingga SBY yakni menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Meski hampir satu dasawarsa memimpin ESDM, Purnomo nyaris tak moncer di bidangnya, setidaknya tidak melegenda.
"Purnomo Yusgiantoro tidak meleganda karena terkait dengan memori masyarakat terkait kenaikan dan penurunan BBM," ujarnya.
Di atas semua itu, Asvi menilai, untuk menjadikan menteri yang melegenda pada masanya, harus memenuhi prasyarat yang dimiliki. Menurut dia, penempatan figur yang pas serta di tempat yang pas menjadi salah satu kuncinya. Selain pula, momentum penempatan figur tersebut juga menjadi salah satu faktor. Yang terpenting the right man on the right place, serta momentum penempatan yang tepat," ujarnya.
Asvi pun menilai, KIB Jilid II mendatang sepertinya akan sulit mendapati menteri yang melegenda dan menyejarah di bidang dan posnya. Menurut dia, proses rekrutmen dengan kalkulasi jatah partai politik yang mengesankan kerja asal-asalan. "Seperti figur Bambang Sudibyo yang seorang ekonom tekonokrat ditempatkan di mendiknas," ujarnya. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER