Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 19:49 WIB

Satpam Pembunuh itu Ternyata Masih Berutang

Sabtu, 2 Juli 2011 | 03:33 WIB
Satpam Pembunuh itu Ternyata Masih Berutang
Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Batam - Dibalik kekejaman dan sifat sadis para pembunuh Putri Mega Umboh, istri perwira Polda Kepulauan Riau, ternyata mereka sering berutang di sebuah warung kopi tak jauh dari perumahan itu.

Pembunuhan sadis yang telah menewaskan istri Kasat Reskrim Polda Kepri Kompol Mindo Tampubolon itu, selain dilakukan pembantu korban juga melibatkan 6 oran petugas sekuriti yang biasa berjaga di kompleks perumahan tersebut. Ternyata para sekuriti Perumahan Anggrek Mas 3, Balerang, Batam yang telah melakukan pembunuhan sadis itu masih memiliki utang.

"Mereka itu suka ngutang di warung saya. Entah itu rokok ataupun kopi, terlebih kalau bulan sudah menunjukkan tanggal tua," kata Haryati, pemilik warung di luar pagar perumahan Anggrek Mas 3 sambil menunjukkan daftar hutang para sekuriti itu, Jumat (1/7/2011) seperti dikutip INILAH.COM dari batamtoday.

Haryati menyebutkan daftar hutang para sekuriti setidaknya mencapai ratusan ribu rupiah dan ketujuh sekuriti itu yakni Andreas, Nurdin, Suprianto, Widodo, Joachim, Bachruddin dan Sahrul kesemuanya memiliki 'akun' hutang di warung yang sangat sederhana tersebut.

Namun Haryati hanya menunjukkan 'akun' milik Andreas, Nurdin dan Suprianto yang hutang ketiganya mencapai Rp150 ribu. Hingga diringkusnya ketujuh sekuriti itu, Haryati mengatakan kesemuanya belum menjalankan kewajibannya untuk melunasi hutang mereka.

"Masalah hutang mereka itu sudah saya anggap lunas, dan tidak seberapa. Biarin sajalah sudah saya ikhlaskan," kata Haryati.

Perempuan setengah baya itu betul betul tak menyangka para sekuriti yang biasa menjadi pelanggan warungnya terlibat peristiwa pembunuhan Putri Mega Umboh yang menggegerkan Batam. Haryati mengaku kaget setelah tahu ternyata pelakunya melibatkan para sekuriti yang selama ini menyambangi warungnya.[iaf/batamtoday]

Komentar

x