Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 21:37 WIB

Kawal Instruksi SBY ke Kapolri Soal Nazaruddin

Oleh : Herdi Sahrasad | Jumat, 1 Juli 2011 | 22:00 WIB
Kawal Instruksi SBY ke Kapolri Soal Nazaruddin
Presiden SBY - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil sikap soal M Nazaruddin, harus dikawal publik dan pers. SBY sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo untuk mencari, menangkap dan membawa pulang Nazaruddin.

Implementasi dari instruksi presiden itu, harus dijaga dan dikawal publik agar kinerja kepolisian, efektif dan tuntas. PresidenSBY sudah merespon cepat dan menginstruksikan Kapolri bertindak.

Dalam konteks Nazaruddin ditetapkan sebagai tersangka, ada hal yang menarik, karena Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro mengatakan Presiden SBY sebaiknya menghubungi pemerintah Singapura untuk bisa memulangkan Nazaruddin. Setelah itu tinggal kontak antara Polri dengan Polisi Singapura.

Seperti diberitakan, Kamis (30/6/2011), Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Rianto menyampaikan, Nazaruddin disangka melanggar tiga pasal penerimaan suap yaitu Pasal 5 Ayat 2 dan atau Pasal 12 huruf a dan b, dan Pasal 11 Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi.

Namun, Bibit belum dapat mengungkapkan peran Nazaruddin dalam kasus tersebut. Menurut Bibit, penetapan Nazaruddin sebagai tersangka sudah berdasarkan bukti, baik berupa keterangan saksi maupun bukti dokumen.

Hanya saja, penetapan Nazaruddin sebagai tersangka oleh KPK, tidak serta merta membuat publik puas atas kinerja lembaga antikorupsi itu yang dinilai kian hari kian tak bertaring. Sejumlah kalangan merasa pesimistis KPK akan berhasil membawa pulang Nazaruddin dan menjeratnya dengan hukuman.

Dalam kaitan ini, penting untuk pers dan civil society mengawal kinerja Kapolri sesuai perintah Presiden agar bisa membawa pulang Nazaruddin dari Singapura. Dengan cara demikian, korupsi Sesmenpora bisa ditelusuri lebih dalam berdasarkan kesaksian Nazaruddin. Ini penting untuk mencari keadilan dan kebenaran, agar skandal korupsi Sesmenpora itu bisa dituntaskan.

"Jika KPK konsisten, semua koruptor skandal itu harus ditindak, dan istana harus konsisten dengan pernyataan SBY yang menyatakan agar pelaku korupsi ini, dihantam semua tanpa kecuali," kata Danang Widoyoko dari ICW.

Kebenaran dan keadilan harus ditegakkan sekalipun langit runtuh, bukan? [mdr]

Komentar

x