Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 00:44 WIB

Mahfud-Arsyad Bertikai, Apa Kabar Refly Harun?

Oleh : Irvan Ali Fauzi | Kamis, 30 Juni 2011 | 05:04 WIB
Mahfud-Arsyad Bertikai, Apa Kabar Refly Harun?
Refly Harun - inilah.com
facebook twitter

INILAh.COM, Jakarta - Nama Refly Harun kini muncul kembali. Disebut setelah Ketua Mahakamah Kosntitusi (MK) Mahfud MD berselisih dengan mantan koleganya manta Hakim Kobnstitusi Arsyad Sanusi. Apa kabar Refly?

Sebuah artikel di harian Kompas, dengan judul "MK Masih Bersih?" adalah pangkal perseoalan keribuatan antara Machfud dengan Refly. Dalam tulisan itu Refly menuduh ada praktik mafia kasus di MK.

Refly sempat diberi 'keleluasaan' oleh Mahfud untuk membuktikan tuduhan dalam tulisannya. Maka dibentuklah tim dengan menggaet pakar hukum tata negara Saldi Isra, pengacara senior Adnan Buyung Nasution, dan Bambang Widjajanto.

Kesimpulan tim tersebut ketika itu, ada dua perkara yang menyeret dua hakim konstitusi yaitu Arsyad Sanusi dan Akil Mochtar.

Akil Mochtar selamat. Majelis Kehormatan Hakim (MKH) Mahkamah Konstitusi, ketikat itu menyatakan bahwa Hakim Akil Mochtar tak melakukan pelanggaran etik terkait kasus dugaan upaya penyuapan Rp 1 miliar dari Bupati Simalungun, Sumatera Utara, Jopinus Ramli Saragih.

MKH tidak menemukan bukti, baik langsung maupun tidak langsung, yang mengindikasikan bahwa Saragih benar-benar menyerahkan uang itu kepada Hakim Akil, seperti dituduhkan Refly Harun.

Namun sebaliknya, laporan Refly Harun berhasil menggulingkan Arsyad Sanusi dari kursi empuk Hakim Kosntitusi. Arsyad mundur setelah diduga menerimasuap dari calon Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud. Bukti keterlibatannya dalam suap itu adalah keterlibatan Neshawati, putri Arsyad sendiri. Saat itu, Arsyad mundur karena mengaku malu karena diduga terlibat kasus suap tersebut.

Dalam kasus pemalsuan surat MK, nama Arsyad kembali harus dicoreng. Dia dituding terlibat sebagai dalang pemalsuan surat MK pada 2009 silam. Arsyad pun membantah hal tersebut.

Bahkan di depan Panja Mafia Pemilu Komisi II DPR, Arsyad membantah telah menyetujui pembentukan tim investigasi internal di MK yang dipimpin Refly Harun ketika itu. Inilah pangkal persoalan yang menyebabkan Arsyad dan Mahfud MD saling berbantahan di media massa.

Mahfud MD menilai keterangan yang diberikan oleh mantan hakim konstitusi Arsyad Sanusi di depan Panja Mafia Pemilu Komisi II DPR bohong. Terutama soal pembentukan tim investigasi yang dipimpin oleh Refly Harun.

Namun, dimanakah Refly Harun saat namanya disebut kembali? Pengakuan Refly inilah yang bisa membuktikan siapa yang benar, dalam polemik ini. Apakah Arsyad, atau Mahfud? [iaf]

Komentar

 
x