Senin, 22 Desember 2014 | 19:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sadis! Istri Perwira Dibunuh di Depan Anaknya
Headline
Ilustrasi
Oleh:
nasional - Senin, 27 Juni 2011 | 07:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Batam - Sungguh sadis pembunuhan yang dilakukan Ros (22) terhadap majikannya sendiri, Putri Mega Umbu (25). Putri adalah istri perwira Polda Kepulauan Riau Kompol Mindo Tampubolon. Dia dihabisi di dalam mobil dengan sebilah parang besar di depan anaknya.

Aksi sadis Ros tersebut dilakukan dibantu oleh kekasihnya Ujang (25) di kawasan Telaga Punggur, Batu Besar, Batam, Sabtu (25/6/2011) malam. Sebelum dibunuh, korban dan dua anaknya sempat mengalami penyekapan sejak Jumat oleh sang pembantu yang dibantu oleh pacarnya itu.

Awalnya suami korban Kompol Mindo Tampubolon, merasa heran kepergian istrinya yang belum kembali sejak Jumat (24/6/2011) sore. Mantan Wakapolres Natuna ini mengatakan, istri dan kedua anaknya pergi meninggalkan rumah sejak Jumat menggunakan mobil Nissan X-Trail warna hitam Nopol BP 24 PM. Dia pun melaporkan hal ini ke petugas Polresta Barelang dan Polda Kepri.

Kekhawatiran Mindo semakin jadi, karena hingga Sabtu malam belum juga ada kabar tentang keberadaan isteri dan anaknya. Mindo yang kini menjabat sebagai Kasubdit II Direskrimsus Polda Kepri, menurunkan anak buahnya menyusuri pulau Batam, mulai dari kawasan Barelang sampai ke Sekupang, Nongsa, dan daerah pelosok lainya. Seluruh Polsek mendapat atensi yang sama untuk mencari keberadaan isteri dan kedua anak dari perwira polisi ini.

Namun akhirnya polisi mendapat kabar keberadaan Nisssan X-Trail Hitam Nopol BP 24 PM, yang terparkir di pinggiran hutan kawasan Telaga Punggur, Batu Besar, Batam, pada Minggu pagi pukul 09.00 WIB.

Namun Polisi terkejut hebat melihat keadaan korban yang tewas sangat mengenaskan, korban ditemukan tanpa mengenakan busana sama sekali di jok mobil bagian belakang, dan terdapat empat tusukan pada bagian perut korban, bercak darah ada dimana-mana di bagian dalam mobil.

Lebih mengenaskan lagi, di bagian jok depan, dalam keadaan terikat, anak korban, Kesia (4) terduduk pucat pasi, entah kesadisan apa yang baru dia saksikan, Kesia sampai membuang hajat di tempat duduknya, Namun tidak ditemukan keberadaan seorang lagi dari anak korban yang masih bayi.

"Ini pembunuhan sadis, kita akan cari tahu apa motif pembunuhan ini," ujar seorang perwira polisi di Polda Kepri yang juga rekan sejawat suami korban Kompol Mindo Tampubolon. Setelah melakukan olah TKP , kemudian petugas membawa jenazah ke RSOB untuk keperluan visum.

Usai terungkapnya kasus pembunuhan ini, rumah duka di Perumahan Anggrek Mas III, Batam Center tersebut nampak kosong. Meski demikian beberapa tetangga berkerumun, karena mereka juga mendapat kabar kalau tetangganya itu menghilang sejak dua hari lalu.

Rencananya jenazah Putri Mega Umbu akan dibawa terbang ke Jakarta hari ini. Jenazah korban akan disemayamkan di rumah orangtuanya di Jakarta yang kabarnya juga adalah seorang perwira tinggi Polri.[iaf/batamtoday]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
7 Komentar
ijhan Dolo
Rabu, 6 Juli 2011 | 21:26 WIB
gila tu orang emangnya ga punya otak apa?
adeks
Minggu, 3 Juli 2011 | 12:48 WIB
jangan jadi pembunuh hai manusia
Surahman
Sabtu, 2 Juli 2011 | 10:02 WIB
Astagfurullah!! Iblis apa yang merasuki si Pembunuh itu..?? Nyawa harus dibayar Nyawa!! Allahuakbar..sy baca berita ini sampai merinding..mudah2han musibah seperti itu dijauhkan dariku dan keluargaku..
gatot
Jumat, 1 Juli 2011 | 00:50 WIB
Sebagai warga masyarakat kita ingin tahu, seberapa seriusnya pihak aparat penegak hukum menangani masalah yang menimpa salah satu dari penegak hukum juga? Jika pihak penegak hukum tidak serius menangani kasus ini, apalagi yang dapat diharapkan oleh warga masyarakat biasa utk dapat perlindungan hukum,,,
agustiman
Selasa, 28 Juni 2011 | 03:46 WIB
mf pak polisi.....,kadang sesuatu yg sifatnya tdk terduga ncm anak yg tdk pulang atau sejenisnya...kenapa hrs memakai proses sampai harus menunggu 2x24 jam baru laporan direrima....,khan bs saja hal yg jelek bakal terjadi.....,apa tdk bs langsung ditangapi dn direspon secepatnya...agar semua kejahatan dpt dituntaskan dgn segera...serta pergerakan mereka bs terbatas,....sy ucapkan terima kasih kpd petugas yg begitu sigap menanganinya...hingga cpt pelakunya ditangkap.....tpi apakah sm dgn yg tdk mempunyai jabatan.....?
mandala
Senin, 27 Juni 2011 | 16:02 WIB
SADIS! cuma masalah uang jadi begini.dari jabatan dan wilayah kerja suaminya,kemungkinan para pembunuh bermaksud memberi PERINGATAN KERAS kepada beliau,tentu karena mereka merasa bisnisnya terganggu...ayo brimob dan densus tunjukkan ilmumu!
zulkem
Senin, 27 Juni 2011 | 09:52 WIB
sadis,,,,:'(
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER