Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 08:34 WIB

Kehabisan Uang, ABG Curi Tabung Untuk Main Game

Oleh : Suriani | Senin, 20 Juni 2011 | 01:18 WIB
Kehabisan Uang, ABG Curi Tabung Untuk Main Game
facebook twitter

INILAH.COM, Makassar - Empat anak dibawah umur, berinisial MR alias R (15), Y (13), A (15) dan F (15) nekat mencuri tabung gas sebanyak enam buah ukuran 3 kilogram untuk modal bermain game online.

Korban, Sri Kustini (53) yang tidak lain adalah bibi pelaku, F langsung melaporkan pencurian itu ke Polsek Panakukang begitu mengetahui enam tabung gas miliknya raib dari rumahnya.

" Saat membuka kios saya lihat tabung gas yang biasanya bertumpuk di dalam sudah berkurang. Kemudian saya tanya ke tetangga ternyata dia melihat tadi subuh F dan teman-temannya membawa tabung," ujar wanita yang memiliki usaha pencuncian pakaian dan makanan, Minggu (19/6/2011).

Sementara F yang berhasil diamankan petugas Kepolisian mengakui perbuatannya. Dia mengaku bersama teman-temannya mengambil tabung gas milik bibinya sekitar pukul 02.00 Wita. Tabung gas itu dikeluarkannya melalui lubang angin dan dibawah ke lorong dimana teman-temannya sudah menunggu, untuk selanjutnya diamankan di rumah R.

F mengaku perbuatan itu dilakukannya untuk bermain game online. Setiap harinya F yang tinggal dan disekolahkan oleh bibinya ini memang memiliki hobi bermain game tiga jam dengan bayaran sekitar sepuluh ribu rupiah.

Empat remaja itu diamankan Petugas Polsek Panakukang pada Minggu siang harinya. Kanit Reskrim Polsek Panakukang Inspektur Polisi Satu (Iptu) Dhimas Prasetyo mengatakan, kasus ini akan diproses dengan beberapa langkah. Berhubung pelaku masih dibawah umur.

" Akan kita selidiki dulu apakah pelaku benar-benar tinggal serumah dengan Sri. Kemudian akta kelahirannya untuk guna membuktikan apakah benar dibawah umur atau tidak," lanjutnya.

Ia menambahkan lagi, jika kasus ini dilanjutkan maka berita acara perkara (BAP) akan dipercepat dibanding dengan tahanan biasa. Masa tahanan paling lama 10 hari, kemudian dibuatkan penelitian masyarakat (Litmas) untuk menyelidiki keberadaan si anak dalam keluarganya.

" Kita juga bekerja sama dengan panti rehabilitasi anak yang berhadapan dengan hukum. Tapi ada ketentuan-ketentuannya," kata Dhimas.

Komentar

x