Minggu, 21 September 2014 | 05:02 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Duh, Tak Punya Laptop Rizky Ditolak SMPN 2 Bandung
Headline
IST
Oleh: Ageng Rustandi
nasional - Kamis, 16 Juni 2011 | 17:09 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Bandung - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Bandung menolak siswa baru dari jalur tidak mampu karena tak memiliki laptop.

Siswa pendaftar jalur tidak mampu itu adalah Muhamad Rizky Firdaus (12) yang berasal dari SD Pardomuan Bandung. Ibunda Rizky, Teti Rosniawati menuturkan, penolakan terjadi saat ia hendak mendaftarkan anak keduanya Muhamad Rizky Firdaus melalui jalur tidak mampu ke SMPN 2 Bandung.

Selain menuruti keinginan sang anak untuk melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 2 Bandung, alasannya mendaftar karena SMP Negeri 2 Bandung berada tidak jauh dari rumah tinggalnya di Jalan Baranangsiang.

“Saat mendaftar pada Senin (13/6/2011) lalu saya diterima oleh seorang guru di ruang Komite Sekolah setelah sebelumnya dilempar ke sana ke sini. Tapi guru SMPN 2 Bandung tersebut menyebutkan kalau bersekolah di SMP Negeri 2 yang bertaraf RSBI harus punya laptop yang harganya Rp5 Juta. Kemudian saya disarankan oleh guru tersebut untuk mendaftar ke SMP 7,” ungkap Teti dirumahnya, Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung, Kamis (16/6/2011).

Meski tidak ada kata-kata penolakan langsung dari pihak SMP Negeri 2 Bandung, Teti merasa harapan anaknya bersekolah di SMPN 2 Bandung kandas. Pasalnya, ia tidak mampu membeli laptop seharga Rp5 juta. Untuk itu ia mencoba menuruti saran guru SMP Negeri 2 Bandung untuk mendaftar ke SMP Negeri 7 Bandung meski lokasinya berbeda kecamatan.

“Saat mendaftar ke SMP Negeri 7 Bandung saya diterima oleh salah seorang Wakasek. Ia tidak bisa memberikan jaminan anak saya diterima namun akan tetap diproses karena lokasi rumah dengan lokasi SMP 7 berbeda kecamatan. Ya saya berharap bisa diterima di SMP 7 agar anak saya bisa sekolah,” tandasnya.

Secara terpisah, SMPN 2 Bandung membantah bahwa siswa yang belajar di SMP berlabel Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) tersebut diharuskan memiliki laptop.

“Tidak ada aturannya siswa yang mau masuk ke SMPN 2 Bandung harus punya laptop. Itu pasti infonya salah,” tandas Kahumas SMPN 2 Bandung Elin Karlina saat dihubungi wartawan, Kamis (16/6/2011). [gin/mah]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
7 Komentar
de ale
Selasa, 15 November 2011 | 10:19 WIB
dimana hati nurni loe...? kalau tdk diterima tdk usah pake alasan harus punya laptop... sistem RSBI pada alhirnya hanya memperlebar kensenjangan antara si miskin dan si kaya... jelas ini tidak bisa dibenarkan... hai para guru.... kalian sudah banyak mendapat rizki dgn adanya sertifikasi.... bantu mereka yg tidak mampu... jgn sombong.... suatu saat nanti Allah SWT akan membalasmu dgn sesuatu yg lebih menyakitkan sbg hukuman atas kesombongan kalian.... semoga Allah memberikan pelajaran bagi orang-2 laknat...
bro
Sabtu, 10 September 2011 | 10:31 WIB
Itu hanyalah keslahpahaman yang dibesar-besarkan SAJA!Saya adalah salah satu murid RSBI SMPN 2 Bandung.Memang,Laptop itu perlu untuk menunjang pelajaran di kelas RSBI.Tapi kenyataanya,tidak harus laptop yang harganya 5 juta dong,dikelas saya banyak yang pakai laptop bekas bapaknya,bahkan banyak laptop murid yang harganya dibawah lima juta, ya sekitar 2-3 jutaan lah.Jadi laptop jangan dipermasalahkan.
cakra jaka
Kamis, 21 Juli 2011 | 19:44 WIB
mungkin ini hanya salah paham saja... bisa saja beliau salah menanggapi... mungkin maksud dari smpn 2 laptop harganya rata rata 5 juta... bkn bermaksud harus mempunyai laptop yg berharga 5 juta..
sarah
Senin, 27 Juni 2011 | 22:31 WIB
hanya salah paham! saya yang seorang siswi smpn 2 bandung memang mempunyai labtop dan itu tidak wajib hanya untuk menunjang pembelajaraan dan labtopnya gak harus 5juta ._. yang penting komputer jinjing yang bisa di bwa ke sekolah
blur
Minggu, 26 Juni 2011 | 10:02 WIB
@Dea Prianka: lantas kenapa ibunda rizki mau saja mendaftarkan anaknya ke smp 7 yang terbilang jauh, jikalau di smp 2 ini kemungkinan besar rizki diterima dan difasilitasi oleh smp 2. Emang mba ga merasa aneh??? Atau karena takut diusut oleh menteri pendidikan??? Emang ada apa dengan laptop? Emang smp 2 tidak memiliki lab komputer yang canggih??? Waduh kasihan anak-anak bangsa kita
bhet
Sabtu, 18 Juni 2011 | 22:40 WIB
gak tau media yg lebay atau memang sekolahnya yg lebay????? buat adik Muhamad Rizky Firdaus, jadikanlah pukulan ini sebagai cambuk untuk meraih prestasi dan menjadi orang yg lebih sukses dikemudian hari karena untuk berprestasi bisa dimana saja dan tdk selalu harus di SMPN 2, ayoo dik..Rizky semangat yaa dik... sukses untuk mu... Muhamad Rizky Firdaus
Dea Prianka
Jumat, 17 Juni 2011 | 16:26 WIB
Maaf saya atas nama smp negeri bandung, menyatakan bahwa ini salah. pihak sekolah kami akan bersedia memfasilitasi bagi calon siswa yang kurang mampu
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER