Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 06:55 WIB

Pencuri Ayam Sekarat Dihakimi Massa

Oleh : Laela Zahra | Kamis, 9 Juni 2011 | 03:30 WIB
Pencuri Ayam Sekarat Dihakimi Massa
beritajatim
facebook twitter

INILAH.COM, Nganjuk - Dauji (50), tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, setelah dihajar massa karena mencuri ayam.

Pria sebatang kara asal Desa Pisang, Kecamatan Patianrowo itu dalam keadaan kritis di rumah sakit. Kaki kanan Dauji patah dan bagian lengannya luka-luka. Bahkan, wajahnya nyaris tak berbentuk karena memar dan bibirnya lebam.

Kepala Kepolisian Sektor Patianrowo Ajun Komisaris Sutono menjelaskan, pemilik ayam Mujiman (55), warga Desa Pecuk, Kecamatan Patianrowo, dicuri ayam ternaknya oleh Duaji. Mujiman telah dimintai keterangan saksi dan ayam ternaknya diamankan sebagai barang bukti kejahatan.

Pencurian berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB, Rabu (8/6/2011). Pelaku melakukan aksinya seorang diri dengan cara masuk ke kandang ayam milik korban, setelah berhasil mencongkel pintu menggunakan linggis dan obeng.

Berhasil mengeluarkan ayam betina dari kandang, pelaku hendak membawanya kabur. Sial, ayam bernilai Rp 30 ribu itu berkokok, sehingga korban terbangun.

Korban langsung menuju ke kandang dan memergoki pelaku tengah membawa ayam miliknya. Korban berteriak meminta pertolongan, sehingga warga sekitar beramai-ramai mengejar pelaku yang berusaha melarikan diri.

Tiga jam dalam pencarian, akhirnya pelaku berhasil ditangkap dipersembunyiannya, di balik tanaman tebu. Pelaku sempat berupaya melawan warga dengan linggis, namun berhasil ditangkap dan dihajar massa.

Beruntung polisi datang dan langsung mengamankan korban, untuk kemudian dilarikan ke rumah sakit umum terdekat. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa seekor ayam betina, sebuah lingis dan obeng, serta karung untuk menyimpan ayam.

"Pelaku kita dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukuman diatas lima tahun penjara," kata Sutono. [beritajatim/nic]

Komentar

x