Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 7 Maret 2015 | 00:30 WIB
Hide Ads

Ini Dia Dakwaan Terhadap Atasan Gayus Tambunan

Oleh : Marlen Sitompul | Senin, 6 Juni 2011 | 14:40 WIB

Berita Terkait

Ini Dia Dakwaan Terhadap Atasan Gayus Tambunan
Bambang Heru Ismiarso - inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan mantan atasan Gayus Tambunan, Bambang Heru Ismiarso di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin, (6/6/2011).

Dalam dakwaan JPU, terdakwa dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya tersebut sehingga terjadi kerugian keuangan negara.

JPU Fredy Simanjuntak mengatakan, akibat perbuatan terdakwa, negara mengalami kerugian sekitar Rp570 juta. "Telah memperkaya diri sendiri dan orang lain yang telah merugikan negara sebesar Rp570 juta," ucap Fredy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (6/6/2011).

Dalam dakwaan JPU, Bambang Heru Ismiarso bersama-sama dengan Gayus Tambunan, Humala SL Napitupulu, Maruli Pandapotan Manurung dan Johny Marihot Tobing diduga telah melakukan korupsi dalam penelitian permohonan keberatan dari PT Surya Alam Tunggal atas surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) PPN Pasal 16 D tahun 2004 dan Surat Ketetapan Pajak (STP) PPN Pasal 16 D tahun 2004.

Atas perbuatannnya, Bambang dijerat dua pasal yakni pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Tipikor, atau pasal 3 Undang-Undang Tipikor jo pasal 55 ayat (1) KUHP jo pasal 36 A Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Usai persidangan, Bambang enggan berkomentar banyak atas dakwaan JPU. Dia hanya akan mengatakan pembelaan pada nota eksepsi di persidangan selanjutnya pada senin 13 Juni 2011. "Ya kami akan lakukan keberatan, kan ada eksepsi," ujar Bambang. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.