Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 01:36 WIB

Vonis Ditambah, Haposan Bakal Adukan Hakim ke KY

Kamis, 2 Juni 2011 | 23:15 WIB
Vonis Ditambah, Haposan Bakal Adukan Hakim ke KY
Haposan Hutagalung - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Akibat hukumannya ditambah menjadi 9 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, terpidana kasus mafia hukum Haposan Hutagalung berang. Tak tanggung-tanggung, Haposan berencana akan mengadukan majelis hakim banding yang telah menaikkan hukumanya terkait adanya dugaan pelanggaran hukum kepada Komisi Yudisial.

"Pertama, Pengadilan Tinggi yang membenarkan putusan Pengadilan Negeri yang keliru karena Haposan dinyatakan terbukti memberikan uang kepada Penyidik Kompol M. Arafat Enanie dan Sri Sumartini, padahal sama sekali tidak ada alat bukti kecuali hanya pengakuan di dalam BAP Penyidik M. Arafat Enanie dan Sri Sumartini yang pengakuannya tersebut telah dicabut dalam persidangan," tandas Jhon SE Panggabean, kuasa hukum Haposan melalui pesan elektronik yang diterima INILAH.COM, Kamis (2/6/2011).

Hal ini menurut pihak Haposan telah melanggar prinsip hukum pembuktian, khususnya tentang penjatuhan pidana. Pasalnya, lanjut Jhon penjatuhan pidana sekurang-kurangnya harus memiliki dua alat bukti yang sah dan adanya keyakinan hakim.

"Dalam faktanya, pemberian uang oleh TERDAKWA kepada M. Arafat Enanie dan Sri Sumartini adalah tanpa alat bukti yang sah kecuali hanya 1 (satu) alat bukti yakni pengakuan dari M. Arafat Enanie dan Sri Sumartini. Dimana pengakuan tersebut telah dicabut dalam persidangan, sehingga putusan Pengadilan Tinggi seharusnya mengoreksi putusan Pengadilan Negeri, namun kenyataannya Pengadilan Tinggi justru membenarkan putusan Pengadilan Negeri, hal tersebut merupakan kekeliruan yang nyata," bebernya.

Dilanjutkan Jhon, bahwa Hakim Pengadilan Tinggi dinilainya juga telah keliru menyatakan bahwa Terdakwa Haposan Hutagalung terbukti dengan sengaja mencegah, merintangi ataupun menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan sidang pengadilan.

"Karena faktanya penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan sidang di Pengadilan Negeri Tangerang dalam Perkara Gayus yang ditangani Haposan Hutagalung selaku Advokat telah berjalan dengan baik sampai ada putusan, jadi apa yang dirintangi," lanjutnya.

Hakim Pengadilan Tinggi juga dinilainya tidak mempertimbangkan argumentasi Penasihat Hukum tentang pemberian hadiah. Dimana disebutkan Haposan telah memberikan hadiah kepada Mantan Kabareskrim Susno Duajdi sebesar Rp 500juta melalui Sjahril Djohan.

"Dalam perkara ini sejak awal Haposan tidak ada niat untuk memberi, melainkan karena diminta oleh Sjahril Djohan untuk diberikan kepada Susno Duadji. Sehingga Pasal tentang pemberian hadiah adalah tidak tepat diterapkan kepada Haposan Hutagalung," paparnya.

"Oleh karenanya, kami akan mengkaji lebih detail upaya kami selain mengajukan Kasasi juga akan mempertimbangkan untuk mengadukan masalah ini ke Komisi Yudisial RI karena dasar profesionalisme hakim dan adanya dugaan penghilangan fakta-fakta di persidangan," pungkasnya.[iaf]

Komentar

x