Jumat, 25 April 2014 | 04:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'Perang' Cicak Vs Buaya
KPK Vs Polri, Siapa Lebih Kuat?
Headline
ist
Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Jumat, 11 September 2009 | 06:06 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Pertarungan KPK versus Kepolisian tak terhindarkan. Kini para pihak cenderung menjatuhkan saling mengungkap kelemahan lawan. Medan pertempurannya, digelar lewat kasus bail-out Bank Century hingga testimoni Antasari Azhar. Siapa lebih kuat?

Jika sebelumnya kompetisi antarlembaga penegak hukum ini hanya muncul sebatas rumors dan asumsi, namun kini semuanya terbukti dengan gamblang. Masing-masing pihak juga memiliki kartu truf untuk menjatuhkan pihak lawan demi mengamankan posisi sendiri. Upaya Presiden SBY mendamaikan perseteruan KPK-Polri beberapa waktu lalu tampaknya tak membuahkan hasil. Sebalinya, perseteruan meeka malah kian terbuka.

Berpijak pada testimoni Antasari Azhar, Polri memanggil empat pimpinan KPK dan empat pejabat KPK. Polisi memanggil petinggi KPK dengan jeratan pasal 23 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 atas dugaan telah menyalahgunakan kekuasaan dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam pasal 421 KUHP.

Atas pemanggilan itu, mereka yang memenuhinya pada Kamis (10/9) hanya Direktur Penyelidikan KPK Iswan Elmi, Kabiro Hukum KPK Chaidir Ramli, dan Satgas Penyelidik KPK Arry Widiatmoko. Sebelumnya, Rabu (9/9) penyidik KPK Rony Samtana juga telah diperiksa polisi terlebih dulu.

Di sisi lain lagi, KPK juga 'mengancam' akan memanggil Kabareskrim Susno Duadji dalam kasus dugaan korupsi di Bank Century. Diinformasikan, Susno Duadji disebut-sebut terlibat dengan dugaan dua surat Susno yang memuluskan upaya pencairan dana US$ 18 juta milik Boedi Sampoerna di Bank Century. Meski untuk hal ini, bekas Kapolda Jawa Barat ini membantahnya.

Rencana KPK memanggil Susno Duadji hanya akan berlangsung jika telah memenuhi dua alat bukti yang cukup untuk pemanggilan. "Kami akan kaji apa ada indikasi SD ini terlibat," kata Waki Ketua bidang Penindakan KPK Bibit Samad Irianto. Meskipun demikian ia berharap, oknum polisi yang dimaksud tidak terlibat dalam dugaan kasus korupsi tersebut.

Dua kasus yang memicu rivalitas dua lembaga penegak hukum tersebut kini memang tengah berjalan. Untuk dugaan kasus suap dari Direktur PT Masaro Anggoro Widjaja sebesar Rp 5,1 miliar kini tengah ditangani kepolisian. Polisi juga telah menahan Ary Muladi sebagai tersangka dalam kasus penipuan yang berkedok utusan KPK.

Sedangkan untuk kasus Bank Century, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih menjalankan audit investigasi. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) saat ini juga telah menemukan 21 transaksi yang mencurigakan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. "Yang jelas, transaski itu sudah kami laporkan ke pihak kepolisian," kata Kepala PPATK Yunus Husein.

Menurut dia, berdasar penelusuran PPATK, deposan besar yang menarik dana dari Bank Century setelah diambil alih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya Boedi Sampoerna. Yunus menyebutkan, dana yang ditarik oleh Boedi Sampoerna hanya Rp 200 miliar atau sekitar 10% dari total simpanannya di Bank Century yang totalnya mencapai Rp 2 triliun.

Kedua lembaga penegak hukum itu, KPK dan Polri, seperti dipacu untuk adu cepat dalam menetapkan status tersangka atas pihak lainnya. Jika semangat itu yang terus dikedepankan, jelas ini menjadi akan preseden butuk bagi penegakan hukum di Indonesia. Semestinya, semangat supremasi hukum diletakkan dalam bingkai transparansi, akuntabilitas, dan penuh tanggung jawab. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
23 Komentar
arie
Selasa, 1 Desember 2009 | 14:35 WIB
Klo sy melihat kpk vs polri ini merupakan dagelan politik
IP. Saragih
Jumat, 13 November 2009 | 09:00 WIB
Masyarakat tidak terlalu memetingkan pembuktian hukum, sebab disini rekayasa sudah terlalu kental, pembuktian hukum dari hasil rekayasa tidak akan memuaskan hati rakyat, Sebaiknya Presidensegera turun tangan. Sudahi permasalahan ini, bebaskan antasari, dan Bibit Serta Chandra. selesai masalah, biar Polisi juga tahu bahwa Kebiasaan semena2 di era ini sudah berakhir..... Untuk Polri, bebaskan Institusi ini dari Polisi2 yang masih berpikiran Picik, sudah saatnya Polisi2 Muda dan Brillian, serta energic memimpin Institusi ini.
IP. Saragih
Jumat, 13 November 2009 | 08:52 WIB
Sayang sekali JK tak lagi jd Wapres, tp itulah kehendak rakyat mau apa lagi. Kalau saja Wapres msh JK ini pasti sdh tuntas. Sekarang semua Lemmot ( Lambat ) jd masalah apapun di Negeri ini pasti bertele2. Jd masyarakat tak perlu mengeluh soal keterlambatan penanganan apapun di Negeri ini karena itulah pilihan anda memilih pemimpin dan wakilnya yang LEMMOT.
m.arsyad
Rabu, 11 November 2009 | 15:18 WIB
sebaiknya kpk dan Polri bersatu memberantas kejahatan korupsi bukan saling menyalahkan
Agus
Selasa, 10 November 2009 | 12:41 WIB
Perseteruan antara KPK dan Polri menurut pendapat saya hanyalah suatu upaya menutupi borok masing2... memang inilah negeri kita penegak hukumnya berantem rebutan kekuasaan koruptornya yaa lenggang kangkung terus..memalukan...
togap
Selasa, 10 November 2009 | 10:20 WIB
jgn permalukan negara kita. hukum hrs di laksanakan secara hukum yg sesuai dengan undang2 yg berlaku. kpk dan polri jgn berdebat. tp fakta hrs di tegakkan
manusia bukan 1/2 dewa
Senin, 9 November 2009 | 11:13 WIB
thanks to police!!! kl gak gini kapan lagi kita bisa menerima keadilan justru dari polisilah kisruh ini semua kebuka boroknya mudah2an habislah para koruptor di semua lembaga, dan institusi dan pemerintahan. salam damai
ami
Senin, 9 November 2009 | 09:54 WIB
Waduh, kok jadi gini, ya?... apa jangan-jangan POLRI hanya berstatus sebagai "KEKASIH GELAP" saja. karena selama ini kok "TERUS TERANG KPK TERANG TERUS.......
kihung
Minggu, 8 November 2009 | 15:14 WIB
bersihkan kpk dan polri dari para koruptor dan pehamba uang, karena merekalah yang membuat negara ini menjadi buruk dimata dunia.dan pr pemberi komentar jangan asal-asalan karena dendam pribadi atau jangan - jangan mereka yang menginginkan adanya kekacauan di negeri ini hati-hati !!!!!!!
atep baban
Kamis, 5 November 2009 | 16:42 WIB
menurut saya sebagai rakyat biasa kpk sama polri kan sama -sama ingin emebangun menegakan keadialan di negri tercinta ini,alangkah baik nya bila bersama memeberantas para koruptor karena itu lah musuh yang nyata,aku brharap smoga ada jalan yang membuka tabir semua ini,aku bangga ma kpk dan polri ,terus brjuang demi negri ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER