Selasa, 25 November 2014 | 07:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Siapa Ketua DPD Pengganti Ginandjar?
Headline
Ginandjar Kartasasmita - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Rabu, 2 September 2009 | 11:14 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Suksesi di lembaga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sepertinya luput dari perhatian publik. Padahal sejatinya, DPD merupakan jabatan politik yang tak kalah seksi dibandingkan DPR maupun MPR. Meski demikian, suasana perebutan posisi ketua DPD kini mulai memanas.

Politisi senior Ginandjar Kartasasmita yang semula santer diberitakan akan maju kembali dalam perebutan ketua DPD hampir dipastikan akan mengakhiri jabatan itu. Meski belum ada penjelasan resmi dari Ginandjar, keterangan dari sejumlah pihak menegaskan tentang pensiunnya Ginandjar dari pimpinan senator tersebut. "Saya jamin 99% Pak Ginandjar tidak naik kembali sebagai ketua DPD," kata Muspani, anggota DPD dari Bengkulu.

Jika demikian, situasi perebutan pimpinan DPD jadi menarik. Pasalnya, dengan mundurnya Ginandjar, maka akan membuka peluang bagi sejumlah tokoh meperebutkan jabatan bergengsi tersebut. Setidaknya hingga kini sejumlah nama pun muncul dengan representasi kewilayahan atau pulau.

Sebut saja untuk wilayah Sumatera muncul nama Irman Gusman, yang selama lima tahun terakhir ini menjabat sebagai wakil ketua DPD. Untuk Pulau Jawa muncul nama bekas politisi PAN, AM Fatwa dan Ratu Hemas. Untuk wilayah NTB muncul nama baru, Farouk Muhammad yang juga bekas Rektor PTIK Jakarta.

Dari Pulau Sulawesi muncul puteri politisi senior AA Baramuli, Arlianti Baramuli, La Ode Ida (wakil ketua DPD), dan Wahidin Ismail. Sedangkan dari Pulau Kalimantan muncul nama Sofyan Hadi.

Meski banyak figur yang bakal maju, namun diperkirakan jumlah itu akan mengerucut pada tiga nama kuat dalam perebutan pimpinan DPD periode 2009-2014. Ketiga nama tersebut adalah Irman Gusman, La Ode Ida, dan AM Fatwa. Ini karena ketiganya telah memiliki jejak rekam yang sama-sama telah dikekahui publik.

La Ode Ida menegaskan dirinya serius maju menggantikan Ginandjar lima tahun ke depan. Keseriusan La Ode sepertinya terkait dengan 'pensiun'-nya Ginandjar. "Saya serius maju sebagai ketua DPD, saat ini sedang mengkalkulasi kekuatan," katanya kepada INILAH.COM, Selasa (1/9) di Jakarta. Namun La Ode enggan menyebut kekuatan mana saja yang mendukungnya.

Sementara AM Fatwa setali tiga uang. Bekas tahanan politik di era Orde Baru ini menegaskan dirinya juga serius untuk maju dalam perebutan ketua DPD dan siap bersaing dengan kandidat lainnya. "Dengan siapa saja tentu harus siap bersaing untuk memimpin DPD," kata Fatwa dalam pemaparan visi dan misi menuju pimpinan DPD 2009-2014 di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (1/9).

Hadir dalam pemaparan visi dan misi tersebut antara lain Siti Syarah dari Muslimat NU, Farouq Muhammad (anggota DPD terpilih dari NTB yang juga mantan Gubernur PTIK), serta Aida Ismet Abdullah (anggota DPD Keppri), dan Ahmad Farhan Hamid (anggota DPD Aceh).

Fatwa menegaskan pimpinan DPD harus memiliki sikap egaliter, artinya kepemimpin bukan berdasarkan atas komado. "Yang saya maksud egaliter, tidak menganggap ketua DPD sebagai seorang komandan dan anggota DPD lainnya sebagai anak buah. Bukan itu," jelasnya. Fatwa juga enggan menyebut berapa dukungan yang ia miliki.

Pemilihan ketua DPD rencananya dilakukan setelah pelantikan anggota DPR RI, 1 Oktober mendatang. Saat ini mengemuka dua opsi pemilihan ketua DPD. Pertama, berdasarkan keterwakilan pulau yang ada di Indonesia. Kedua, berdasarkan zona. Wilayah barat diwakili Sumatera dan Kalimantan. Wilayah tengah diwakili Jawa, Bali, dan NTT. Sedangkan wilayah timur diwakili Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Tugas pimpinan DPD ke depan memang cukup berat, karena selama lima tahun terakhir peran DPD tak begitu menonjol dalam sistem ketatanegaraan. Peran lobi dari institusi dan pimpinan DPD sepertinya minim dalam mengangkat lembaga, di samping secara hukum status DPD memang 'diperlemah'.

Harusnya kondisi tersebut dapat tertolong dengan peran pimpinan DPD dalam melakukan lobi dan kerja sama dengan berbagai lembaga negara lainnya. Bukan justru membuat konfrontasi, seperti yang pernah dilakukannya dengan DPR. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
ricky
Minggu, 23 Januari 2011 | 19:55 WIB
mana nama ketua DPD yang sekarang ?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER