Kamis, 23 Oktober 2014 | 13:39 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PKS Minta Maaf kepada Mahfudi Husodo
Headline
Partai Keadilan Sejahtera - IST
Oleh:
nasional - Rabu, 4 Mei 2011 | 18:00 WIB

INILAH.COM, Jember - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Timur meminta maaf kepada pasangan suami istri tokoh senior partai itu di Jember, Mahfudi Husodo dan Lilik Ni'amah.

Permintaan maaf itu dilontarkan Ketua DPW PKS Jatim, Hamy Wahyunianto, dalam pertemuan dengan Mahfudi dan Lilik Ni'amah di Rumah Makan Salero, Rabu (4/5/2011). Hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Umum DPW PKS Jatim Muhammad Siraj dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Jember Mashuri Haryanto.

"Kalau keluarga Pak Mahfudi Husodo dan Bu Lilik Ni'amah merasa tak berkenan, saya sebagai pemimpin PKS di Jawa Timur, mewakili DPW dan DPD, meminta maaf," kata Hamy.

Permintaan maaf ini terkait dengan polemik seputar pemberhentian Mahfudi dan Lilik dari keanggotaan PKS. DPD PKS Jember mengumumkan bahwa Mahfudi dan Lilik diberhentikan karena melanggar kode etik partai. Mahfudi sendiri adalah mantan sekretaris PKS Jember dan kini pengusaha. Sementara Lilik adalah anggota Fraksi PKS di DPRD Jember.

Akibat pemberhentian itu, Lilik merasa diperlakukan tidak adil. Ia menggugat Hamy dan Mashuri ke Pengadilan Negeri Jember sebesar Rp 1 miliar. Namun belum lagi sidang gugatan digelar, Hamy melakukan mediasi dan datang ke Jember.

Hamy menegaskan, DPW PKS Jatim tidak pernah mengeluarkan surat keputusan apapun terkait pemberhentian, pemecatan, maupun pergantian antar waktu kepada Lilik Ni'amah dan suaminya. Itu hanyalah proses internal di Dewan Syariah Wilayah PKS Jawa Timur. "Tapi yang terekspos di media, PKS memberhentikan kader seniornya di Jember," katanya.

Setelah DSW PKS Jatim mengeluarkan surat keputusan internal itu, masih ada proses 60 hari untuk proses banding dan perbaikan. Selama proses itu, DPW PKS Jatim sama sekali belum pernah mengeluarkan keputusan pemberhentian, sampai waktu 60 hari ini selesai.

"Jadi kami tegaskan di sini, Bu Lilik dan suaminya tetap menjadi anggota PKS Jember," kata Hamy. Keduanya tidak masuk dalam struktural kepengurusan, sehingga berstatus anggota biasa. Jika nanti mereka masuk dalam struktural kepengurusan DPD atau DPW, maka akan menjadi kader inti. [beritajatim.com]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER