Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 29 April 2017 | 16:28 WIB

'Pendet Tarian Suci Bali, Bukan Punya Malaysia!'

Oleh : - | Sabtu, 22 Agustus 2009 | 16:03 WIB
'Pendet Tarian Suci Bali, Bukan Punya Malaysia!'
facebook twitter

INILAH.COM, Denpasar - Tari Pendet atau tari selamat datang hingga kini tetap disucikan masyarakat Bali. Tarian yang nongol dalam iklan Visit Malaysia Year itu adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Hindu di Bali. Malaysia pun tak berhak mengklaim tari Pendet miliknya."Menarikan tari Pendet atau memendet sudah sejak lama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Hindu di Bali," kata Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Wayan Dibia dalam aksi protes di Taman Budaya Denpasar, Bali, Sabtu (22/8).Dibia menjelaskan, tarian yang biasa dibawakan dalam bentuk kelompok penari wanita itu pada awalnya hanya merupakan kelengkapan kegiatan keagamaan umat Hindu. Fungsi tari Pendet adalah tari wali pada upacara piodalan (dewa yadnya) di pura-pura atau tempat suci keluarga (merajan)."Turunnya para dewa dari khayangan ke bumi saat upacara piodalan oleh kalangan masyarakat Hindu di Bali, selalu disambut dengan penuh rasa syukur, hormat dan sukacita," jelasnya.Menurut Dibia, salah satu cara yang lazim dilakukan dalam menyambut kehadiran para dewata dari khayangan dilakukan dengan cara menari. Salah satu tarian suci itu adalah tari Pendet yang tergolong paling tua di antara tari-tarian sejenis yang ada di Pulau Dewata. "Berdasarkan beberapa catatan, para ahli seni pertunjukan Bali sepakat untuk menyebutkan tahun 1950 sebagai tahun kelahiran tari Pendet," bebernya.Tari Pendet merupakan tarian kelompok yang biasanya ditarikan oleh sekelompok remaja putri. Masing-masing penari membawa sebuah mangkok perak (bokor) yang berisikan bunga berwarna-warni. Pada akhir tariannya, para penari menaburkan bunga-bunga yang mereka bawa ke arah penonton, sebagai wujud ungkapan dan ucapan selamat datang.Dibia menyebut penggagas tari itu adalah dua seniman kelahiran desa Sumertha Denpasar yakni I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. "Kedua seniman ini menciptakan tari Pendet penyambutan dengan empat orang penari untuk disajikan sebagai bagian dari pertunjukan turistik di sejumlah hotel yang ada di Denpasar, Bali," kata Dibia.Dibia menyebut tari Pendet sebagai sumber inspirasi bagi penciptaan tari-tari kreasi baru maupun tari kotemporer. Pendet pun dapat disajikan sebagai seni 'balih-balihan', yaitu pertunjukan seni yang bersifat sekuler.Pada tahun 1961, I Wayan Beratha mengolah kembali tari Pendet tersebut hingga menjadi seperti sekarang, termasuk menambahkan jumlah penarinya menjadi lima orang. Setahun kemudian, I Wayan Beratha dan kawan-kawan menciptakan tari Pendet massal, dengan jumlah penari tidak kurang dari 800 orang, untuk ditampilkan dalam upacara pembukaan Asian Game di Jakarta."Tarian yang diwarisi secara turun temurun itu oleh masyarakat Pulau Dewata mampu dijadikan sebagai sumber inspirasi," imbuhnya. [*/fiq]

x