Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 2 Agustus 2015 | 15:16 WIB
Hide Ads

Pembajakan KM Sinar Kudus

SAT-81 Gultor Kopassus, Bergerak Senyap Mematikan

Oleh : MA Hailuki | Rabu, 13 April 2011 | 10:55 WIB

Berita Terkait

SAT-81 Gultor Kopassus, Bergerak Senyap Mematikan

INILAH.COM, Jakarta - Kalangan Komisi I DPR mendesak pemerintah menerjunkan pasukan Den-81 alias Detasemen Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus untuk membebaskan KM Sinar Kudus yang disandera bajak laut Somalia.

Seperti apakah kehebatan Den-81 atau yang kerap disebut SAT-81/ Gultor Kopassus ini? Sepak terjang kehebatan pasukan khusus ini terbukti dengan berhasilnya berbagai operasi militer yang dilakukan TNI.

Kesatuan khusus ini didirikan oleh para alumnus operasi pembebasan pesawat Garuda Indonesia yang dibajak oleh teroris pada 1981. Lalu pada 30 Juni 1982, Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha didirikan dengan komandan pertama Mayor Inf. Luhut Binsar Panjaitan dengan wakil Kapten Inf. Prabowo Subianto.

Kemudian, kedua perwira tersebut dikirim untuk mengambil spesialisasi penanggulangan teror ke GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9) Jerman. Satuan-81 merupakan ujung tombak pertahanan dan keamanan Republik Indonesia.

Tidak seperti satuan lain yang selalu memamerkan kegiatan mereka, SAT-81 cenderung lebih tertutup. Visi dan misi SAT-81 adalah untuk "Tidak diketahui, tidak terdengar, dan tidak terlihat".

Secara organisatoris, Gultor langsung di bawah komando dan pengendalian Komandan Jendral Kopassus. Gultor saat ini dipimpin perwira menengah berpangkat kolonel. Proses rekrutmen prajurit Gultor dimulai sejak seorang prajurit selesai mengikuti pendidikan para dan komando di Batujajar.

Kemudian mereka akan ditempatkan di satuan tempur Grup 1 dan Grup 2, baik untuk orientasi atau mendapatkan pengalaman operasi. Saat ini SAT-81 anti teror adalah salah satu perangkat BIN (Badan Intelijen nasional) di dalam operasi khusus yang bersifat paramiliter.

Dengan kemampuan khusus yang dimilikinya ini, SAT-81 Gultor Kopassus diyakini mampu membebaskan KM Sinar Kudur yang dibajak oleh perompak Somalia. Seperti diberitakan sebuah kapal milik Indonesia MV Sinar Kudus sejak 16 Maret lalu disandera di perairan Aden, Somalia. Kapal yang membawa 20 ABK termasuk Kapten Kapal Slamet Djuari itu disandera dalam perjalanan menuju Laut Merah dengan tujuan akhir Belanda.

Perompak yang menyandera kapal yang juga mengangkut nikel milik PT Aneka Tambang senilai Rp1, 535 triliun itu sudah meminta tebusan bahkan menaikkannya dari semula 2,6 juta dollar Amerika menjadi 3,5 juta dollar Amerika. Perompak sempat menurunkan tuntutan nilai tebusan menjadi 3 juta dollar. Mereka kemudian mengancam akan menaikkan nilai tembusan hingga 9 juta dollar Amerika jika pemerintah Indonesia tidak juga memenuhinya. [wiki/nic]

46 Komentar

Image Komentar
FREDDY CHANDRA - Selasa, 18 Desember 2012 | 23:33 WIB
Salam; comando.aku sangat bangga dgn kopassus,sejak dahulu masih dgn nama kopassandha.aplagi panglima abri saat itu bpk m.yusuf.pokoknya buat kopassus jaya terus.
Image Komentar
HILAL SURYA PERMANA - Kamis, 18 Oktober 2012 | 12:16 WIB
Saya bangga dengan kopassus,kopassus adalah merupakan pasukan khusus terhebat ke 3 di dunia,akan tetapi kebanggan tersebut tidak dikuti dengan kesejahteraan prajuritnya.kalau pemerintah bangga dengan kopassus sebagai pasukan elit indonesia maka perhatikan kesejahteraannya,mau sekolah saja susah alias dipersulit kalau memang kopassus adealah tentara krebanggan indonesia tolong perhatikan kesejahteraannya agar moril mereka tetap tinggi.
Image Komentar
RANGER 3303 - Jumat, 15 Juni 2012 | 16:23 WIB
Ya gua mah setuju aja ama pendapt kalian tapim enurt gua yang peling sering muncul skrng ni masalah korupsi knap gk korupsi aja yang di bantai smpai tuntas,,,,, ancaman dri luar mungkin bisa diatasi ,,,,,,,,,, tpi kenapa ancaman dri dlm malah gak karuan ,,,,, trmkash maaf kalu sdh lancang
Image Komentar
RUDY - Minggu, 8 April 2012 | 22:11 WIB
Banngga dgn smua crita yg diatas meskipun kita nggak tau apakah faktanya benar demikian?
Image Komentar
DANIL - Selasa, 31 Januari 2012 | 08:40 WIB
Pokonya kopasus yes bravo

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.