Kamis, 2 Oktober 2014 | 03:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pembajakan KM Sinar Kudus
SAT-81 Gultor Kopassus, Bergerak Senyap Mematikan
Headline
Oleh: MA Hailuki
nasional - Rabu, 13 April 2011 | 10:55 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Kalangan Komisi I DPR mendesak pemerintah menerjunkan pasukan Den-81 alias Detasemen Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus untuk membebaskan KM Sinar Kudus yang disandera bajak laut Somalia.

Seperti apakah kehebatan Den-81 atau yang kerap disebut SAT-81/ Gultor Kopassus ini? Sepak terjang kehebatan pasukan khusus ini terbukti dengan berhasilnya berbagai operasi militer yang dilakukan TNI.

Kesatuan khusus ini didirikan oleh para alumnus operasi pembebasan pesawat Garuda Indonesia yang dibajak oleh teroris pada 1981. Lalu pada 30 Juni 1982, Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha didirikan dengan komandan pertama Mayor Inf. Luhut Binsar Panjaitan dengan wakil Kapten Inf. Prabowo Subianto.

Kemudian, kedua perwira tersebut dikirim untuk mengambil spesialisasi penanggulangan teror ke GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9) Jerman. Satuan-81 merupakan ujung tombak pertahanan dan keamanan Republik Indonesia.

Tidak seperti satuan lain yang selalu memamerkan kegiatan mereka, SAT-81 cenderung lebih tertutup. Visi dan misi SAT-81 adalah untuk "Tidak diketahui, tidak terdengar, dan tidak terlihat".

Secara organisatoris, Gultor langsung di bawah komando dan pengendalian Komandan Jendral Kopassus. Gultor saat ini dipimpin perwira menengah berpangkat kolonel. Proses rekrutmen prajurit Gultor dimulai sejak seorang prajurit selesai mengikuti pendidikan para dan komando di Batujajar.

Kemudian mereka akan ditempatkan di satuan tempur Grup 1 dan Grup 2, baik untuk orientasi atau mendapatkan pengalaman operasi. Saat ini SAT-81 anti teror adalah salah satu perangkat BIN (Badan Intelijen nasional) di dalam operasi khusus yang bersifat paramiliter.

Dengan kemampuan khusus yang dimilikinya ini, SAT-81 Gultor Kopassus diyakini mampu membebaskan KM Sinar Kudur yang dibajak oleh perompak Somalia. Seperti diberitakan sebuah kapal milik Indonesia MV Sinar Kudus sejak 16 Maret lalu disandera di perairan Aden, Somalia. Kapal yang membawa 20 ABK termasuk Kapten Kapal Slamet Djuari itu disandera dalam perjalanan menuju Laut Merah dengan tujuan akhir Belanda.

Perompak yang menyandera kapal yang juga mengangkut nikel milik PT Aneka Tambang senilai Rp1, 535 triliun itu sudah meminta tebusan bahkan menaikkannya dari semula 2,6 juta dollar Amerika menjadi 3,5 juta dollar Amerika. Perompak sempat menurunkan tuntutan nilai tebusan menjadi 3 juta dollar. Mereka kemudian mengancam akan menaikkan nilai tembusan hingga 9 juta dollar Amerika jika pemerintah Indonesia tidak juga memenuhinya. [wiki/nic]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
46 Komentar
freddy chandra
Selasa, 18 Desember 2012 | 23:33 WIB
salam; comando.aku sangat bangga dgn kopassus,sejak dahulu masih dgn nama kopassandha.aplagi panglima ABRI saat itu bpk M.YUSUF.pokoknya buat kopassus jaya terus.
Hilal Surya Permana
Kamis, 18 Oktober 2012 | 12:16 WIB
saya bangga dengan Kopassus,kopassus adalah merupakan pasukan khusus terhebat ke 3 di dunia,akan tetapi kebanggan tersebut tidak dikuti dengan kesejahteraan prajuritnya.kalau pemerintah bangga dengan Kopassus sebagai Pasukan elit Indonesia maka perhatikan kesejahteraannya,mau sekolah saja susah alias dipersulit kalau memang Kopassus adealah tentara krebanggan Indonesia tolong perhatikan kesejahteraannya agar moril mereka tetap tinggi.
ranger 3303
Jumat, 15 Juni 2012 | 16:23 WIB
ya gua mah setuju aja ama pendapt kalian tapim enurt gua yang peling sering muncul skrng ni masalah korupsi knap gk korupsi aja yang di bantai smpai tuntas,,,,, ancaman dri luar mungkin bisa diatasi ,,,,,,,,,, tpi kenapa ancaman dri dlm malah gak karuan ,,,,, trmkash maaf kalu sdh lancang
rudy
Minggu, 8 April 2012 | 22:11 WIB
banngga dgn smua crita yg diatas meskipun kita nggak tau apakah faktanya benar demikian?
dANIL
Selasa, 31 Januari 2012 | 08:40 WIB
POKONYA KOPASUS YES BRAVO
anis merah teler doyong
Rabu, 18 Januari 2012 | 09:04 WIB
someone... @ Kamis, 5 Januari 2012 | 03:39 WIB untuk "rakyat", kebetulan adik saya adalah seorang sniper dari satuan Den-81 Gultor yang ikut terlibat langsung pembebasan sandera KMV Sinar Kudus di Somalia dan mendapat tugas secara tiba-tiba kemudian bertemu dengan Presiden SBY langsung di Markas Komando... Banyak yang dirahasiakan, untuk diketahui pemberitaan di media tidak sepenuhnya benar. Sebagai contoh, Pemerintah membayar tebusan itu hanya "COVER" tapi situasinya sebenarnya pasukan Indonesia membantai langsung Perompak Somalia dan adik saya salah seorang yang menembak langsung seorang Perompak Somalia hingga kepalanya terputus dari badannya dengan senapannya. Kemudian banyak pertimbangan kenapa kita tidak berperang dengan Malaysia, antara lain Malaysia memiliki sekutu di sekitar kita (Singapura, Selandia Baru, Australia dll yang termasuk dalam Negara Persemakmuran - secara tidak langsung kita terkepung kecuali kita memiliki sekutu yang imbang sehingga ketika kita berperang sekutu Malaysia tidak ikut menyerang kita) sedangkan Indonesia saat ini tidak memiliki sekutu sehingga Indonesia memilih berhati-hati, tapi jangan khawatir, ketika terjadi insiden dengan Malaysia beberapa waktu lalu Presiden sendiri yang memerintahkan 1 unit Satuan Gultor untuk menyusup ke wilayah Malaysia dan pulang membawa beberapa informasi yang sangat "classified" untuk kita ketahui. Saya sendiri saat ini menjadi konsultan IT untuk BAIS TNI (Badan Intelejen Strategis) jadi saya memiliki pengetahuan yang layak untuk dibagi namun tanpa melupakan kode etik. Terima kasih SAYA TERTARIK DENGAN KOMENTAR DI ATAS YG DIKIRIM OLEH SDR. SOMEONE....KALAU MEMANG BENAR ADANYA SEPERTI KOMENTAR TSB.....WAH...HEBAT DONK OM...TAPI KENAPA SAAT PEMBEBASAN SANDERA KAPAL SINAR KUDUS TIDAK DILIPUT...SECARA VIDEO OM...BIAR SEMUA ORANG TAU KALAU SEBETULNYA PIHAK PEROMPAK BISA DILUMPUHKAN OLEH TNI...?
moh, rozi saputra
Selasa, 17 Januari 2012 | 23:20 WIB
memang hebat
bng.napi
Selasa, 17 Januari 2012 | 21:22 WIB
salam KOMANDO sy bangga,sbg rakyat indonesia. tdk diketahui,tdk terdengar tdk terlihat , itulah motonya,
iqlima
Rabu, 11 Januari 2012 | 20:49 WIB
lah budi kmu bsa ya apa bicara kya gtu,,. budi brani lawan prompak coba kmu lawan.,,hehehe,..emang militer kita kopassus lebih tangguh latihan ya jg sngat berat,..urutan k3 3 di negara lain,..??
ardioutsider
Kamis, 5 Januari 2012 | 15:02 WIB
tentara kita memang bermental baja
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER