Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Agustus 2017 | 03:32 WIB

Tanpa Penjelasan, PKS Pecat Lilik & Mahfudi

Oleh : - | Sabtu, 9 April 2011 | 11:39 WIB
Tanpa Penjelasan, PKS Pecat Lilik & Mahfudi
beritajatim.com
facebook twitter


INILAH.COM, Jember - Lilik Ni'amah, legislator perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dipecat, kecewa kepada partainya. Pemecatannya seharusnya tak disampaikan ke pers.

"Kami sangat menyayangkan kenapa sampai mengadakan jumpa pers. Setahu saya protap di PKS, ketika keputusan disampaikan secara langsung, tak ada yang perlu disampaikan ke publik. Ini menyangkut aib internal," katanya.

Lilik dan suaminya, Mahfudi Husodo, sama-sama dipecat dari PKS. Lilik saat ini adalah anggota DPRD Jember, dan menjabat wakil ketua Komisi B. PKS Jember sendiri, sesuai keputusan DPW PKS Jawa Timur, menyatakan, Lilik dan Mahfudi sama-sama dianggap melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PKS, dan norma-norma PKS yang berbasis Islam. Rincian kesalahan tidak disebutkan.

Dia mengaku, saat bertemu dengan pengurus PKS Jember, sudah ada semacam kesepakatan untuk tak mempublikasikan pemecatan ini secara luas. "Tapi saya sangat kaget, karena saat di Surabaya, teman-teman sudah pada nelepon ke saya," katanya.

Lilik merasa diperlakukan tak adil, kendati sudah lama merasa hal ini akan terjadi. Ia sama sekali tak tahu alasan pelanggaran disiplin yang dilakukannya. Sebagai kader partai di parlemen, ia juga sudah memberikan kontribusi untuk PKS.

"Kami masih mempelajari, seperti apa yang dimaui DPD (Dewan Pimpinan Daerah PKS Jember). Ini sebenarnya kaitannya dengan suami saya. Kebetulan suami saya banyak persoalan bisnis," kata Lilik yang mengaku tak pernah mendapat teguran sebelumnya.

Lilik ingin PKS mendudukkan persoalan secara proporsional. Ia kecewa saat diundang ke kantor DPD untuk mendengarkan pembacaan surat keputusan Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jawa Timur, ia tidak bisa didampingi suami. Padahal, keputusan itu menyangkut mereka berdua.

Mahfudi sendiri tidak bisa meminta surat keputusan DPW itu kepada DPD. Mahfudi ingin membaca dan mempelajari surat pemecatan tersebut. [beritajatim/mah]

 
Embed Widget

x