Kamis, 21 Agustus 2014 | 01:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tanpa Penjelasan, PKS Pecat Lilik & Mahfudi
Headline
beritajatim.com
Oleh:
nasional - Sabtu, 9 April 2011 | 11:39 WIB
Berita Terkait


INILAH.COM, Jember - Lilik Ni'amah, legislator perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dipecat, kecewa kepada partainya. Pemecatannya seharusnya tak disampaikan ke pers.

"Kami sangat menyayangkan kenapa sampai mengadakan jumpa pers. Setahu saya protap di PKS, ketika keputusan disampaikan secara langsung, tak ada yang perlu disampaikan ke publik. Ini menyangkut aib internal," katanya.

Lilik dan suaminya, Mahfudi Husodo, sama-sama dipecat dari PKS. Lilik saat ini adalah anggota DPRD Jember, dan menjabat wakil ketua Komisi B. PKS Jember sendiri, sesuai keputusan DPW PKS Jawa Timur, menyatakan, Lilik dan Mahfudi sama-sama dianggap melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PKS, dan norma-norma PKS yang berbasis Islam. Rincian kesalahan tidak disebutkan.

Dia mengaku, saat bertemu dengan pengurus PKS Jember, sudah ada semacam kesepakatan untuk tak mempublikasikan pemecatan ini secara luas. "Tapi saya sangat kaget, karena saat di Surabaya, teman-teman sudah pada nelepon ke saya," katanya.

Lilik merasa diperlakukan tak adil, kendati sudah lama merasa hal ini akan terjadi. Ia sama sekali tak tahu alasan pelanggaran disiplin yang dilakukannya. Sebagai kader partai di parlemen, ia juga sudah memberikan kontribusi untuk PKS.

"Kami masih mempelajari, seperti apa yang dimaui DPD (Dewan Pimpinan Daerah PKS Jember). Ini sebenarnya kaitannya dengan suami saya. Kebetulan suami saya banyak persoalan bisnis," kata Lilik yang mengaku tak pernah mendapat teguran sebelumnya.

Lilik ingin PKS mendudukkan persoalan secara proporsional. Ia kecewa saat diundang ke kantor DPD untuk mendengarkan pembacaan surat keputusan Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jawa Timur, ia tidak bisa didampingi suami. Padahal, keputusan itu menyangkut mereka berdua.

Mahfudi sendiri tidak bisa meminta surat keputusan DPW itu kepada DPD. Mahfudi ingin membaca dan mempelajari surat pemecatan tersebut. [beritajatim/mah]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
kris
Jumat, 17 Juni 2011 | 21:40 WIB
percayalah keputusan DPW udah sesuai dng prosedur
zahro
Selasa, 12 April 2011 | 08:30 WIB
assalamualaikum....... apapun yg dilakukan PKS semua itu ada alasannya.... qt sebagai orang luar hanya bisa melihat persoalan itu dari 1 sisi saja....(sisi luar saja).....apalagi kalo qt ga ngerti permasalahan sebenarnya apa....semua persoalan pasti ada jalan keluarnya.....innalloha ma'ana...
Noor Chozin Agham
Sabtu, 9 April 2011 | 12:58 WIB
Udah jangan dipikirin. PKS memang begitu dari dulu. Tinggalin saja tuh PKS, Partai Kacaukan Syari'at.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER