Minggu, 23 November 2014 | 18:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ya Ampun... Guru Ngaji Cabuli Lima Santri
Headline
Foto: ilustrasi
Oleh:
nasional - Minggu, 27 Maret 2011 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Malang - Seorang guru mengaji M Rois (54), nekat mencabuli muridnya sendiri yang masih berusia dibawah 17 tahun.

Entah pikiran apa yang merasuk dalam benaknya, pria paruh baya ini dengan bejatnya mencabuli lima murid mengajinya.

Bapak dua anak yang tinggal di Desa Tumpuk Renteng RT10/RW3, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini, terlihat menyesali perbuatannya saat dibekuk apart polisi.

Dengan nada lirih, ia pun berucap, “Saya menyesal telah melakukan perbuatan itu,” Sabtu (26/3/2011).

Sementara itu, data yang dihimpun wartawan menyebutkan, Rois ditangkap setelah orang tua Santriwati, salah satu urid Rois, yang menjadi korban perbuatan amoralnya, melaporkan ke Polisi.

Kasus ini segera ditindaklanjuti dan kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.

Menurut Rois, sehari-hari, pekerjannya hanyalah buruh tani. Di sela-sela kesibukannya itulah, Rois masih meluangkan waktunya untuk mendidik anak-anak di kampungnya belajar mengaji.

Sebagai guru mengaji, Rois tidak sendirian, ia dibantu anak dan istrinya. Sedang aktivitas memberikan pelajaran mengaji itu, dilakukan Rois di sebuah Mushola yang ada di samping rumahnya.

Rois menuturkan, sebagai pria yang pernah mengenyam dunia Pondok Pesantren, belajar mengaji Iqro dan Al-Quran pun ia tularkan pada anak-anak putri maupun putra di lingkungan tempat tinggalnya.

Namun yang membuat warga kampung tercengang, saat megnetahui Rois ternyata memiliki perangai yang jauh dari norma agama.

“Saya khilaf mas. Saya menyesal telah melakukan perbuatan itu,” ucap Rois sambil menundukkan kepala.

Diceritakan Rois kembali, sesuai yang dia ingat, bukanlah tujuh orang santri putri yang dia cabuli. Melainkan, hanya lima kali saja. Itupun, untuk dua korban putri yang ada diberkas pemeriksaan dirinya, hanya dicabuli saja tanpa memasukkan alat kemaluannya.

“Saya melakukan itu bukan tujuh kali mas. Namun hanya lima kali saja,” terang bapak dua orang anak itu.

Ditambahkan Rois, tiga kali perbuatannya pada santriwati yang ikut belajar ngaji di rumahnya, ia gerayangi dengan memasukkan jari tangan pada kemaluan tiga korbannya. Karena terangsang, Rois akhirnya coba memasukkan alat kemaluannya pada organ intim ketiga korban tersebut.

Sedangkan untuk dua korban lainnya, Rois hanya mengaku menggerayanginya saja. Sedangkan satu santri ngaji yang ditudingkan warga dan orangtua korban hamil akibat perbuatannya, hal itu dibantah oleh Rois. “Kalau korban yang hamil itu, saya tidak tahu mas. Saya cuma memasukkan jari saja. Saat ini, korban yang hamil itu sudah dinikahkan sama orang tuanya,” papar Rois.

Tertangkapnya Rois bermula dari laporan orang tua Nilam (bukan nama sebenarnya). Nilam adalah santri ngaji Rois pada tahun 2010 lalu. Saat ini, Nilam hamil tujuh bulan. Saat kejadian, usia Nilam masih di bawah 17 tahun. Tak terima perlakukan amoral Rois, orang tua Nilam akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polisi.

Dari sinilah semuanya terbongkar. Dengan sangat menyesal, Rois pun mengakui jika lima santri ngajinya, ia cabuli tanpa sepengetahuan istri dan anaknya yang ikut memberikan pelajaran mengaji.

Menanggapi pengakuan Rois yang hanya melakukan pencabulan lima kali dan bukan tujuh kali, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, AKP Hartoyo SIK mengatakan, lima orang santri ngaji itu yang sudah diperiksa. Sedangkan dua korban lainnya, memang belum diminta keterangan dan diperiksa.

“Dari hasil pemeriksaan korban dan para saksi, ada tujuh santri putri yang menjadi korbannya. Sejauh ini, penyidikan dan pemeriksaan kasus ini memang belum tuntas seluruhnya. Bisa saja ada korban lainnya,” tegasnya. [beritajatim/lal]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER