Selasa, 23 Desember 2014 | 02:48 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pendiri FKP: Mata Hati Elite PKS Sudah Tertutup
Headline
foto : ilustrasi
Oleh: Moh Anshari
nasional - Kamis, 24 Maret 2011 | 13:30 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pendiri Ormas sempalan PKS, Forum Kader Peduli (FKP) Tizar Zein menilai mata hati para elite PKS sudah tertutup. Jabatan dan materi telah membutakan mereka hingga tidak lagi bisa melihat dengan jernih.

"Mereka itu sudah tertutup mata hatinya. Tertutup oleh materi dan jabatan," tandas Tizar kepada INILAH.COM, Kamis (24/3/2011).

Di mata Tizar, jajaran pengurus PKS sekarang diisi oleh barisan politisi pragmatis dan sudah tak punya idealisme perjuangan PKS sebagai partai berbasis dakwah. "Sudahlah, mereka yang duduk di pengurus itu kerjanya cuma nyari duit saja. Ngapain ngurus dan mikirin mereka, biarin sajalah," tukasnya.

Tizar yang keluar dari PKS sejak 2008 itu mengaku tak yakin PKS bakal kembali pada khittah awal yang digagas para pendirinya, yakni partai dakwah. "Kalau sudah diisi dan dikuasai orang-orang yang cuma nyari duit nggak mungkin bisa kembali lagi ke jalur partai dakwah," tegasnya.

Sama seperti mantan Wapres PK Syamsul Balda, Tizar juga menilai PKS mudah memecat kadernya tanpa kepastian dan validitas tuduhan pelanggaran yang disangkakan. Setelah tidak aktif di PKS, Tizar berkonsentrasi kembali ke dunia dakwah di tengah masyarakatnya di kawasan Depok, Jawa Barat.

"Banyak yang jadi korban pemecatan. Versi mereka, orang seperti saya dipecat, tapi pemecatan itu ukurannya tidak jelas. Itu juga yang dialami eks kader-kader lain seperti Ihsan Tanjung, Saiful Islam, Aziz Nur Hadi, Abdul Hafidz, dan lain-lain. Semua dipecat-pecatin, ada juga yang dimarginalkan, tidak diurusi-urus oleh partai," tuturnya. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
20 Komentar
anton
Senin, 9 Januari 2012 | 22:52 WIB
euhhh....raribut wae. lieur ahh...peace
cinta
Selasa, 26 Juli 2011 | 14:48 WIB
Tizar zein memang orang yang kritis .. bahkan sangat-sangat kritis ... setahu saya orang yang sedang kritis kan harus ditolong, apalagi jika semakin tua ...
SIMPATISAN
Minggu, 1 Mei 2011 | 21:43 WIB
Ust Tizar Zein adalah orang yang merintis pengkaderan sejak awal thn 80-an bersama dgn Ust Rahmat Abdullah ( ketua dewan syuro PK/PKS I ),Ust Hilmi Aminuddin ( ketua dewan syuro PK/PKS sekarang ) dan Ust Aus Hidayat Nur ( ketua dewan penegak disiplin partai PKS sekarang ). Dulu mereka ber empat seiring sejalan seia sekata dalam cita-cita menegakkan dienul islam ( ketika semuanya masih bujang kecuali Hilmi Aminuddin ) Saya adalah generasi I didikan mereka langsung..., tau persis karakter mereka yang luar biasa semua. Diantara meraka Ust Rahmat Abdullah adalah yg paling briliant ide-idenya shg lahirlah PK yg kemudian berganti nama jadi PKS. Masih segar dlm ingatan saya bagaimana Ust Rahmat, Ust Tizar dan Ust Aus mengeluarkan idenya untuk mengembangkan pengkaderan dgn cepat yakni tiap orang yang telah dikader mempunyai tugas tiap minggu atau bulan minimal dpt merekrut 3 kader baru ( Ust Hilmi tidak ikut sama sekali dlm rencana ini) Menurut perhitungan ketiga orang ini....dalm kurun waktu 20 tahunan barulah kita akan memetik hasilnya... dan itu terbukti dgn berdirinya PK !!! Jika sekarang diantara mereka ada selisih faham maka bagi Anda yang tidak mengerti duduk persoalannya lebih baik diam dan mendo'akan agar mereka bisa islah kembali. Karena mereka kenal sejak masa remaja dan sudah seperti saudara shg tau persis karakter masing-masing maka wajarlah jika diantara mereka saling mengingatkan lalu terjadi selisih faham. Sedangkan bagi para kader yang tak kenal mereka sama sekali... ada baiknya Anda menahan cerca dan menggantinya dgn do'a... semoga mereka disatukan kembali oleh cita-cita mereka dahulu walau mungkin tidak melalui partai politik yang mereka rintis dan dirikan bersama melainkan melalui dakwah mereka yang saya tau tak kenal kompromi thd berbagai kemaksiatan dunia.... ( PK berdiri karena adanya orang-orang yg sefaham dgn mereka yaitu para Deklarator PK dan seluruh kader para dekalarator tersebut ) Semoga tulisan ini dpt menghentikan aksi saling dukung yg disertai hujatan dari para kader PKS yg tak mengenal mereka sama sekali....
muslim
Sabtu, 9 April 2011 | 11:02 WIB
blajar= lagi lah bung soal sejarah Partai Keadilan Sejahtera, apakah hanya mereka yang disebut faksi keadilan saja yang keluar ?? Ust Fadhil Usman Baharun sampai kini masih istiqamah di jalan dakwah ini bersama para qiyadah lainnua yang dimaki2 oleh kaum FKP ini. gue udah lama bung tarbiyah sebelum lu2 semua mertasa perlu untuk menghujat partai ini tanpa diketahu akar masalahnya, Syaikhuna YS dan Syamsul Balda itu dipecat karena terbukti masalah kriminal bukan karena mereka kritis. yang kritis banyak man di PKS, Fahri Hamzah salah satunya aktivis KAMMI, atau Andi Rahmat juga mantan ketua KAMMI, yang pakar lebih banyak lagi bung, ada Ust Shohibul Iman dan juga ada Ust Anton Apriantono. yang bergerak di bidang tarbawi masih banyak lagi, Ust Salim A FILLAH, Ust Zairofi, Lili M Nur Aulia dsb, dan itulah sunnatullah, mereka yang patah arang akan digantikan generasi da'wah berikutnya, Ust Abu Ridha juga masih bersama kafilah dakwah ini, Ust Didin walau tidak aktif disebabkan kesibukan beliau di BAZNAS dan menjadi pendidi STEI SEBI, so be wise lah, fahami sejarah, fahami masalah
jack
Sabtu, 9 April 2011 | 06:31 WIB
duuh kasiaan pak.tizar,sukanya nerocos aj...bukti dunk pak,amal,kerja lu mn...sukanya ghibah aj
aal
Sabtu, 9 April 2011 | 06:25 WIB
saya pikir semua hrs diukur dg kinerja(amal),bkn malah menjelek-jelekkan saudaranya,apalagi lewat media...duuh kasian moncongnya...isinya cm ghibah aj.
ikwan
Minggu, 3 April 2011 | 20:32 WIB
Siapa bilang PKS bukan Partai Dakwah? Tanya satu persatu Kader PKS dari tingkat bawah sampai yg jadi Pejabat semua masih melakukan dakwah. Terkadang kerasnya hati kita tidak mau menerima perbedaan pendapat dari saudaranya...bukan forum kader peduli kalau peduli ya bukan begini komentarnya....
muslimah
Selasa, 29 Maret 2011 | 11:15 WIB
semoga Allah menjaga kita semua.. untuk tetap berislam dengan sempurna.. termasuk santun berkata-kata dan menjaga diri dari prasangka.. bukankah akhlak seorang muslim itu, adalah cerminan keislamannya? salam ukhuwah dan keadilan. semoga tetap bersih, peduli, dan profesional:)
Ikhwan Bogor
Sabtu, 26 Maret 2011 | 06:35 WIB
eh yang belum kenal ust.Tizar...jangan asal comment klo gak tahu..ust tizar itu org awalan.....jgn sok tahu...kapasitas beliau...juga tahu siapa siapa yg bener dan tidak...p0ayah ...kader baru.....dah asal ngomong..mikir dongkssssssss
masykur
Jumat, 25 Maret 2011 | 08:24 WIB
pemecatan menunjukkan bahwa tidak ada yang kebal hukum di PKS, selama ia terbukti bersalah siapapun akan kena sanksi
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER