Kamis, 24 April 2014 | 07:40 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mantan Wapres PK: PKS Sudah Bergaya Mafia
Headline
inilah.com
Oleh: Moh. Anshari
nasional - Kamis, 24 Maret 2011 | 05:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Tak mudah mempertahankan idealisme dan sikap kritis di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kader yang terlalu kritis sangat rentan mendapat ancaman pemecatan dikeluarkan dari PKS.

Itulah testimoni mantan Wakil Presiden PK, Syamsul Balda. Menurut Syamsul, partainya sangat mudah memecat kader, sehingga tak terhitung lagi kader PKS yang dipecat dan dikeluarkan.

"PKS itu gampang sekali memecat orang-orang yang kritis. Mereka yang terlalu kritis dan mempertahankan idealisme langsung dikeluarkan," jelas Syamsul kepada INILAH.COM, Rabu (23/3/2011).

Tragisnya, tutur Syamsul, mereka yang dipecat lantaran bersikap kritis disebarkan dengan fitnah dan isu-isu yang memojokkan untuk dijadikan alasan pembenar atas pemecatan.

"Seperti yang dialami oleh Ustadz Yusuf itulah. Dia difitnah. Saya juga difitnah mau bergabung ke Gerindra kemudian ke Hanura. Yang lain juga begitu. Ahzami dan Mashadi serta yang lain juga diperlakukan begitu," ungkapnya.

Dengan cap ekstrem, Syamsul menyebut PKS saat ini sudah memakai gaya mafia. "Gaya PKS sudah pakai gaya mafia. Pakai ancaman. Kalau tidak percaya kepada saya, silakan tanya kepada mereka yang dipecat dan mengundurkan diri. Mereka sudah tahu semua tapi menutup rapat-rapat supaya tidak gaduh," ucapnya.

Menurut Syamsul, sebenarnya sebagian elite dan mantan-mantan tokoh PKS sudah menyadari dan membenarkan berbagai pengakuan pendiri PKS Yusuf Supendi, namun tak berani ikut membeberkan.

"Kalau ditanya, apa benar pengakuan Ustadz Yusuf? Pasti semua tokoh PKS yang jujur mengakui itu memang benar. Namun, mereka tak mau ribut saja, akhirnya diam semua," ujarnya.

Syamsul juga menceritakan ihwal pemecatan Yusuf Supendi. Menurutnya, Yusuf ditipu dengan tanda tangan pemberhentian.

"Dia (Yusuf) merasa sudah ditipu. Ketika itu Yusuf disuruh tanda tangan oleh Hilmi Aminuddin. Ustadz Yusuf tak tahu kalau tanda tangan itu belakangan ternyata berisi kesediaan untuk tidak melawan keputusan pemecatan terhadap dirinya. Setelah tanda tangan, Hilmi bilang, orang yang kritis sudah takluk. Setelah tahu, Yusuf lalu minta islah dengan Hilmi. Yang mengislahkan Surachman Hidayat (tokoh PKS), tapi Hilmi bersikukuh Yusuf sudah takluk, karena sudah tanda tangan," tutur Syamsul.

Dari situlah, tambahnya, Yusuf melawan, hingga akhirnya ia mencari keadilan di luar PKS dengan membeberkan semua rahasia elite PKS.[nic]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
32 Komentar
WaOne_007
Senin, 4 Februari 2013 | 17:40 WIB
pak samsul, semakin banyak omong, semakin terbuka aib bapak... hati2 pak...
muhkurnia
Minggu, 3 Februari 2013 | 17:17 WIB
kami bekerja dlm jamaah PKS krn Allah smata>> adapun anda keluar ato dikeluarkan InsyaAlloh akan ada selalu yang menggantikan anda>.. tulis dan sebar apa yang anda mau InsyaAllah kami adalah orang-orang yang berserah diri pada Alloh.
Robet
Jumat, 25 Januari 2013 | 22:02 WIB
Tak ada yg memuaskan manusia kecuali keiklasan..........
Abi Zakiya
Jumat, 25 Januari 2013 | 14:56 WIB
Tantangan partai dakwah ini tidakan akan menghentikan laju dakwah, perjalanan waktu pasti akan semakin jelas siapa yang berdakwah untuk Allah atau tidak, maju terus PKS... Allahu Akbar
ikahera
Sabtu, 10 Maret 2012 | 22:06 WIB
semua yang berbicara, coba buktikan kebenaran sejatimu itu. seberapa persen ucapanmu itu benar?
ahmad supendi
Kamis, 8 Maret 2012 | 10:44 WIB
PKS ibarat sebuah gerbong kereta yg didalamnya berisi banyak orang yg punya tujuan yg berbeda beda tapi masinisnya harus tegas,bagi yg tidak mau ikut ke tujuan yg telah di tentukan dapat turun atau di turunkan sebelum sampai tujuan..
hamzah
Sabtu, 7 Januari 2012 | 20:33 WIB
mantan kader pks yg d pecat dn kemudian balik menfitnah pks,krn tdk tepenhinya ambisi mereka pd saat bergabung d pks, jd wajr merk2 itu menyebar fitnah..
ali
Rabu, 14 Desember 2011 | 10:09 WIB
Dont worry PKS,, itu hanya omongan orang yang merasa terdzolimi,, ttp sebenarnya dialah sendiri yang mendzolimi dirinya sendiri, kebohongan pasti akan terungkap, Alloh selalu bersama orang-orang yang benar.
Vijaya Indianova
Selasa, 13 Desember 2011 | 13:11 WIB
Syamsul Balda bukan dipecat kemarin sore...tapi dipecat sejak sebelum PKS berdiri... Dia Wapres Partai Keadilan, ketika Presidennya adalah Nurmahmudi Ismail, Jaman PKS tidak ada istilah Wapres... Pemecatannya bukan karena mau pindah ke Gerindra atau Hanura...tapi karena ketangkap basah berkhalwat dengan yang bukan muhrimnya... Orang seperti ini masih dijadikan rujukan???
misran
Sabtu, 3 Desember 2011 | 17:18 WIB
PKS maju terus, singkirkan penghianat dakwah seperti mereka...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER