Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 1 September 2015 | 08:49 WIB
Hide Ads

Mantan Wapres PK: PKS Sudah Bergaya Mafia

Oleh : Moh. Anshari | Kamis, 24 Maret 2011 | 05:05 WIB
Mantan Wapres PK: PKS Sudah Bergaya Mafia
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Tak mudah mempertahankan idealisme dan sikap kritis di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kader yang terlalu kritis sangat rentan mendapat ancaman pemecatan dikeluarkan dari PKS.

Itulah testimoni mantan Wakil Presiden PK, Syamsul Balda. Menurut Syamsul, partainya sangat mudah memecat kader, sehingga tak terhitung lagi kader PKS yang dipecat dan dikeluarkan.

"PKS itu gampang sekali memecat orang-orang yang kritis. Mereka yang terlalu kritis dan mempertahankan idealisme langsung dikeluarkan," jelas Syamsul kepada INILAH.COM, Rabu (23/3/2011).

Tragisnya, tutur Syamsul, mereka yang dipecat lantaran bersikap kritis disebarkan dengan fitnah dan isu-isu yang memojokkan untuk dijadikan alasan pembenar atas pemecatan.

"Seperti yang dialami oleh Ustadz Yusuf itulah. Dia difitnah. Saya juga difitnah mau bergabung ke Gerindra kemudian ke Hanura. Yang lain juga begitu. Ahzami dan Mashadi serta yang lain juga diperlakukan begitu," ungkapnya.

Dengan cap ekstrem, Syamsul menyebut PKS saat ini sudah memakai gaya mafia. "Gaya PKS sudah pakai gaya mafia. Pakai ancaman. Kalau tidak percaya kepada saya, silakan tanya kepada mereka yang dipecat dan mengundurkan diri. Mereka sudah tahu semua tapi menutup rapat-rapat supaya tidak gaduh," ucapnya.

Menurut Syamsul, sebenarnya sebagian elite dan mantan-mantan tokoh PKS sudah menyadari dan membenarkan berbagai pengakuan pendiri PKS Yusuf Supendi, namun tak berani ikut membeberkan.

"Kalau ditanya, apa benar pengakuan Ustadz Yusuf? Pasti semua tokoh PKS yang jujur mengakui itu memang benar. Namun, mereka tak mau ribut saja, akhirnya diam semua," ujarnya.

Syamsul juga menceritakan ihwal pemecatan Yusuf Supendi. Menurutnya, Yusuf ditipu dengan tanda tangan pemberhentian.

"Dia (Yusuf) merasa sudah ditipu. Ketika itu Yusuf disuruh tanda tangan oleh Hilmi Aminuddin. Ustadz Yusuf tak tahu kalau tanda tangan itu belakangan ternyata berisi kesediaan untuk tidak melawan keputusan pemecatan terhadap dirinya. Setelah tanda tangan, Hilmi bilang, orang yang kritis sudah takluk. Setelah tahu, Yusuf lalu minta islah dengan Hilmi. Yang mengislahkan Surachman Hidayat (tokoh PKS), tapi Hilmi bersikukuh Yusuf sudah takluk, karena sudah tanda tangan," tutur Syamsul.

Dari situlah, tambahnya, Yusuf melawan, hingga akhirnya ia mencari keadilan di luar PKS dengan membeberkan semua rahasia elite PKS.[nic]

Berita Terkait Lainnya

32 Komentar

Image Komentar
WAONE_007 - Senin, 4 Februari 2013 | 17:40 WIB
Pak samsul, semakin banyak omong, semakin terbuka aib bapak... hati2 pak...
Image Komentar
MUHKURNIA - Minggu, 3 Februari 2013 | 17:17 WIB
Kami bekerja dlm jamaah pks krn allah smata>> adapun anda keluar ato dikeluarkan insyaalloh akan ada selalu yang menggantikan anda>.. tulis dan sebar apa yang anda mau insyaallah kami adalah orang-orang yang berserah diri pada alloh.
Image Komentar
ROBET - Jumat, 25 Januari 2013 | 22:02 WIB
Tak ada yg memuaskan manusia kecuali keiklasan..........
Image Komentar
ABI ZAKIYA - Jumat, 25 Januari 2013 | 14:56 WIB
Tantangan partai dakwah ini tidakan akan menghentikan laju dakwah, perjalanan waktu pasti akan semakin jelas siapa yang berdakwah untuk allah atau tidak, maju terus pks... allahu akbar
Image Komentar
IKAHERA - Sabtu, 10 Maret 2012 | 22:06 WIB
Semua yang berbicara, coba buktikan kebenaran sejatimu itu. seberapa persen ucapanmu itu benar?

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.