Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 29 April 2017 | 16:31 WIB

Komnas HAM 'Cium' Kejanggalan Kasus Rektor ITATS

Oleh : Irvan Ali Fauzi | Kamis, 17 Maret 2011 | 13:11 WIB
Komnas HAM 'Cium' Kejanggalan Kasus Rektor ITATS
foto: ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Komnas HAM mensinyalir ada kejanggalan dalam proses hukum pemidanaan kasus yang melibatkan Rektor Institut Tehnologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Kurniadi.

"Intinya kami melihat ada kejanggalan dalam proses pemidanaan kasus ini oleh Polwiltabes Surabaya, karena ini masalah perdata dan sedang berlangsung persidangan, tapi Polwiltabes masih melanjutkan proses penyidikan untuk kriminalisasi terhadap pihak rektorat," kata Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim usai menerima laporan pengaduan dari pihak ITATS yang langsung dipimpin Kurniadi di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (15/3/2011).

Menurutnya, Komnas HAM akan menyampaikan laporan pengaduan ini dalam rapat paripurna untuk dipelajari dan diambil sikap. "Kita mencoba akan menyampaikan pengaduan ini akan dipelajari. Meski belum bisa disimpulkan tapi kita akan dalami bentuk-bentuk kejanggalannya seperti apa," ujarnya.

Namun demikian, untuk mempertimbangkan hak-hak dari para staf rektorat ITATS, maka Komnas HAM akan menyampaikan kejanggalan proses hukum ini kepada Kapolri, untuk memonitor apa yang dilakukan Polwiltabes.
"Kita laporkan kasus ke Kapolri dengan tembusan Irwasum Polri," ungkapnya.

Sebelumnya, Selasa (15/3/2011), pihak Rektorat ITATS yang dipimpin langsung oleh Kurniadi didampingi pimpinan Paguyuban Karyawan dan Dosen/PKD-ITATS, Tim Pengacara serta para aktivis mahasiswa dan LSM dari satuan kerja anti korupsi (SKAK-FRI), mengadu ke Komnas HAM.

Pihak Rektorat ITATS melaporkan dugaan pelanggaran HAM dan intimidasi berupa rekayasa menjadi tersangka di Polrestabes Surabaya yang dialami rektor serta para dosen pengajar dan karyawan ITATS oleh pihak Yayasan Perguruan Tinggi. [bar]

x