Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 1 Maret 2015 | 23:05 WIB
Hide Ads

Komnas HAM 'Cium' Kejanggalan Kasus Rektor ITATS

Oleh : Irvan Ali Fauzi | Kamis, 17 Maret 2011 | 13:11 WIB
Komnas HAM 'Cium' Kejanggalan Kasus Rektor ITATS
foto: ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Komnas HAM mensinyalir ada kejanggalan dalam proses hukum pemidanaan kasus yang melibatkan Rektor Institut Tehnologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Kurniadi.

"Intinya kami melihat ada kejanggalan dalam proses pemidanaan kasus ini oleh Polwiltabes Surabaya, karena ini masalah perdata dan sedang berlangsung persidangan, tapi Polwiltabes masih melanjutkan proses penyidikan untuk kriminalisasi terhadap pihak rektorat," kata Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim usai menerima laporan pengaduan dari pihak ITATS yang langsung dipimpin Kurniadi di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (15/3/2011).

Menurutnya, Komnas HAM akan menyampaikan laporan pengaduan ini dalam rapat paripurna untuk dipelajari dan diambil sikap. "Kita mencoba akan menyampaikan pengaduan ini akan dipelajari. Meski belum bisa disimpulkan tapi kita akan dalami bentuk-bentuk kejanggalannya seperti apa," ujarnya.

Namun demikian, untuk mempertimbangkan hak-hak dari para staf rektorat ITATS, maka Komnas HAM akan menyampaikan kejanggalan proses hukum ini kepada Kapolri, untuk memonitor apa yang dilakukan Polwiltabes.
"Kita laporkan kasus ke Kapolri dengan tembusan Irwasum Polri," ungkapnya.

Sebelumnya, Selasa (15/3/2011), pihak Rektorat ITATS yang dipimpin langsung oleh Kurniadi didampingi pimpinan Paguyuban Karyawan dan Dosen/PKD-ITATS, Tim Pengacara serta para aktivis mahasiswa dan LSM dari satuan kerja anti korupsi (SKAK-FRI), mengadu ke Komnas HAM.

Pihak Rektorat ITATS melaporkan dugaan pelanggaran HAM dan intimidasi berupa rekayasa menjadi tersangka di Polrestabes Surabaya yang dialami rektor serta para dosen pengajar dan karyawan ITATS oleh pihak Yayasan Perguruan Tinggi. [bar]

Berita Terkait Lainnya

9 Komentar

Image Komentar
- Rabu, 4 Januari 2012 | 18:27 WIB
Sampai sekarang sudah ada kurang lebih 80 orang karyawan dan dosen yang dipecat oleh ypts padahal dosen2 yang dipecat tersebut mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan kok malah mereka banyak yang dipecat dengan alasan yang dibuat2 karena tidak mendukung keberadaan zikri cs dikampus itats, karena mereka2 yang dipecat dianggap sebagai penghalang
Image Komentar
DEWABAYUE PEMUJAMAHADEWI - Kamis, 3 November 2011 | 05:46 WIB
Ya allah,,,kapan ya indonesia bebaz korupzi?! makanya fazilitaz dikampuz itats banyak yang kurang memadai atau biza dizabut kurang layak bagi para mahasiswa yang teruz diperaz uangnya bagai sapi perah...
Image Komentar
PRIMANTORO - Selasa, 17 Mei 2011 | 10:43 WIB
Mhn penegak keadilan di negeri indonesia yang tercinta (bpk polisi, kehakiman,kejaksaan)tolong perhatikan jeritan mahasiswa ...mahasiswa berhak mendapatkan wisuda , mendapatkan ijasah serta kenyamanan proses belajar mengajar dilingkungan itats ....keterkaitan komentar rekan di atas sdh jls bahwa sdr zikri tdk mempunyai kewenangan yg syah di dalam kepengurusan di yayasan itats..... kami sarankan : saudara zikri harap anda legowo meninggalkan kampus itats,,,di dunia ini tdk ada yang abadi....
Image Komentar
ANTO - Selasa, 29 Maret 2011 | 11:17 WIB
Ikuti proses hukum yang berlaku, taati aturan, hormati legalitas
Image Komentar
HAMBA ALLAH - Senin, 28 Maret 2011 | 12:56 WIB
Pak kapolri, kami mohon bantuanx dalam penyelesaiakn kampus itats, tlg lihat org tua kami yg susah payah membanting tulang membiayai kami untuk kuliah...tlg terapkan hukum di negeri sebagaimana mestinya yg adil dan beradab,semoga kasus ini bisa cpat seesai dan mhs bsa kuliah dgn tenang lagi, amin...

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.