Minggu, 23 November 2014 | 22:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Komnas HAM 'Cium' Kejanggalan Kasus Rektor ITATS
Headline
foto: ilustrasi
Oleh: Irvan Ali Fauzi
nasional - Kamis, 17 Maret 2011 | 13:11 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Komnas HAM mensinyalir ada kejanggalan dalam proses hukum pemidanaan kasus yang melibatkan Rektor Institut Tehnologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Kurniadi.

"Intinya kami melihat ada kejanggalan dalam proses pemidanaan kasus ini oleh Polwiltabes Surabaya, karena ini masalah perdata dan sedang berlangsung persidangan, tapi Polwiltabes masih melanjutkan proses penyidikan untuk kriminalisasi terhadap pihak rektorat," kata Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim usai menerima laporan pengaduan dari pihak ITATS yang langsung dipimpin Kurniadi di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (15/3/2011).

Menurutnya, Komnas HAM akan menyampaikan laporan pengaduan ini dalam rapat paripurna untuk dipelajari dan diambil sikap. "Kita mencoba akan menyampaikan pengaduan ini akan dipelajari. Meski belum bisa disimpulkan tapi kita akan dalami bentuk-bentuk kejanggalannya seperti apa," ujarnya.

Namun demikian, untuk mempertimbangkan hak-hak dari para staf rektorat ITATS, maka Komnas HAM akan menyampaikan kejanggalan proses hukum ini kepada Kapolri, untuk memonitor apa yang dilakukan Polwiltabes.
"Kita laporkan kasus ke Kapolri dengan tembusan Irwasum Polri," ungkapnya.

Sebelumnya, Selasa (15/3/2011), pihak Rektorat ITATS yang dipimpin langsung oleh Kurniadi didampingi pimpinan Paguyuban Karyawan dan Dosen/PKD-ITATS, Tim Pengacara serta para aktivis mahasiswa dan LSM dari satuan kerja anti korupsi (SKAK-FRI), mengadu ke Komnas HAM.

Pihak Rektorat ITATS melaporkan dugaan pelanggaran HAM dan intimidasi berupa rekayasa menjadi tersangka di Polrestabes Surabaya yang dialami rektor serta para dosen pengajar dan karyawan ITATS oleh pihak Yayasan Perguruan Tinggi. [bar]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
9 Komentar
Rabu, 4 Januari 2012 | 18:27 WIB
Sampai sekarang sudah ada kurang lebih 80 orang karyawan dan dosen yang dipecat oleh YPTS padahal dosen2 yang dipecat tersebut mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan kok malah mereka banyak yang dipecat dengan alasan yang dibuat2 karena tidak mendukung keberadaan zikri Cs dikampus itats, karena mereka2 yang dipecat dianggap sebagai penghalang
DewaBayue PemujaMahadewi
Kamis, 3 November 2011 | 05:46 WIB
ya allah,,,kapan ya indonesia bebaz korupzi?! makanya fazilitaz dikampuz itats banyak yang kurang memadai atau biza dizabut kurang layak bagi para mahasiswa yang teruz diperaz uangnya bagai sapi perah...
primantoro
Selasa, 17 Mei 2011 | 10:43 WIB
Mhn penegak keadilan di negeri Indonesia yang tercinta (bpk polisi, kehakiman,kejaksaan)tolong perhatikan jeritan mahasiswa ...mahasiswa berhak mendapatkan wisuda , mendapatkan ijasah serta kenyamanan proses belajar mengajar dilingkungan ITATS ....keterkaitan komentar rekan di atas sdh jls bahwa sdr zikri tdk mempunyai kewenangan yg syah di dalam kepengurusan di yayasan Itats..... kami sarankan : saudara Zikri harap anda legowo meninggalkan kampus itats,,,di dunia ini tdk ada yang abadi....
anto
Selasa, 29 Maret 2011 | 11:17 WIB
ikuti proses hukum yang berlaku, taati aturan, hormati LEGALITAS
hamba allah
Senin, 28 Maret 2011 | 12:56 WIB
pak kapolri, kami mohon bantuanx dalam penyelesaiakn kampus itats, tlg lihat org tua kami yg susah payah membanting tulang membiayai kami untuk kuliah...tlg terapkan hukum di negeri sebagaimana mestinya yg adil dan beradab,semoga kasus ini bisa cpat seesai dan mhs bsa kuliah dgn tenang lagi, amin...
Mamat
Senin, 28 Maret 2011 | 08:53 WIB
Ternyata pernyataan preside SBY tentang tegakkan hukum dengan Hati tidak ada artinya, buktinya oknum aparat penegak hukum jangan2 ada main dengan pihak berduit untuk mengkriminalisasikan dosen ITATS yang mengabdikan dirinya untuk turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Baru kali ini kami melihat ada rekonstruksi yang diperankan oleh polisi dan pelapor. hehehe....
tutup
Jumat, 25 Maret 2011 | 08:48 WIB
polisi..... barang siapa berurusan dengan polisi pasti tambah ruwet masalah e....sakjane polisi itu yo ngurusi surat tilang dan bom ae... urusan kampus biar diselesaikan oleh para dosen yang jauh lebih berpendidikan....
gosyena
Jumat, 25 Maret 2011 | 08:39 WIB
hukum di negri ini memang luar biasa aneh dan penuh kejanggalan.... hampir bisa dipastikan uang ikut bermain,...
Wahyudi K.
Kamis, 24 Maret 2011 | 12:56 WIB
Mohon segera dibantu untuk mencari solusi terbaik Pak, sebab kalau dibiarkan ada lebih kurang 6000 mahasiswa yang tidak bisa kuliah gara-gara para dosennya dimasukkan Penjara dengan tuduhan yang direkayasa, saat ini sudah 4 orang dosen yang dimasukkan penjara, terakhir seorang ibu yang mempunyai anak usia 1 tahun. Sebenarnya yang kami tuntut terhadap Yayasan versi Zikri adalah Legalitas mereka karena mereka sudah habis sebagai pengurus pada bulan mei 2010. Tapi dilapangan mereka justru melaporkan kami atas tuduhan perusakan dan perbuatan yang tidak menyenangkan. Mereka memutar balikkan data dan fakta sehingga semua bisa dibeli dengan uang. Kami yang di kampus diteror, diintervensi lewat sms ataupun HP. Warga kampus resah atas perbuatan mereka, laporan yang kami sampaikan ke Kepolisian tidak jelas kapan ditindak lanjuti. Sekali lagi mohon kami dibantu agar tempat Pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa ini bisa terselamatkan dari ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER