Sabtu, 25 Mei 2013 | 09:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Hilmy Aminuddin
Tak Masalah Menteri PKS Dicopot!
Headline
Ketua Majelis Syura DPP PKS KH Hilmy Aminuddin - Foto: Istimewa
Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Rabu, 23 Februari 2011 | 12:08 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Sidang paripurna DPR terkait pengambilan keputusan usulan hak angket atas mafia pajak menimbulkan komplikasi baru di tubuh koalisi. Sikap Partai Golkar dan PKS yang berbeda dengan koalisi dinilai sebagai pembangkangan. Apa reaksi PKS?

Pasca sidang paripurna DPR, rumor ihwal pencopotan sejumlah pos menteri milik PKS mencuat ke permukaan. Hal ini tidak terlepas dari sikap PKS yang kerap berbeda dengan koalisi.

Ketua Majelis Syura DPP PKS KH Hilmy Aminuddin menegaskan jika pun pada akhirnya empat kursi menteri PKS dicopot presiden, pihaknya sama sekali tak merisaukan.

"Berjuang untuk kepentingan negara tidak mesti di dalam pemerintahan. Jadi tidak ada soal bagi kami," cetusnya kepada INILAH.COM melalui saluran telepon, Rabu (23/2/2011). Berikut wawancara lengkapnya:

Apa landasan sikap PKS terkait dukungan atas usul angket pajak melalui sidang paripurna DPR?

Sikap itu merupakan bentuk tanggungjawab kita kepada masyarakat. Karena sebanyak 70 persen APBN kita dihasilkan dari pajak. Kita ingin pajak bersih dari hal yang seperti dilakukan Gayus.

Namun sikap ideal PKS ini dinilai oleh kalangan koalisi sebagai sikap pembangkangan terhadap koalisi. Apa komentarnya?

Yang penting kita tidak membangkang kepada rakyat. Acuan kita kan untuk kepentingan rakyat.

Rumor berkembang, atas sikap PKS yang kerap berbeda dengan koalisi disebut-sebut jatah kursinya di kabinet akan dikurangi. Apa komentarnya?

Belum tahu. Presiden SBY belum bicara apa-apa sama saya. Namun, kalau soal kabinet bukan urusan kami, itu hak prerogatif presiden.

Jika berandai-andai, pada akhirnya empat kursi menteri dari PKS dilepas semua, apakah siap?

Tidak ada masalah. Berjuang untuk kepentingan negara tidak mesti di dalam pemerintahan. Pers juga kan tidak terlibat dalam pemerintahan tidak ada masalah, kan? Jadi sama sekali bukan menjadi soal bagi kami. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
27 Komentar
bagus
Senin, 7 Maret 2011 | 11:00 WIB
Ayo siapa yang mau masuk barisan Partai Kita Semua.... jangan ragu, berjuangan untuk rakyat yang kita tunggu..Bismillah....
azzam
Minggu, 6 Maret 2011 | 07:50 WIB
mantaplah ..... namanya juga pe ka es.... berusaha memberikan yg terbaik untuk negeri ..dan hasilnya ...memuaskan... soalnya isinya ust2 yg cerdas...contohya ust Hilmi...
nazrul
Selasa, 1 Maret 2011 | 12:42 WIB
perjuangan utk rakyat tdk hanya di kabinet, sebagai oposisi adalah perjuangan juga. Pertahankan semangat juang mu PKS..!!
Bang Ucok
Senin, 28 Februari 2011 | 19:51 WIB
Mantap, semua rakyat Indonesi Insya Allah akan mendukung PKS untuk masuk ketiga besar 2014 agar lebih banyak berbuat lg untuk Bangsa Indonesia,..
Mohammad Saman
Minggu, 27 Februari 2011 | 11:52 WIB
Itu bukti bahwa PKS tidak cinta dunia -kekuasaan-. Kita semua faham; teman sejati adalah yang mengingatkan kala sahabatnya salah. Bukan yang hanya bisa membenarkan. Apalagi hanya karena jabatan. Allahu Akbar !
Coco Al Mahdi
Minggu, 27 Februari 2011 | 08:46 WIB
Tak perlu takut dgn orderan CIA terhadap SBY utk mengikis habis org2 'non-Demokrat' terutama Pengusaha yg jadi politisi, pemimpin yg msh berpengaruh, negarawan yg dermawan, dsb yg semua itu jadi agenda terselubung CIA utk menerapkan neo-kolonialisme & neo-liberalisme di negeri ini. Antek2 CIA lbh bnyk di PD, mereka tdk sadar telah menjalankan agenda tsb secara sistematis dgn ujung tombaknya Media Massa. Wacana2/Propaganda dilontarkan utk membentuk bola salju opini publik yg nantinya menjadi Blunder. Ini skenario berbahaya di masa mendatang. PD telah membabi buta dan terkesan 'jor2an' terhadap siapapun yg tdk sejalan dgn SBY/PD. Dukungan dana & konsep intelejen CIA rupanya telah membuat 'mabuk' SBY/PD. Pencopotan jabatan, Pemborosan Kas Negara, Planing ekonomi,intimidasi politik, dll terlihat jelas semua itu bukan 'ASLI' otak anak negeri, tapi semua itu 'ORDER' pihak asing (CIA) terhadap negeri ini. Cepat siram 'muka' mereka yg telah 'mabuk' itu. Wassalam.
gwbanget
Sabtu, 26 Februari 2011 | 22:52 WIB
komentar dari ustadz ini GW BANGET...bravo buat PKS...tapi kedepan kudu hati2 PKS karna banyak orang2 busuk yang ingin menjatuh image kamu kedepan...Waspadalah2!!!
rusnoto
Jumat, 25 Februari 2011 | 11:10 WIB
luar biasa walaupun memang sudah biasa....kreativitas berpolitik dan ......
Capunk
Kamis, 24 Februari 2011 | 11:54 WIB
Saya dukung Ustadz... Kapasitas yg menetukan sesorang untuk bisa berbuat, bukan jabatan.
hafidz
Kamis, 24 Februari 2011 | 11:49 WIB
mantabs abizz,... langkahmu membuat kami ingin selalu bersamamu.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.