Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 30 Maret 2017 | 04:04 WIB
Hide Ads

Jimly Dukung Kenaikan Pajak Import Film Luar

Oleh : Renny Sundayani | Sabtu, 19 Februari 2011 | 16:15 WIB
Jimly Dukung Kenaikan Pajak Import Film Luar
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Mantan Dewan Pertimbangan Presiden, Jimly Assiddiqie, mendukung kenaikan pajak import film luar negeri ke Indonesia. Hal ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan film lokal.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri launching Institut gerakan di Gedung LIPI, Sabtu (19/2/2011).

"Dampaknya memang impor film turun, tapi jangka panjangnya bagus sekali mendorong pertumbuhan industri film nasional, sekarang kan kembang kempis maka tontonan kita tergantung film asing jadi saya rasa baik nggak apa-apa, kita mendorong, tumbuhnya kreativitas lokal industri nasional di bidang film," ungkapnya kepada wartawan.

Sementara itu, ada manfaat yang sangat bagus juga dengan ditariknya film Hollywod di Indonesiaa, diantaranya "Kita tetap punya kebebasan nonton film asing di TV dan CD, kalau kemarin kan hanya untuk bioskop saja, saya kira itu bagus malah," tandasnya.

Untuk menghindari terjadinya polemik tentang tidak adanya film asing lagi di bioskop Indonesia, dirinya meminta kepada Menteri Keuangan untuk menjelaskan hal tersebut.

"Menkeu mestinya menjelaskan, agar orang tidak salah paham, kan bisa saja orang salah paham. Orang yang keranjingan nonton film asing bisa saja menganggap terganggu kebebasannya jika distop, tapi harus dijelaskan dampak positifnya, coba tanya artis-artis lokal pasti setuju," jelasnya.

Seperti diketahui, sejak Januari 2011 ini ada aturan dan penafsiran baru dari Direktorat Jenderal Bea Cukai atas UU atau peraturan tentang pajak bea masuk yang lama, yang diberlakukan per Januari 2011, yaitu 'bea masuk atas hak distribusi'

Selama ketentuan bea masuk atas hak distribusi film import diberlakukan, dan karena Ditjen Bea Cukai tidak mau menanggapi seluruh argumen keberatan terhadap peraturan baru, Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (Ikapifi), Motion Picture Association (MPA) dan Bioskop 21, maka seluruh film Amerika Serikat tidak akan di distribusikan di seluruh wiayah Indonesia mulai hari Kamis (17/2) kemarin setelah pemutaran film Black Swan. [win]

4 Komentar

Image Komentar
YUAN - Jumat, 25 Februari 2011 | 17:30 WIB
Setuju sama pendapatnya alen... ga semua artis juga setuju kok ringgo agus rahman ga setuju... kalaupun banyak yang setuju... ya iyalah kan kalo film luar ga ada yang masuk otomatis film mereka juga yang laku dan penghasilan mereka bertambah. kalo mau minta pendapat, minta pendapat konsumen dong jangan produsen jelas aja mereka sangat2 setuju... kualitas film indo juga banyak yang ga bagus... apa coba film horor tapi isinya bokep semua horor 20% bokep 80%
Image Komentar
DANIEL - Minggu, 20 Februari 2011 | 20:32 WIB
Saya rasa film indonesia sudah mulai maju meskipun pajak impor film tidak dinaikan. bisa di contoh seperti laskar pelangi dll yg sangat diminati oleh sejumlah masyarakat lokal yang jumlahnya bisa dikatakan tidak sedikit. ide-ide kreatif muncul karena adanya persaingan dari luar negeri. jika pajak dinaikan otomatis film2 indonesia akan memonopoli perfilman di indonesia. justru ini adalah dampak negatif menurut saya. karena memonopoli ujung2nya indonesia hanya asal membuat film yg tidak menarik karena tidak ada saingan dari film luar.
Image Komentar
RICKY SUBRATHA - Sabtu, 19 Februari 2011 | 19:55 WIB
Sebagai pengusaha yang tinggal di negaara tercinta ini, saya menjunjung tinggi kebijakan pemerintah, untuk memakmurkan pekerja industri perfileman lokal. namun hendak juga semangat untuk maju ini, diserentakkan dengan memajukan daya beli masyarakat, apabila nanti film import, dijual dengan harga yang sebanding. selamat bekerja keras.
Image Komentar
ALEN - Sabtu, 19 Februari 2011 | 19:17 WIB
gak usah muter2 ngomong soal kemajuan film indonesia pak. semua juga tahu kalau tujuan akhir dari peraturan bea cukai ini bukan kemajuan film indonesia,tapi untuk menambah penghasilan di kantong pejabat bea cukai.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x