Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 5 Mei 2015 | 08:13 WIB
Hide Ads

Subhanallah! Makam Ambles, Jasad Gus Dur Utuh

Oleh : - | Jumat, 18 Februari 2011 | 13:03 WIB
Subhanallah! Makam Ambles, Jasad Gus Dur Utuh
inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jombang - Hujan deras yang mengguyur kota santri Jombang membuat makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng, Jombang, ambles. Yang lebih mengagetkan, jasad presiden keempat itu masih utuh. Kain kafan yang membungkus jasad Gus Dur masih utuh dan putih.

Zainul, salah satu petugas keamanan pondok mengatakan, amblesnya makam Gus Dur terjadi tiga hari lalu. Saat itu pengunjung makam Gus Dur sedang tinggi-tingginya. Sudah begitu, hujan deras terus mengguyur kawasan Tebuireng. Akibatnya, makam mantan Ketua PBNU tersebut ambles.

Praktis, kejadian itu membuat penghuni Tebuireng kalang kabut. Mereka beramai-ramai melihat kejadian aneh tersebut. Sebuah lubang akibat gerusan air menganga lebar sehingga menampakkan kain kafan pembungkus tubuh tokoh yang dikenal dengan berbagai anekdotnya ini.

"Subhanallah, kain kafan Gus Dur masih utuh. Putih bersih seperti baru," kata Zainul, Jumat (18/2/2011).

Dia menambahkan, kejadian itu pertama diketahui oleh pedagang asongan yang biasa menjual VCD tentang Gus Dur. Pedagang asongan itu bernama Waldi. "Namanya Pak Waldi, ia melaporkan kejadian itu ke saya yang kebetulan sedang berjaga di pos utara (pos pintu keluar masuk para peziarah)," tambah Zainul.

Zainul menerangkan seketika ia berlari menuju areal makam. Dalam hitungan detik lubang di pusara Gus Dur ini pun segera ditutupi dengan pasir ala kadarnya. Baik penjaga dan pengurus pondok langsung membuat barisan blokade untuk menutupi lubang di pusara Gus Dur. Hal ini dimaksudkan agar peziarah tidak sampai mengambil gambar. Pasalnya, jasad Gus Dur yang sudah setahun lebih dimakamkan masih tetap utuh.

Hanya saja, kabar fenomena langka tersebut terkesan disembunyikan oleh pengurus pondok lainnya. Salah satunya M. Hasan, salah satu penjaga pos utama pondok pesantren Tebu ireng. Bapak kandung dari Zainul, penjaga yang kali pertama menerima laporan amblesnya makam Gus Dur ini menceritakan, dirinya juga ikut menutupi lubang di makam Gus Dur tersebut.

Di bawah guyuran hujan itu dia mengaku bersama empat orang yang lain termasuk anaknya Zainul, melihat sesuatu yang ganjil. "Tapi saya nggak berani cerita, itu bukan wewenang saya," kilah Hasan.

Hingga saat ini di lokasi makam Gus Dur sudah diberi pembatas. Hal itu dilakukan agar pengunjung tidak menerobos masuk. Selain itu makam yang ambles tersebut sudah di tutup pasir. Bahkan, segunduk pasir masih tersedia di samping makam tersebut. [beritajatim.com]

Berita Terkait Lainnya

26 Komentar

Image Komentar
IPOENG - Sabtu, 12 November 2011 | 15:32 WIB
Allah swt memberikan kemulyaan pada hamba yg dikasihinya(para waliyullah)tidak akan mati,secara jasadiyah mereka mati,tetapi secara hakekat mereka masih hidup dan terus beribadah kepada allah,jasadnya tetap utuh menandakan cacing2 didalam tanah pun tidak berani menyentuh para kekasih allah,subhanallah.jika anda seorang muslim tetapi tidak tau jangan berkomentar yg tidak2,anda berkomentar menjelek2kan kekasih allah maka kekasihnya akan marah,cari tau dulu karna anda sendiri yg akan merasakan akibatnya
Image Komentar
LA - Senin, 19 September 2011 | 12:49 WIB
Pada asal ngomong tanpa mendalami islam dulu...belajar dulu mas di pondok2 min 20 tahun biar k asal ngomong...
Image Komentar
YAHUD - Sabtu, 4 Juni 2011 | 20:41 WIB
Tubuh fir'un aja utuh, kagak ada yang ribut...tu tanda2 biar tau manusia kalo pernah ada fir'un dan perbuatannya...sama juga tu ada gus dur tanyakan kayak apa perbuatan dia semasih hidup bikin kontra aja...gitu aja kok repot
Image Komentar
FADLI HUSAIN HAMDEH - Selasa, 1 Maret 2011 | 01:30 WIB
Ya bisa benar bisa ngga....tp emank ada faktanya kejadian itu....
Image Komentar
UCUP - Jumat, 25 Februari 2011 | 19:00 WIB
Gusdur emg gak ada matinye,wkt hidup bkin heboh,ini ude mati aje masih jg bikin heboh.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.