Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 18:37 WIB

Kisruh Demokrat Surabaya

Radityo Gambiro Gantikan Wisnu Wardhana

Senin, 7 Februari 2011 | 19:15 WIB

Berita Terkait

Radityo Gambiro Gantikan Wisnu Wardhana
Gondo Radityo Gambiro - Foto: Istimewa

INILAH.COM, Surabaya - Secara mengejutkan, DPP Partai Demokrat lebih memilih Ketua Divisi Diklat DPP Partai Demokrat Gondo Radityo Gambiro sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya menggantikan Wishnu Wardhana (WW).

Apa alasan DPP lebih memilih Radityo Gambiro, bukan Yunianto 'Masteng' Wahyudi (Sekretaris MPD DPD Demokrat Jatim) yang disebut-sebut juga kandidat Plt?

Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat Munadi Herlambang, Senin (7/2/2011) mengatakan, dipilihnya Radityo Gambiro dengan pertimbangan yang bersangkutan adalah anggota DPR RI dari Dapil I Jatim (Surabaya-Sidoarjo) dan merupakan Koordinator Wilayah (Korwil) DPP untuk Jatim.

"Untuk sementara memang baru keputusan sanksi bagi Wishnu Wardhana yang di-Plt. Sedangkan, sanksi bagi tiga orang anggota dewan lainnya (Sachiroel Alim, Irwanto Limantoro, Agus Santoso, red) untuk sementara belum ada keputusan. Masih akan dirapatkan lagi di lain kesempatan," tegasnya.

Ketika ditanya apakah di lain kesempatan itu berarti tidak hari ini, Munadi menegaskan hal tersebut. "Memang tidak diputuskan hari ini, nanti ada agenda rapat pleno membahas hal tersebut," imbuhnya.

Rapat pleno hari ini di Jakarta dihadiri langsung Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, Wakil Ketua Umum Max Sopacua, Bendahara Umum Nazaruddin dan Wasekjen Saan Mustofa.

"Rapat pleno hari ini agendanya banyak, tidak hanya soal Surabaya. Wishnu segera di-PAW dari Ketua DPRD Surabaya," pungkasnya.

Berdasar rekomendasi bernomor 06/DPD.PD/Jatim/II/2011 tertanggal 3 Februari tersebut, ada empat nama yang diusulkan dipecat dari keanggotaan partai. Yakni, Wishnu, Sachiroel Alim Anwar (Ketua Pansus Hak Angket, Ketua Komisi C), Irwanto Limantoro (Ketua Fraksi PD) dan Agus Santoso (Ketua BK DPRD Surabaya). Mereka juga terpaksa harus meninggalkan kursi empuk di dewan, setelah proses pergantian antarwaktu (PAW).

Tiga nama lainnya, M Mahmud (Ketua Komisi B), M Anwar dan Ernawati dinonaktifkan dari alat kelengkapan dewan. Mereka hanya terancam di-PAW, tetapi tetap sebagai kader partai. Sedangkan, sembilan anggota dewan dari Fraksi Demokrat hanya diberikan sanksi peringatan keras secara tertulis dan pembinaan. [beritajatim/mah]

Komentar

x