Kamis, 17 Mei 2012 | 10:19 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Peredaran Biografi SBY di Sekolah
"Tidak Najis, Buku SBY Tak Akan Ditarik"
Headline
Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh - Foto: Istimewa
Oleh: Irvan Ali Fauzi
nasional - Senin, 31 Januari 2011 | 17:31 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menegaskan tidak akan menarik kembali buku biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang beredar di sekolah-sekolah di Jawa Tengah.

Untuk mempertegas penyataannya, M Nuh menganalogikan buku SBY dengan buku Pramoedya Ananta Toer yang pernah dilarang pada masa Orde Baru. Menurutnya, masa sekarang bukan zaman melarang peredaran buku.

"Apakah sekarang zamannya tarik menarik, seolah buku (SBY) itu haram? Jadi tidak akan ditarik karena bukuan buku haram. Buku ini juga bukan buku najis. Buku ini yang boleh-boleh saja karena statusnya sama dengan buku-buku lain," ujar M Nuh di Kantor Presiden, Senin (31/1/2011).

Buku SBY itu boleh beredar dan disipkan ke sekolah-sekolah selama tujuannya untuk pengayaan pengetahuan. Nuh berpendapat, wacana penarikan buku malah akan membuat masalah semakin rumit. Nuh mempersilahkan setiap orang untuk menerbitkan buku pengayaan terhadap siswa sekolah asal lolos dari seleksi.

"Kalau anak-anak kita baca buku-buku tentang kepala negara lain boleh, kok baca kepala negara sendiri tidak boleh?" Tandasnya. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
abdulloh komari
Senin, 31 Januari 2011 | 18:22 WIB
Perlu pendewasaan diri kita semua. Presiden adalah kepala negara, apabila ada buku pengayaan bagi anak-anak kita tentang kepala negara mereka, apa salahnya mereka tahu? siapa tahu akan menginsipirasi mereka.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.