INILAH.COM, Jakarta - Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menegaskan tidak akan menarik kembali buku biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang beredar di sekolah-sekolah di Jawa Tengah.
Untuk mempertegas penyataannya, M Nuh menganalogikan buku SBY dengan buku Pramoedya Ananta Toer yang pernah dilarang pada masa Orde Baru. Menurutnya, masa sekarang bukan zaman melarang peredaran buku.
"Apakah sekarang zamannya tarik menarik, seolah buku (SBY) itu haram? Jadi tidak akan ditarik karena bukuan buku haram. Buku ini juga bukan buku najis. Buku ini yang boleh-boleh saja karena statusnya sama dengan buku-buku lain," ujar M Nuh di Kantor Presiden, Senin (31/1/2011).
Buku SBY itu boleh beredar dan disipkan ke sekolah-sekolah selama tujuannya untuk pengayaan pengetahuan. Nuh berpendapat, wacana penarikan buku malah akan membuat masalah semakin rumit. Nuh mempersilahkan setiap orang untuk menerbitkan buku pengayaan terhadap siswa sekolah asal lolos dari seleksi.
"Kalau anak-anak kita baca buku-buku tentang kepala negara lain boleh, kok baca kepala negara sendiri tidak boleh?" Tandasnya. [tjs]