Rabu, 26 November 2014 | 03:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Peninggalan Pra-sejarah Ini Dijadikan Real Estate
Headline
Foto: Istimewa
Oleh:
nasional - Rabu, 19 Januari 2011 | 07:20 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Lumajang - Situs Kerajaan Lumajang Kuno yang berada di Dusun Biting Desa Kutoreno, Kecamatan Sukodono, Lumajang, Jawa Timur, kini terbengkalai dan hendak digusur untuk perluasan komplek perumahan.

Keberadaan situs peninggalan era pra-sejarah ini, tengah diupayakan untuk diselamatkan oleh Masyarakat Penduli Peninggalan Majapahit (MPPM) Lumajang, dengan cara peninggalan pra-sejarah tersebut dijadikan museum oleh pemerintah daerah setempat.

"Kami ingin selamatkan cagar budaya Lumajang, khususnya kerajaan Kuno Lamajang di Biting. Kami ingin minta ke Pemerintah Kabupaten untuk segera dibuatkan museum kecil," kata Koordinator MPPM Lumajang, Mansur Hidayat, Selasa (18/01/2011).

Menurut dia, dengan pemerintah membuatkan museum cagar budaya dan peninggalan pra sejarah, nantinya bisa dijadikan pusat informasi dan pengetahuan mengenai zaman Kejayaan Kerajaan Lumajang Kuno. Karena di dalam prasasti Mulan Manurung, Lumajang memiliki nama Lamajang.

"Pokoknya Lumajang ini merupakan kerajaan yang membawahi wilayah timur Jawa," ungkapnya.

MPPM Lumajang melihat perluasan perumahan Biting mengancam situs kerajaan Lumajang Kuno. Jika Pemerintah Kabupaten Lumajang diam dan membiarkan adannya perluasan area perumahan swasta, imbasnya situs kerajaan tua di Jawa Timur ini akan musnah.

"Sangat disayangkan Pemkab Lumajang tidak perhatian dengan cagar Bbdaya yang merupakan cikal bakalan Kota di kaki Gunung Semeru,' ujarnya.


Bangunan bersejarah 136 hektare dengan dikelilingi 4 sungai yakni Bondoyudo, Winong, Cangkringan dan Ploso, ini oleh perusahaan pengembang properti diklaim telah diizinkan pemerintah kota setempat, untuk dihancurkan dan dijadikan komplek perumahan.

Bahkan dari hasil temuan, di tepi sungai tersebut ditemukan bangunan susun dari batu bata yang diduga merupakan benteng pertahanan. Sisa bangunan benteng di sungai masih terlihat di tepi Sungai Winong.

"Batu yang tersusun di pinggir sungai diduga merupakan benteng kotaraja Lumajang Kuno," kata Arkeolog dari tim MPPM Lumajang, Aries Purwantiny pada beritajatim.com, Selasa (18/01/2011).

Menurut dia, sisa bangunan benteng masih bisa terlihat bila tidak terkena abrasi sungai. Diduga bangunan benteng itu digunakan untuk masuknya musuh di jaman kerajaan Kuno Lumajang.

"Kalau melihat dan dijumpai pada jaman dahulu, kerajaan dibangun di sekitar aliran sungai," ungkapnya.

Sebenarnya penyelamatan situs Kotaraja Lumajang Kuno sudah dilakukan sejak lama. Namun, hanya dalam pendataan informasi dan temuan di situs Biting serta diskusi para peduli dengan sejarah Lumajang.

"Di sini kami hanya ingin menyelamatkan situs kotaraja kuno Lumajang, bukan yang lain. Serta menyelamatkan peninggalan zaman kerajaan," ujarnya.

MPPM memang menyayangkan situs kerajaan Kuno Lumajang tidak terawat dan hanya pada petilasan yang diduga makam Arya Wira Raja bersama pengikutnya. Bahkan ditahun 1982 hingga 1991 pernah dilakukan penggalian oleh BP3 Jogyakarta, tetapi belum ada kajian lagi.

"Kenapa setelah dilakukan pengaglian tidak dilakukan pengkajian dan hanya ditinggalkan saja," jelas Aries. [lal/beritajatim]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Ketut Sendra
Selasa, 10 Mei 2011 | 14:02 WIB
Kerajaan Lumajang dimulai pada jaman pelarian patih Suro dan Patih Nambi pada tahun 1300an (Zaman mulai berdirinya Majapahit atau saat Prabu Raden Wijaya naik tahta)selanjutnya pada Jaman Prabu Hayam Wuruk, Kerajaan Lumajang diserahkan kepada Kerajaan Swecapura (Dalem Watu Renggong-Klungkung)untuk membawahinya termasuk Puger, Balambangan, Situbondo. Kerajaan Lumajang/Lamajang dari kata Luh Bajang (Wanita muda)sebagai ratunya, dan Lumajang sebagai benteng selatan sehingga menjadi Desa Biting (mengeja dari Benteng)dan Desa inilah sebagai pusat Keraton Lumajang. Peninggalan sejarah Kabupaten Luamajang wajib dilestarikan dan dirawat dengan baik termasuk Desa Guci Alit (Guci Kecit) karena ada kaitannya dengan Kerajaan Bromo (Roro Anteng & Ki Ageng Seger) dan Petilasan Ki Ageng Sastro, Ki Ageng Giring (Putra Ki Ageng Selo-Cicit Hyang Prabu Brawijaya Pungkasan)
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER