Sabtu, 23 Agustus 2014 | 08:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Nepotisme Ancam Wibawa SBY (1)
Headline
Kredibilitas Presiden SBY kembali terancam oleh kasus nepotisme. - iPhA/Abdul Rauf
Oleh: Yusuf Karim, Kontributor IN
nasional - Selasa, 5 Februari 2008 | 23:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kredibilitas pemerintahan Presiden SBY kembali terancam oleh kasus nepotisme. Belum hilang dari ingatan kita Aulia Pohan yang juga besan Presiden disebut-sebut sebagai kandidat kuat Gubernur Bank Indonesia, kini adik ipar Ani Yudhoyono juga diperkirakan akan ditetapkan menjadi Dirut BNI dalam RUPS, Rabu (6/2).
Dalam istilah KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme), huruf terakhir yang paling sulit dibuktikan. Dalam kamus maya wikipedia, padanan dari istilah nepotisme adalah berarti 'lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya'.
Praktik nepotisme ini juga yang dialamatkan kepada salah seorang sahabat besar Nabi Muhammad, yakni Utsman radiyallahu anhu. Utsman dituding mengangkat Mu'awiyah dan Marwan bin Hakam yang masih punya hubungan keluarga dengan meninggalkan sahabat-sahabat yang lebih besar.
Jadi, meski korupsi dan kolusi lebih terlihat, tapi dampak destruktif dari nepotisme tidak kalah dashyat. Ketika profesionalisme telah kalah dengan kedekatan dan hubungan darah, maka saat itu pula kredibilitas seorang pemimpin merosot.
Pengangkatan Gatot sebagai Dirut BNI hampir pasti, karena calon-calon yang dimunculkan tidak ada yang sekaliber dirinya. Sebagai Wakil Dirut BNI, Gatot hanya bertarung dengan orang baru BNI, Elvyn G. Masassya (Corporate Secretary) dan Lilies Handayani (BNI Life).
Padahal, pasca Dirut Sigit Pramono, BNI membutuhkan figur kuat untuk mengangkat kinerja perusahaan. Pemimpin sekelas Agus Martowardoyo yang mengangkat kinerja Bank Mandiri setelah karut-marut ditinggal ECW Neloe.
Namun tampaknya seperti halnya posisi Gubernur Bank Indonesia yang akan dipaksakan pada Aulia Pohan, posisi bos tertinggi BNI juga akan diberikan pada Gatot. Sumber mengemukakan bahwa keputusan SBY tersebut sebenarnya bisa ditebak dari karakter mantan Menko Polkam itu dalam memilih timnya.
"Di Partai Demokrat ada Hadi Utomo yang juga merupakan ipar dari SBY. Hadi didudukkan sebagai Ketua Umum. Kemudian, kabinet diisi dan diatur oleh Sudi Silalahi, sohibnya di militer," jelasnya.
Menneg BUMN Sofyan Djalil sendiri mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi nama-nama direksi baru. Bahkan meskipun proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) Bank Indonesia belum selesai, pengangkatan direksi baru tetap bisa dilakukan hari ini.
"Kita sudah oke semua. Tinggal di BI yang fit and proper test, yang sepertinya tidak ada masalah. Walaupun BI belum selesai, tapi kita akan angkat dulu, nanti sambil fit and proper test-nya selesai," kata Sofyan di kantornya Selasa (5/2).
Selain BNI, pengajuan nama calon gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2008-2013 oleh Presiden SBY kepada DPR juga layak disimak. SBY diminta berhati-hati mengajukan kandidat penguasa bank sentral itu. Nama-nama yang masih tersangkut kasus hukum diminta tidak dimajukan.
Sementara Wakil Ketua Komisi XI DPR (membidangi keuangan dan perbankan) Endin J. Soefihara, mengingatkan SBY harus lebih selektif mengusulkan nama-nama calon gubernur BI kepada legislatif pada 18 Februari mendatang.
SBY diminta mempertimbangkan secara serius jika akan memasukkan kembali nama Gubernur BI Burhanuddin Abdullah. "Saya kira, lebih baik mengajukan calon yang tidak tersangkut kasus hukum," kata Endin di Jakarta, Selasa(5/2).
Endin mengatakan, kredibilitas BI dan pemerintah akan dipertaruhkan jika yang diajukan adalah calon bermasalah. "Sekarang biarlah aparat penegak hukum menuntaskan kasus pembagian uang oleh BI ini. Kita tinggal menunggu siapa yang akan diajukan oleh presiden," papar Endin. [Bersambung/P1]


Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER