Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Januari 2015 | 08:22 WIB
Hide Ads

Celana Dalam Biduan Terlihat, Pentas Dangdut Ricuh

Oleh : MA Hailuki | Minggu, 19 Desember 2010 | 23:02 WIB

Berita Terkait

Celana Dalam Biduan Terlihat, Pentas Dangdut Ricuh
beritajatim.com

INILAH.COM, Jombang - Pentas musik dangdut dalam rangka bazar UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di alun-alun Jombang berakhir ricuh, Minggu (19/12/2010). Kericuhan itu bermula ketika seorang penyanyi bertubuh seksi menampilkan goyang seronok hingga celana dalamnya kelihatan.

Awalnya, pentas dangdut itu berjalan normal. Sejumlah penyanyi menampilkan kebolehan tarik suara. Nah, di tengah acara seorang penyanyi berambut pirang naik ke atas pangung dengan memaki rok seksi.

Suasana pung langsung panas, sang biduan bernyanyi dia melakukan goyang erotis. Tubuh seksi penyanyi bernama Mona itu meliuk-liuk. Bahkan sesekali ia mengangkat pahanya. Karena rok yang dipakai lumayan pendek, secara otomatis CD warna putih yang dikenakan Mona kelihatan. Penonton yang berada di depan panggung kemudian berteriak kegirangan.

Lagu pertama selesai, penonton masih kondusif. Selanjutnya, ia menampilkan lagu berikutnya. Penyanyi berkulit putih ini kembali unjuk kebolehan dengan goyang erotisnya. Bahkan tidak jarang ia melakukan goyang sambil kayang. Lagi-lagi, saat melakukan goyang seronok itu, CD putih milik penyanyi ini kelihatan. Ironisnya, banyak penonton di depan panggung yang masih berusia belasan.

Tak lama berselang, terjadilah keributan. Entah apa pemicunya, seorang penonton tiba-tiba memukul orang yang ada didekatnya. Tak terima atas perlakukan itu, orang tersebut kemudian membalasnya.

Terjadilah adu pukul di depan panggung yang berukuran besar itu. Kericuhan ini berhasil dicegah ketika sejumlah polisi turun tangan. Korps berseragam cokelat tersebut menangkap seorang penonton yang dianggap sebagai provokator. Kericuhan reda.

Pun demikian, pentas musik dangdut ini tetap berjalan. Sejumlah penyanyi kembali menampilkan aksinya. Penonton kembali bergoyang. Bazar UMKM itu digelar setiap Minggu oleh Dinas Koperasi Pemkab Jombang.

"Tidak semestinya goyang erotis itu ditanpilkan dalam bazar UMKM. Apalagi tempat di alun-alun dan ditonton secara umum dari berbagai kalangan," kata Ahmad Zainul, salah satu pengunjung. [beritajatim/mah]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.