Kamis, 17 Mei 2012 | 10:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ruhut: Aksi Massa Yogya Mirip Aksi PKI
Headline
Juru bicara DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul - Foto: Istimewa
Oleh:
nasional - Selasa, 14 Desember 2010 | 17:11 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Juru bicara DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul melihat aksi masyarakat Yogyakarta yang pro penetapan, sama sekali tidak mencerminkan masyarakat Yogya. Ruhut bahkan menyamakan aksi tersebut seperti aksi massa PKI pada tahun 1965.

"Iya kalau lihat demo kemarin aku ingat waktu tari genjer-genjer waktu di Halim tahun 1965. Seperti orang tari genjer-genjer tahun 1965," ujar Ruhut, Selasa (14/12/2010).

Menurutnya aksi massa Yogyakarta kemarin, tidak mencerminkan perilaku orang Yogyakarta yang selama ini dikenalnya. "Yang saya tahu mereka orang yang sopan dan pemaaf, tapi kemarin terlihat berbeda," katanya.

Selain itu anggota fraksi Partai Demokrat di DPR ini mengatakan seharusnya Sultan Hamengku Buwono X sadar telah dimanfaatkan oleh parpol tertentu.
"Jelas dia itu telah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang tidak siap kalah di Pemilu. Siapa lagi kalau bukan Golkar dan PDI Perjuangan," tegas Ruhut.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
48 Komentar
triyana
Senin, 20 Desember 2010 | 23:30 WIB
yang sabar, mungkin bang ruhut ini salah satu pelempar bumerang demokrat pemilu 2014 nanti. jangan salahkan orang lain jika 2014 nanti adalah tahun kiamat bagi demokrat. pak beye, gimana cara kau atur anak buahmu?
lidya
Senin, 20 Desember 2010 | 19:02 WIB
saya tidak bisa percaya orang sekaliber bg ruhut bisa bicara seperti itu..kasar sekali..bahkan tukang becak di jogja bisa "ngajeni" orang..
ali
Senin, 20 Desember 2010 | 14:44 WIB
jangan ngobok2 kotaku Yogya.. saya tidak akan pilih partai yang ngeyel tentang KEISTIMEWAAN JOGJA
pembela JOGJA
Senin, 20 Desember 2010 | 13:07 WIB
Harap mkhlum ya sodara2 ku semua,,si ruhut itu dulunya mantan sopir kopaja jd sekali lagi harap makhlum klo omongannya kaya orang ga berpendidikan gitu,,,emang dia ga pernah tamat SD koq...yang sabar ya semuanya
Anton
Senin, 20 Desember 2010 | 08:46 WIB
Demokrat harus memecat ruhut sekarang juga, kalau mau demokrat hidup di Jogja, kalau tidak warga jogja dilarang memilih demokrat dan demokrat harus pergi dari jogja sekarang juga
azroi
Minggu, 19 Desember 2010 | 14:28 WIB
Yang PKI itu justru Ruhut kok...ga ada yg laen...!
arif yunanto
Minggu, 19 Desember 2010 | 08:19 WIB
Demokrat telah mengacak-acak bangsa ini.mari kita lakukan aksi zero to demokrat.ga' usah di contreng dalam pemilu.
Mahana
Minggu, 19 Desember 2010 | 08:15 WIB
Si Ruhut tidak punya sopan santun sekali,gitu kok jadi anggota dewan. Seharusnya anggota hewan yang pantas menggongong seperti itu. Semoga RAKYAT YOGYA mengampuni dia.
Pamong sejati
Sabtu, 18 Desember 2010 | 08:08 WIB
manusia yang sudah hilang sifat manusiannya ya dhek ruhut itulah...,alias masukan jadi penghuni binbin joga aja...biar jadi tontonan
Gdh_Yogyakarta
Sabtu, 18 Desember 2010 | 01:25 WIB
HABISI partai demokrat di bumi Ngayogyakarta... salurkan aspirasi kepada partai yang membela kepentingan rakyat Yogyakarta. Buktikan omongan ruhut si tumpul otak. Tidak ada tempat untuk partai demokrat di DIY.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.