Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 31 Januari 2015 | 20:06 WIB
Hide Ads

Mega Disebut Korupsi, PDIP Cuekin WikiLeaks

Oleh : Agus Rahmat | Sabtu, 4 Desember 2010 | 10:42 WIB
Mega Disebut Korupsi, PDIP Cuekin WikiLeaks

INILAH.COM, Jakarta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menganggap dingin isi bocoran dokumen WikiLeaks terhadap kepemimpinan Megawati saat menjadi Presiden. Mega sempat disebutkan cenderung korupsi.

Bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dokumen rahasia Amerika Serikat itu hanyalah cara pandangan negeri paman sam ke Indonesia semata. "Itu persepsi Amerika dan itu adalah penilaian mereka terhadap Indonesia dan negara-negara lain. Hanya didasarkan suka atau tidak suka, jadi sangat subjektif," jelas Ganjar Pranowo, Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan kepada INILAH.COM, Sabtu (04/12/2010).

Dari dokumen AS yang dilansir Wikileaks, sempat menyinggung soal masa kepemimpinan Megawati sebagai Presiden. Amerika Serikat sempat menyebutkan pemerintahan era Megawati cenderung korupsi. "Seperti ketawa-ketiwi saja, cuma buang waktu (menanggapi dokumen wikileaks, red)," jelasnya.

Walau demikian, Ganjar tidak merasa khawatir jika dokumen ini menjadi senjata dari lawan-lawan politik. Asalkan, diskursus yang dibangun lebih sehat. "Tidak apa-apa. Dalam politik memang perlu intrik. Lebih baik disampaikan semua asal harus diskursus yang sehat," jelas Ganjar. Baginya, dokumen ini tidak perlu ditanggapi secara serius oleh partai PDIP. Sebab, lanjutnya, hanya akan membuang energi partai yang masih harus membahas beragam masalah bangsa.

Perbincangan seputar Indonesia itu termuat dalam laporan khusus mengenai Indonesia yang bertajuk Indonesia: Domestic Politics, Strategic Dynamics and American Interests.

Dalam dokumen itulah tertulis sepenggal kisah seputar laporan hasil Pemilu tahun 2004. Megawati dianalisa kalah karena penurunan dukungan, dibandingkan dengan Pemilu tahun 1999, kurangnya pertumbuhan ekonomi dan terus korupsi. [irw]







2 Komentar

Image Komentar
CHRIS - Minggu, 5 Desember 2010 | 18:40 WIB
Mana sih kalimat di dokumen itu yg menyebut megawati korup, kok gw kaga kliatan.
Image Komentar
- Sabtu, 4 Desember 2010 | 23:18 WIB

Kirim Komentar

73501

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.